
Sementara itu di dalam mobil yang membawa Mike dan Hinata pulang...
"Apa yang kamu bicarakan dengan Jessy tadi, Nat? Kau menyinggung soal invest ke Mi-Star kah?" Mike mencecar Hinata dengan pertanyaan-pertanyaan.
"Aku tak bisa meminta mereka untuk ber invest di pertemuan pertama kami, bukan, Mike? Tidak kah itu akan membuat nya sangat jelas kalau kita mencoba mendekati mereka demi bisnis?" Sindir Hinata lugas.
"Err.... Kau benar," Sahut Mike kikuk.
Suasana di dalam mobil kembali hening. Dan keheningan itu terus berlanjut hingga mobil yang dibawa oleh Mike tiba di depan rumah mereka.
Hinata langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Sementara MIke langsung pergi ke ruang kerja nya untuk melihat beberapa laporan yang belum sempat ia baca tadi pagi.
Pasangan suami istri tersebut sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Seolah-olah mereka adalah dua orang asing yang saling tak mengenal satu sama lain.
***
Keesokan lusa di ruang hall gedung Nu Graha..
Hinata baru saja tiba di tempat casting video musik dari grup band LINK sekitar setengah jam yang lalu. Saat ia datang, sudah ada banyak model dan artis baru yang datang ke sana.
"Nat, aku tak bisa menemani mu di sini lama-lama. Karena aku harus mengantar Rima ke Puncak setengah jam lagi. Dia ada syuting FTV siang ini. Tak apa-apa kan bila ku tinggal kau sekarang?" Tutur Dolly dengan raut menyesal.
Rima adalah aktris asuhan Dolly lain nya selain Melody dan juga Hinata.
"Ya, Ly. Tak apa-apa. Pergi lah! Aku akan baik-baik saja!" Ujar Hinata mengijinkan manajer nya itu pergi.
"Nah. Good luck! Do your best!" Dolly menyemangati Hinata sebelum akhirnya ia beranjak pergi.
...
Beberapa saat kemudian, seorang perempuan berpenampilan culun datang dan duduk di dekat Hinata. Wanita itu sebenar nya cukup manis. Sayang nya ia menutupi wajah nya yang manis itu dengan kacamata bulat besar yang bahkan tak bisa disangga oleh hidung nya dengan benar.
Belum lagi dua kepang di sisi kanan dan kiri kepala nya. Serta baju gombrong yang lebih mirip seperti baju kurung pada tubuh nya yang mungil. Ini semakin membuat penampilan sang wanita jadi terlihat kian culun saja.
Wanita muda itu tiba-tiba menyapa Hinata.
"Hh..hai kak.. permisi.." sapa sang wanita dengan sikap malu-malu.
"Hai.. mau ikut audisi juga?" Sapa Hinata dengan ramah.
"Ee..enggak, Kak. Saya.. cuma mau menemani Kakak saja.."
"Ooh.. Di mana kakak kamu?" Tanya Hinata sambil melirik ke sekitar sang wanita. Sepengetahuan nya tadi wanita itu hanya datang sendirian.
__ADS_1
"Kakak pergi ke toilet. Dia menyuruh saya untuk menunggu di sini," jawab sang wanita kembali.
"O.. gitu.."
"Iya.. mm.. Kakak ikut audisi sebagai siapa, Kak?" Tanya sang wanita.
"Sebagai Cewek pertama. Kamu pernah baca script nya juga?" Tanya Hinata tertarik.
"Iya! Saya kan penggemar berat nya LINK, Kak!" Seru sang wanita berapi-api.
Hinata tersenyum menanggapi. Setelah beberapa saat, wanita itu tiba-tiba saja menjulurkan tangan nya ke arah Hinata.
"Nama ku Nida, Kak," ucap nya memperkenalkan diri.
"Hinata.." jawab Hinata seraya menjabat tangan Nida.
Keduanya lalu berbincang lama tentang banyak hal. Kebanyakan Nida yang menginisiasi pembicaraan. Sementara Hinata menyahut sekedarnya atau juga gantian bercerita tentang hal lain.
Setelah beberapa lama..
"Ah! Maaf, Kak Hinata. Saya pasti sudah mengganggu Kakak ya? Kakak mungkin mau latihan lagi seperti kakak-kakak yang lain nya?" Tebak Nida sambil melirik ke arah para artis yang hendak mengikuti casting hari ini.
Hinata mengikuti arah pandang Hinata. Dan memang, hampir semua wanita yang hadir di ruangan itu semuanya tampak seperti sedang mengulang latihan nya atau sekedar membaca nya saja.
"Gak apa-apa. Aku sudah latihan kok di rumah. Biasanya kalau menunggu giliran ku tampil, aku gak lagi membaca script nya. Itu malah bikin aku jadi semakin nervous nanti," kilah Hinata menjelaskan.
