Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita
Tudingan Mike


__ADS_3

Berita Hinata yang mengajukan gugatan cerai ke KUA segera menjadi trending topik malam itu juga.


Mike jelas sangat terkejut dengan tindakan sang istri. Ia segera saja menghubungi nomor Hinata.


Begitu panggilan telepon tersambung.


"Hinata! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tiba-tiba mengajukan gugatan?! Ku kira hubungan kita baik-baik saja?!" Mike mencecar Hinata dengan rentetan pertanyaan.


"Aneh. Aku tak merasa hubungan kita baik-baik saja sejak ku tahu kau telah selingkuh dengan Tatiana, Mike.." komentar Hinata.


"Tapi.. tapi.. cerai?! Kau sungguh ingin bercerai?!" Tanya Mike tak percaya.


"Ya, Mike. Ku pikir sudah waktunya kita berpisah saat ini,"


"Tapi.. tak bisakah kau menunggu dulu sampai semua pemberitaan di Media jadi lebih tenang, Nat? Aku akan hancur kalau kau menggugat ku sekarang!" Hardik Mike yang tak lagi bisa menahan emosi nya.


Lelaki itu sedari tadi berjalan bolak-balik di ruang kantornya yang lengang.


"Hancur? Bagus lah! Kau juga sudah membuat hati ku hancur kan, Mike? Apa kau pikir. Hati ku tak hancur saat mengetahui berita pernikahan mu dengan Tiana? Kenapa, Mike? Kenapa kau harus melakukan itu? Ah.. tapi.. kau tak perlu menjelaskan nya lagi, Mike. Karena aku sudah tak lagi memperdulikan nya!" Ujar Hinata dengan nada tegas.


"Hinata!" Hardik Mike meneriaki nama sang istri via telepon.


"Apa?! Apa yang ingin kau katakan lagi, Mike?!" Hinata kini balas berteriak.


"Kau yak bisa melakukan ini, Nat! Aku sungguh akan hancur kalau kau teruskan ini. Mi-Star kita akan hancur!" Cecar Mike membujuk sang istri yang akan segera menjadi mantan itu.


"Kita? Mi-Star, katamu? Hah.. sedari awal, Mi-Star adalah mimpi mu seorang, Mike. Mi-Star bukanlah mimpi ku. Mimpi ku saat menikah denganmu hanyalah hidup bahagia bersama mu hingga akhir hayat ku. Namun sayang nya. Kau sudah menghancurkan mimpi itu berkeping-keping!" Lanjut Hinata dengan suara bernada tinggi.


"..."


Untuk sesaat sambungan telepon di antara keduanya menjadi hening.

__ADS_1


Sampai kemudian kembali terdengar suara Mike berbicara.


"Aku.. aku minta maaf, Nat.. aku sungguh meminta maaf.. aku akan memulai semuanya dari awal lagi.. maksud ku, kita bisa memulai segalanya dari awal lagi.. kau mau aku menceraikan Tiana? Bb..baik.. aku akan melakukannya, Nat.. tapi tolong.. jangan meneruskan surat gugatan itu lagi, oke..?" Mike kini mengiba-iba.


Lelaki itu memandang jauh ke hamparan gedung tinggi dari balik kaca jendela kantornya yang lebar. Tatapannya menatap nanar keramaian kota yang terlihat tak pernah beristirahat barang satu detik pun jua.


Mike merasa begitu kerdil saat ini. Dan ia sungguh menyesali semua yang sudah dilakukannya saat menyakiti Hinata. Meski penyesalan itu lebih disebabkan oleh rasa takut akan kehilangan semua yang sudah ia miliki hingga saat ini.


"Nat.. ku mohon.. maafkan aku.. aku.. mencintai mu, Nat.. aku masih mencintai mu.. kembali lah pada--"


Hinata langsung memotong ucapan Mike dengan jawaban ketus.


"Cinta?! Heh! Seingat ku, baru kali ini kau mengucapkan kata itu untuk ku, Mike. Apa kau tidak menyadarinya?" Hinata menyindir Mike.


"A..apa?" Mike tiba-tiba jadi tergagap.


Setelah diingat-ingat lagi, memang ia tak pernah mengucapkan kata itu terhadap Hinata. Karena tujuan awalnya menikahi Hinata bukan dilandasi oleh rasa cinta. Melainkan rasa bangga karena bisa menaklukan sang ratu model yangs edang berjaya saat itu, yakni Hinata.


