
"Hinata? Bagaimana pendapat mu tentang hubungan Mike dengan Tatiana? Bukankah kau dan Tatiana berteman cukup dekat?"
"Hinata, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Apa kau akan memaafkan Mike dan Tatiana?"
"Apa kau masih tinggal seatap dengan Mike?"
Beragam pertanyaan dari para wartawan tersebut terus mengikuti langkah Hinata yang baru saja keluar dari mobil.
Ia melihat jalanan di depan gedung Mi-Star sudah dipenuhi oleh banyak wartawan.
"Maaf.. Permisi.." tutur Hinata dengan sopan, saat ia mencoba menerobos sekumpulan para pencari berita tersebut.
Seorang staf keamanan di kantor dengan sigap langsung turun membantu Hinata. Sehingga ia bisa terbebas dari para wartawan itu.
Hinata akhirnya berhasil masuk ke dalam kantor Mi-Star. Sementara para wartawan tersebut tertahan di luar gedung.
Hinata sempat kembali menoleh ke luar gedung untuk melihat barisan kerumunan para wartawan tersebut. Dan saat ia yakin tak ada yang melihat nya, Hinata lalu tersenyum tipis.
'Kau lihat, Mike? Kau akhirnya akan jatuh sebentar lagi!' rutuk Hinata dalam hati.
***
Di lantai teratas gedung Mi-Star, tempat kantor Mike berada..
Hinata baru saja keluar dari lift. Kini ia meneruskan langkah nya menuju kantor Mike. Di depan pintu kantor suaminya itu, Hinata sempat bertemu dengan Deril. Untuk sesaat, keduanya saling bertukar senyuman.
Begitu berada di hadapan Deril, Hinata lalu berbisik.
"Dia ada di dalam?" Tanya Hinata.
"Ya. Kau mau lanjut berakting sekarang?" Tanya Deril yang tampak bersemangat.
"Nah. Itu sih sudah pasti. Tapi sebaiknya kau tak perlu melihat akting ku di dalam sana. Dengan wajah mu yang bahagia itu, Mike bisa saja mencurigai mu berada di balik semua ketidakberuntungan nya ini," komentar Hinata.
"Cihh.. kau sungguh jahat, Nat! Ya sudah, sana! Masuklah! Kebetulan pasangan bebek itu ada di dalam sekarang," usir Deril.
"Oh? Ada Tatiana juga? Bagus sekali.." komentar Hinata seraya tersenyum sinis.
"Berhati-hatilah, Nat. Teriak saja kalau kau membutuhkan bantuan ku, ok? Aku akan berjaga-jaga di depan pintu!" imbuh Deril, yang wajah nya tiba-tiba menjadi serius.
Hinata pun mengangguk singkat.
"Makasih ya, Ril.."
Deril langsung saja mendorong punggung Hinata ke arah pontu.
Wanita itu lalu meneguhkan hatinya lagi. Sebelun akhirnya ia mendorong pintu mahoni yang tampak megah di depan nya itu.
Cklek.
__ADS_1
Pintu terbuka. Menampilkan dua wajah kusut milik Mike dan juga Tatiana.
Mike berdiri di pinggir jendela kaca kantornya, sambil menatap ke bawah sana. Yang Hinata yakini kalau suaminya itu sedang melihat kerumunan wartawan yang sedang menunggu kemunculannya kembali.
Sementara itu Tatiana sedang duduk di atas sofa yang berada di dalam ruangan. Penampilan ex sahabat nya itu tampak mengenaskan.
Tatiana tak mengenakan make up sama sekali dan ia juga masih menggunakan gaun yang sama seperti saat ia terciduk oleh para wartawan semalam tadi.
Saat mendengar suara pintu terbuka, Mike dan Tatiana langsung saja menoleh ke arah nya.
"Hinata!" Seru Mike.
Lelaki itu langsung setengah berlari dan menghampiri sang istri. Akan tetapi, begitu ia sudah berada di hadapan Hinata, wanita itu malah melayangkan sebuah tamparan kencang ke salah satu pipi nya.
Plak!
Suasana dalam ruangan tetiba menjadi hening.
Hinata terlihat kesulitan mengatur napas nya akibat emosi yang memenuhi benak dan juga pikiran nya. Sementara itu Mike tampak terpaku selama beberapa detik. Sebelum akhirnya ia tersadar dan kembali mencoba mendekati Hinata.
Sayangnya Hinata malah melangkah mundur. Ia tampak tak ingin disentuh oleh Mike sama sekali. Kedua matanya menatap tajam Mike. Dan dengan tangan yang terkepal erat, Hinata pun berkata kepada nya.
"Cepat katakan sejujurnya, Mike! Apa yang kalian lakukan berdua di kamar hotel semalam tadi?" Tanya Hinata dengan sikap dingin.
Wanita itu tak berteriak atau mengumpat marah. Hanya saja, Mike merasa seperti ada jarak yang terbentang di antara keduanya saat ini.
"Mengarang? Kamu sebut itu mengarang, Mike? Lalu bagaimana dengan ini?!" Tanya Hinata kembali.