"Ooh.. wahh.. berarti kakak udah siap banget dong ya untuk casting nanti?" Seru Nida sambil tersenyum cerah.
"Yah.. kira-kira begitu lah. Tapi tetap mohon doanya ya, Nida. Biar Kakak bisa lancar tampil pas di dalam nanti. Eh, tapi kakak kamu kan juga mau ikutan casting ya? Kamu pastilah lebih berharap kakak kamu kan yang lolos audisi nanti?" Terka Hinata sambil tersenyum menggoda.
Nida memandang Hinata cukup lama dalam diam. Baru juga ia hendak mengatakan sesuatu kepada Hinata, saat tiba-tiba saja nama Hinata dipanggil oleh seseorang.
"Nat? Kamu ikut audisi video musik ini juga?" Sapa Tatiana yang baru saja datang.
"Tii..kamu baru datang?" Hinata tak menjawab pertanyaan ex sahabat nya itu. Merasa itu adalah pertanyaan yang sudah jelas jawaban nya. Untuk apa ia berada di sana jika bukan untuk mengikuti audisi video musik LINK?
Hinata lebih tertarik untuk mengetahui alasan ex sahabat nya itu hingga bisa datang sangat terlambat di audisi kali ini. Padahal menurut panitia nya, peserta sudah harus datang sejak satu jam yang lalu. Dan ini sudah lewat satu jam dari waktu yang sudah dijadwalkan.
Yah. Meskipun memang. Hingga saat ini Hinata pun masih belum tampil juga ke ruang audisi. Tapi, ia sama-sama ikut menunggu seperti peserta audisi yang lain nya.
"Iya. Tadi aku habis selesai foto shoot di Kemang. Rencana nya itu buat head cover majalah ALFA Star bulan depan," ujar Tatiana memberi tahu.
Hinata menangkap niatan Tatiana untuk memamerkan kegiatan nya itu. Bagaimana pun juga majalah Alfa Star adalah majalah nomor satu bagi para pencinta fashion di negeri ini.
__ADS_1
Hanya para artis top atau model papan atas saja yang biasanya menerima undangan untuk mengisi lembaran dalam majalah tersebut. Apalagi untuk terpampang pada head cover nya, itu jelas sangat-sangat sulit.
Hinata mengerti kalau sahabat nya itu jelas senang bisa memamerkan kejayaan nya d depan Hinata. Sayang sekali, Hinata tak perduli soal itu.
"O begitu.. selamat ya, Tii!" Hinata menyelamati Tatiana dengan nada hambar. Aneh nya Tatiana tampak sangat puas menerima reaksi Hinata tersebut.
"Nah. Aku harus masuk ke dalam duluan ya, Nat. Baru saja nama ku sudah dipanggil," pamit Tatiana meninggalkan Hinata begitu saja.
Dan Hinata mengangguk singkat, sebagai salam perpisahan nya dengan ex sahabat nya itu.
Setelah beberapa lama, terdengar suara Nida menyeletuk.
"Yang tadi itu Tatiana kan, Kak?" Tanya Nida.
"Iya," jawab Hinata singkat.
Mood wanita itu masih terlalu buruk usai bertemu dengan ex sahabat sekaligus juga madu nya tersebut.
"Sepertinya Kak Hinata cukup akrab dengan nya. Tapi, orang nya ternyata gak seramah seperti waktu tampil di TV ya?" Komentar Nida tiba-tiba.
Seketika itu juga perhatian Hinata langsung teralih kembali ke wajah Nida.
"Maksud kamu apa, Nid?" Tanya Hinata tertarik dnlengan jawaban wanita berkacamata tersebut.
"Ya.. beda saja, Kak. Di TV sepertinya dia lebih sering tersenyum. Sementara sewaktu tadi dia agak kelihatan sedikit angkuh ya, Kak..?" Jawab Nida dengan jujur.
Jeda sejenak.
Nida lalu menyadari kalau ucapan nya tadi mungkin tak disukai oleh Hinata. Bagaimana pun juga, tadi Hinata tampak berbincang akrab dengan model papan atas tersebut.
"Eh, maaf ya. kak! Maksud saya.."
Ucapan Nida buru-buru dipotong oleh Hinata.
Tanpa memandang Nida, Hinata lalu berkomentar.
"Tak apa-apa, Nid.. Apa yang tampak terlihat di depan mata seringkali tak mewakili kenyataan yang sebenarnya. Jadi, jangan terlalu mempercayai apa kata berita di televisi ya, Terlebih lagi dengan berita-berita infotainment," ujar Hinata menasihati.
Dan Nida pun menebak alasan dari nasihat Hinata tadi.
"Karena itu banyak tipu-tipu nya ya, Kak?" Terka Nida dengan sangat tepat.
***
__ADS_1