"A..aku.." Mike masih tergagap kebingungan. Tak tahu harus menjawab sindiran Hinata dnegan kalimat apa.


"Sudahlah, Mike. Aku sudah lelah menghadapi semua ini. Cukup tanda tangani surat yang akan dikirim oleh pengadilan nanti. Dengan begitu hubungan kita akan berakhir baik. Bukankah ini akan lebih baik untuk hubungan mu dan Tiana? Dengan begitu, kau bisa go public dengan nya, bukan?" Lagi-lagi, Hinata menyindir Mike.


"Nat..! Jangan begitu! Aku.."


Mike lagi-lagi gagal menyelesaikan kalimatnya. Karena Hinata yang kembali memotong ucapan nya.


"Mike. Aku meminta baik-baik kepada mu untuk mengakhiri hubungan ini. Jika kau tak mau menuruti keinginan ku, aku bisa saja meminta lebih dari sekedar perpisahan dari mu. Maksud ku, bukankah ada gono-gini yang bisa ku perjuangkan juga kan?" Ancam Hinata.


"Kau?!!" Mike pun seketika meradang.


"Nah. Sepertinya kau bisa berpikir lebih jernih sekarang. Jadi Mike. Segera tanda tangani surat perceraian itu, oke. Jangan membuang-buang waktu ku lagi!" Imbuh Hinata dengan kalimat lugas.

__ADS_1


"Hinata!" Mike menggeramkan nama wanita yang akan segera menjadi mantan istri nya itu.


"Apa lagi, Mike? Tidakkah ucapan ku sudah cukup jelas?" Ujar Hinata yang mulai tak sabar dengan perbincangan mereka.


"Kau pasti berselingkuh dengan James, kan?!!" Mike tiba-tiba saja menuding Hinata dengan sebuah perselingkuhan.


"Apa maksud mu, Mike? Aku tak mengerti ucapan mu itu?" Elak Hinata.


"Ya! Sudah pasti kau berani meninggalkan ku sekarang karena kau sudah mempunyai James sebagai ban serep mu kan?!!" Tudingan Mike kembali berulang.


"Jangan memfitnah ku, Mike! Aku bisa saja menuntut mu dengan pasal pencemaran nama baik nanti!" Ancam balik Hinata.


"Ya! Tuntut saja bila kau memang mau melakukan nya! Aku yakin, kau memang sudah selingkuh di belakang ku kan, Nat! Kau pasti sudah menjalin kasih dengan lelaki itu! Cih! Dasar wanita mura han! Ku pikir kau wanita baik-baik yang benar-benar tulus mencintai ku! Tapi ternyata, kau--"


Hinata segera memotong ucapan Mike.


"Jangan menuduh ku melakukan sesuatu yang tidak ku lakukan, Mike! Aku bersungguh-sungguh dengan ucapan ku! Aku akan menuntut mu kalau kau terus berkoar-koar seperti ini!" Ancam Hinata terdengar sengit.


"Hah! Aku tahu.. saat dulu kau berkata akan mendekati James, pastilah pendekatan yang kau lakukan itu dengan cara kotor.. kau pasti sudah membujuk James di atas kasur, bukan Nat? Karena itulah sebabnya Union Grup berani berinvestasi besar-besaran ke Mi-Star?!" Tuding Mike terus berlanjut.


"Aku.. tak punya kendali apa-apa atas urusan investasi itu, Mike! Kau bisa tanyakan sendiri ke James! Aku sudah tak menemuinya sejak lama sekali!" Hinata menyanggah tudingan Mike kepadanya.


"Hah! Mana ada maling mengaku maling! Jangan pikir aku akan dibodohi oleh keculasan mu itu dasar wanita mura han!"


Klik.


Hinata segera saja mengakhiri panggilan telepon Mike ke ponsel nya. Dadanya kini turun naik usai berdebat sengit dengan Mike di telepon.


Hinata sungguh geram atas tudingan Mike kepadanya. Kini wanita itu dilanda kecemasan. Bila Mike benar akan berkoar-koar ke Media terkait hubungan James dengan nya.


"Arrghh! Sial! Aku lupa mempertimbangkan hal ini!" Umpat Hinata merutuki keteledorannya sendiri.

__ADS_1


***


__ADS_2