Ia lalu mengeluarkan ponsel nya. Kemudian menunjukkan sebuah foto kepada Mike. Foto tersebut menampilkan Mike dan Tatiana yang seperti sedang melakukan prosesi akad menikah saja.
Melihat foto tersebut, tak ayal Mike pun jadi terkejut.
"Ini.. dari mana kamu mendapatkan foto ini, Nat?!" Pekik Mike bertanya.
"Dari mana? Kamu malah bertanya dari mana, Mike? Apa berarti foto ini memang bukan rekayasa media? Apa itu berarti kamu dan Tatiana memang sudah...menikah?!" Tanya Hinata dengan nada datar.
Sejauh ini, tak ada air mata yang keluar dari mata Hinata. Ia hanya bertanya kepada Mike dengan nada dingin.
"Aku.." Mike masih terlihat ragu untuk berkata jujur.
Karena itu, Tatiana lah yang pada akhirnya menjawab pertanyaan Hinata tadi. Wanita itu masih duduk di atas sofa dengan badan yang membungkuk ke depan. Raut kecemasan masih terlihat jelas di wajah nya yang kini tampak kusut. Pandangan nya tampak kosong menatap ke depan.
"Ya.. kami memang sudah menikah, Nat!" Tatiana mengaku jujur.
"Tiana!" Hardik Mike menghentikan Tatiana untuk berkata lebih.
"Biarlah, Mike. Toh sepertinya media sudah membongkar hubungan kita juga kan? ponsel ku tertinggal di hotel. Mestilah mereka bisa melihat semua foto kita di galeri ponsel ku,"
"Kenapa tidak ceritakan semuanya saja. Agar semua masalah ini bisa cepat selesai!" Tatiana memberi usulan.
__ADS_1
"Diam, Tii! Jangan bicara lagi!" Hardik Mike kembali.
"Sejak kapan?" Hinata lagi-lagi bertanya.
Sehingga perhatian Mike dan Tatiana pun kembali terarah kepadanya.
"Sejak kapan kalian menikah?" Tanya Hinata memperjelas.
"Hampir setahun yang lalu, Nat.. saat itu, Mike pernah mengatakan kalau dia akan pergi ke luar kota, bukan, selama satu minggu? Saat itulah.."
Ucapan Tatiana langsung dipotong oleh Mike.
"Tatiana! Cukup sudah! Biar aku yang menjelaskan kepada Hinata, oke?!" Titah Mike kepada istri kedua nya itu.
"Nat.." Mike lalu mencoba mendekati Hinata kembali. Sayang nya Hinata terus-menerus mundur menjauh dari pria itu. Alhasil Mike pun menyerah. Ia lalu menjelaskan kepada Hinata tentang hubungan nya bersama Tatiana.
"Aku.. aku tak sengaja mabuk dan telah merenggut kesucian Tatiana, Nat!" Ungkap Mike kemudian.
"..apa?!" Hinata tampak terkejut.
"Ya. Awalnya aku tak sengaja melakukannya, Nat.. jadi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ku, aku pun akhirnya menikahi Tatiana. Khawatir bila ia hamil kan ya.." ungkap Mike melanjutkan.
Hinata menatap dingin sang suami. Dalam hatinya gejolak amarah mulai menguasai diri.
'Kau tak sengaja melakukan nya, katamu? Cih! Jangan harap aku akan mempercayai itu, lelaki jahat!' umpat Hinata tanpa suara.
Melihat Hinata hanya diam saja, Mike lalu kembali mencoba mendekati sang istri. Dan kali ini ia berhasil membawa Hinata ke dalam pelukan nya. Meski itu hanya selama tiga detik saja.
Hinata kemudian mencoba melepaskan dirinya lagi dari pelukan Mike. Setelah terdiam beberapa saat lagi, wanita itupun akhirnya berkata.
"Benar itu, Tii?" Tanya Hinata pada Tatiana.
Tatiana tak menjawab. Ia hanya memalingkan wajah nya ke samping.
"Tentu saja apa yang kuucapkan itu adalah kebenaran, Sayang! Percayalah!" Mohon Mike begitu berharap.
Suasana dalam ruangan kembali menjadi hening. Sampai akhirnya keheningan itu dipecahkan kembali oleh Hinata.
"Beri aku waktu untuk memikirkan semua ini, Mike.. selama itu, aku akan pergi sementara dari rumah kita. Jadi jangan mencariku dulu," pinta Hinata.
Wanita itu kemudian langsung berbalik dan pergi keluar dari ruangan kantor Mike. Meninggalkan keheningan yang mencekam benak suami serta madu nya di dalam sana.
Begitu pintu kantor kembali menutup, Hinata langsung bertatapan dengan Deril. Pandangan nya begitu penuh arti.
"Sekarang, kau akan mengakhiri semuanya, Nat?" Bisik Deril di hadapan Hinata.
"Akhiri? Jangan bercanda. Pertunjukan ini baru saja dimulai, Ril!" Jawab Hinata yang kini malah menampilkan wajah tersenyum puas.
***
__ADS_1