Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita
Tiana Kabur?!


__ADS_3

Keduanya lalu memutuskan untuk makan di restoran langganan Hinata dulu. Letaknya berada di luar hotel yang ia tempati kini.


"Apa Gak sebaiknya kita makan di hotel kamu aja, Nat. Gimana kalau nanti ada pihak Media yang lihat kamu. Memangnya kamu sudah siap untuk hadapi mereka?" Tanya Dolly didepan roda kemudi CRV miliknya.


"Aku bosan sama makanan di hotel, Ly. Kangen banget sama makanan di restoran itu. Tahu juga deh. Rasanya yang paling enak deh di antara resto yang lain.." bujuk Hinata merayu Dolly.


"Hh.. ya terserah kamu lah. Tahu kalau kamu bakal ngajak keluar, aku bakal bawain wig!" Dolly menggerutu.


"Udahlah gak apa-apa. Ini juga udah lumayan kok," sahut Hinata menenangkan Dolly.


"Lumayan apa sih? Kamu cuma pakai kaca mata hitam kayak gitu aja.." Dolly masih juga menggerutu.


"Dolly, aku udah siap kok semisal ketemu wartawan nanti. Udah ayo kita santai-santai makan aja lah dulu ya. Booster In mood yang udah happy nih! Hihihi.." kekeh Hinata seraya membuka pintu mobil.


Keduanya pun lantas memasuki restoran favorit Hinata. Baru sekitar satu jam kemudian lah Hinata dan Dolly keluar lagi untuk kembali memasuki mobil Dolly dan pulang.


Akan tetapi, Hinata dan Dolly tiba-tiba dikejutkan oleh keberadaan para wartawan yang tahu-tahu sudah mengerubungi nya saat mereka sedang menuju mobil milik Dolly.


"Hinata, tolong jelaskan tentang gugatan cerai yang kamu layangkan kepada Mike? Apa yang mendasari mu melakukan itu?" Tanya seorang reporter yang menyodorkan mic begitu dekat ke wajah Hinata.


Sebab itulah langkah Hinata menjadi tersendat. Sebisa mungkin wanita itu tidak menyenggol ataupun menjatuhkan mic atau kamera yang begitu dekat dengannya.


Jika tidak, bisa-bisa nanti para wartawan itu akan menuduhnya melakukan aksi anarkis terhadap wartawan!


"Permisi, Kak.. nanti saya akan luangkan waktu untuk memberikan klarifikasi. Jadi tolong.. sekarang permisi dulu ya.." mohon Hinata dengan nada tenang.


"Bagaimana pendapat mu tentang tudingan Mike kepadamu, Hinata? Dia mengatakan kalau kamu sudah selingkuh dengan seorang lelaki kaya?" Tanya wartawan yang lainnya.


"Siapa identitas lelaki yang dimaksud oleh Mike itu, Hinata? Apa benar dia adalah James Carls?"

__ADS_1


"Bagaimana pendapat mu tentang para wanita yang mengaku sudah dilecehkan oleh Mike? Apa kamu sebelumnya sudah tahu tentang keberadaan wanita-wanita itu?"


Semua pertanyaan itu terus saja ditanyakan oleh para wartawan kepada Hinata. Namun Hinata masih juga terdiam. Sampai akhirnya ada sebuah pertanyaan yang benar-benar mengusik perhatian sang model.


Pertanyaannya seperti ini.


"Hinata, apa benar Mike memiliki fetish aneh? Bisa tolong jelaskan secara spesifik hubungan mu dengan Mike saat kalian masih bersama?"


Mendengar pertanyaan itu, tanpa bisa dicegah, Hinata langsung saja tertawa bahak.


"Buahhahahaa!! Ma..maaf! Maafkan atas ketidaksopanan ku tadi. Tapi.."


Hinata akhirnya menyerah. Ia mengaku kalah pada kegigihan para reporter yang haus akan berita tentangnya.


Karena itulah, saat ia sudah kembali tenang usai menertawakan pertanyaan wartawan tadi, Hinata pun akhirnya menjawab pertanyaan para reporter tadi dengan sikap tenang dan anggun.


"Jadi begini ya, Kakak-kakak semua.. aku memang mengajukan gugatan cerai ke pengadilan Agama terhadap Mike. Tapi menurut ku, untuk alasannya sendiri aku gak bisa jelaskan di sini. Bagaimanapun juga ini adalah aib pernikahan kami,"


"Selanjutnya, soal tudingan Mike bahwa aku sudha berselingkuh.. jelas itu adalah fitnah! Sepanjang pernikahan kami, aku tak pernah mengingkari janji setia ku kepadanya. Sementara untuk Mike.. well.. kalian bisa cari tahu sendiri padanya," imbuh Hinata kembali.


"Jadi jangan tanya-tanya lagi soal siapa identitas lelaki yang Mike tuduhkan berselingkuh dnegan ku ya. kakak.. karena Mike lah yang tahu, siapa yang dia maksud dalam fitnah nya itu. Dan tolong, jangan bawa nama-nama lelaki lain dalam masalah antara aku dan Mike saat ini,"


"Dari dalma hati ku aku sungguh meminta maaf kepada semua orang yang sudah dilibatkan dan dirugikan entah secara moril maupun materiil dalam permasalahan ku dengan Mike ini. Semoga kita bisa tetap hidup berdampingan dalam damai.."


"Selanjutnya, soal tudingan pelecehan yang menimpa Mike saat ini, jujur saja. Aku sama terkejutnya seperti para netizen +62 lainnya. Aku sungguh merasa salut pada kakak semua yang bisa menampilkan para wanita yang mengaku korban ini ke permukaan,"


"Maksud ku, jika memang benar wanita itu menjadi korban. Ku harap mereka akan cukup bijak untuk segera mengajukan laporan nya ke pihak berwajib. Aku akan menyatakan dukungan ku untuk mereka yang benar-benar telah terzalimi. Bukan hanya oleh Mike saja. Tapi siapa pun yang sudah ter zalimi, ku harap kalian bisa segera hidup bebas dan tenang dan bahagia kembali!"


"Dan.. terakhir.. untuk kakak wartawan yang manis ini.." Hinata sedikit mencandai wartawan terakhir yang telah berhasil membuatnya terbahak dengan pertanyaannya tadi.

__ADS_1


Wartawan perempuan itu pun tersenyum malu-malu ke arah Hinata. Tampak jelas kalau ia adalah wartawan baru.


"Pertanyaan Kakak telah menghibur ku. Terima kasih ya, Kak. Ditanya tentang fetish.. jujur, aku tak terlalu mengerti soal ranah itu ya. Tapi sependapat ku, hubungan ku dan Mike dulu normal-normal saja. Semoga jawaban ini cukup memuaskan hati kalian. Kalau begitu, aku permisi ya kakak!" Pamit Hinata seraya membelah jalanan di antara para wartawan yang berkerumun mengelilinginya.


Hinata akhirnya berhasil masuk ke mobil Dolly. Dan, sebelum mobil Dolly benar-benar pergi, Hinata menyempatkan untuk membuka jendelanya sedikit dan melambaikan tangannya ke arah para wartawan tadi. Sebuah senyum terkembang dihadiahkan Hinata kepada para wartawan itu.


Senyuman itulah yang menjadi headline berita berikut nya di media dan surat kabar. Media pun memberi gelar baru kepada Hinata. Miss. Diamond Smile. Aka. Nona senyum Berlian.


***


Malam harinya, Hinata menerima telepon dari Deril.


"Kamu hebat banget, Nat! Wawancara mu udah ada di dumay. Viewer nya banyak banget! Dan julukan Diamond Smile itu memang pas banget sama hasil jepretan para wartawan itu! Hahaha!" Ledek Deril via telepon.


"Ledek terus!!" Umpat Hinata yang sedikit kesal dengan nada meledek dalam kalimat Deril.


Wanita itu saat ini sedang duduk santai di balkon kamar nya. Secangkir latte menemani Hinata yang sedang asik memandangi beberapa titik bintang di langit malam yang jernih tanpa awan.


"Eh, aku serius lho ini. Nat! Selamat! Usaha mu membalas dendam akhirnya berhasil! Tadi sore aku dapat pesan dari orang dalam Mi-Star. Katanya Mike udah mulai jual-jualin aset nya untuk tutupin hutang ke Union Grup," jelas Deril.


"Oh ya? Syukurlah aku sudah mengamankan semua aset pribadi ku. Yah.. cuma satu aja sih yang masih atas nama Tiana. Tapi ya udah lah. Anggap aja sedekah ke orang yang gak mampu!" Gerutu Hinata sambil lalu"


"Parah kamu, Nat. Kalau Tiana dengar ucapan mu tadi, dia pasti bakal ngamuk tuh!" Komentar Deril.


"Biarin aja dia dengar. Lha memang apartemen yang dia tempati itu punyaku, kan?" Sahut Hinata dengan santai nya.


"Ngomong-ngomong, gimana kabar dia, Ril?"


"Ah ya! Hampir aja aku lupa ngasih tahu! Tahu gak?? Dia ketahuan mau kabur keluar negeri tahu!" Seru Deril memberi tahu.

__ADS_1


"Hah?! Kabur?!" Hinata sangat terkejut. Ia bahkan menumpahkan sedikit latte ke atas gaun malam yang dikenakan nya.


***


__ADS_2