Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita
Pura-Pura Mabuk


__ADS_3

Keduanya lalu sampai di sebuah restoran bintang lima di pusat kota. Mike mengajak Hinata duduk di meja yang ada di lantai ke dua restoran tersebut. Dekat dengan jendela.


Ketika sedang memesan menu, keduanya dikejutkan oleh kemunculan seseorang.


"Malam yang indah untuk makan malam bersama. Apa Anda berdua tidak keberatan bila aku ikut makan di sini bersama kalian?" Tanya suara tersebut.


Deg. deg.


Jantung Hinata berdegup cepat begitu tiba-tiba. Karena ia mengenal betul pemilik dari suara ini. Bahkan sebelum kepala nya menoleh ke arah sang pemilik suara.


"Ah! Tian James! Tentu saja! Silahkan.. silahkan.. mm..sebaik nya kita pindah ke meja lain yang lebih besar ya, Tuan. Pelayan!" Ujar Mike begitu sumringah.


Sementara itu Hinata malah sibuk menyembunyikan wajah nya di balik buku menu, yang sayang nya tak cukup untuk menutupi tubuh nya pula.


James melihat gelagat sang wanita dengan perasaan geli. Ia menyadari kalau wanita tersebut terlihat malu untuk menatap langsung mata nya.


Seorang pelayan lalu menghampiri Mike.


"Ada yang bisa kami bantu, Tuan?" Tanya sang pelayan dengan ramah.


"Kami ingin pindah ke meja yang lebih besar. Meja untuk.."


"Empat orang," James memotong ucapan Mike dengan tiba-tiba.


"Ya. Meja untuk empat orang!" Tutur Mike meng-iyakan ucapan James tadi.


"Baik. Mohon ikuti saya, Tuan.." tutur sang pelayan yang hendak menunjukkan meja reservasi yang baru untuk mereka.


Mike lalu langsung saja berjalan mengikuti langkah sang pelayan. Namun baru dua langkah, ia teringat pada Hinata yang datang bersama nya ke tempat ini.


Dengan segera ia pun berbalik dan mengajak Hinata.


"Ayo, Sayang! Kita pindah meja. Mari Tuan James!" Ajak Mike pula kepada James.


Dengan wajah yang sedikit merah, Hinata meraih uluran tangan Mike padanya. Wanita itu masih terdiam dan tak menyapa James hingga detik ini jua.


Terlalu malu. Begitu lah yang memenuhi benak wanita itu.


'Ya ampun! Kenapa sampai bisa ketemu di sini sih?!' rutuk Hinata dalam hati.

__ADS_1


Setelah tiba di meja yang baru, ketiga nya langsung memesan menu.


"Sungguh kebetulan kita bisa bertemu di sini, Tuan James! Apa Anda hendak makan dengan orang lain di sini? Kekasih Anda, barangkali?" Tanya Mike bersikap akrab.


Deg. Deg.


'Kekasih? James tak mungkin punya seorang kekasih kan? Bagaimanapun juga, dia menyatakan suka kepada ku beberapa kali..' batin Hinata mulai sibuk menduga-duga.


"Sayang nya, aku tak seberuntung dirimu, Mike. Kamu sudah berhasil menemukan wanita baik untuk menghadapi hari-hari. Sedangkan aku masih melajang hingga saat ini," sanggah James dengan jujur.


Mendengar itu, tanpa sadar Hinata langsung mengulaskan senyum di bibir.


"Nona Hinata, apa Anda sakit?" Tanya James begitu tiba-tiba, sehingga membuat Hinata terkejut bukan main jadinya.


Secara refleks Hinata pun mengangkat pandangan nya ke wajah James. Dan akhirnya, keduanya pun saling berpandangan selama beberapa detik.


Deg. Deg. Ba dump. Ba dump.


Hinata buru-buru mengalihkan tatapan nya ke hal lain sembari menjawab pertanyaan James tadi.


"Hanya sedikit letih saja, Tuan James," jawab Hinata dengan nada datar.


'Mungkin memang benar ia sedang sangat letih?' gumam batin Mike tanpa suara.


"Mohon maafkan istri ku, James. Dia memang mulai kembali ke dunia modelling lagi akhir-akhir ini. Jadi tubuh nya mungkin perlu beradaptasi lagi untuk melewati jadwal kegiatan nya yang padat," tukas Mike membuat alasan untuk Hinata.


Hinata segera menatap Mike. Yang juga langsung dibalas oleh suaminya itu.


"Ya.. itu benar," imbuh Hinata menguatkan pernyataan Mike tadi.


"...begitu rupanya. Yah.. pandai-pandai menjaga kesehatan saja ya, Nona. Jangan sampai Anda berlebihan dalam beraktivitas, hingga mengabaikan banyak hal di sekitar Anda," komentar James kemudian.


'Itu sindiran! Baru saja James menyindir ku bukan?!' tebak Hinata seraya mengerutkan dahi.


Pemuda itu jelas-jelas memaksudkan kalimat nya karena Hinata telah mengabaikan panggilan telepon nya sore tadi.


Hinata memutuskan untuk tak menggubris ketidaknyamanan di acara makan malam itu. Dan ia menenggak cukup banyak wine, demi usahanya melarikan diri dari tatapan elang James yang seringkali menatap nya tajam di sepanjang acara perjamuan.


Satu jam kemudian..

__ADS_1


Pada akhirnya, karena terlalu banyak menenggak wine, Hinata malah mabuk. Ia langsung tak sadarkan diri usai menghabiskan dua gelas wine saja.


Wanita itu memang jarang meminum alkohol. Karena itulah hanya dengan dua gelas wine saja, kesadaran nya langsung terhempas entah ke mana.


"Maafkan istri ku, James. Ia tak biasanya mabuk seperti ini. Sepertinya beban kerja nya cukup berat akhir-akhir ini," tutur Nike dengan wajah yang juga sedikit memerah.


Lelaki itu juga menenggak dua gelas wine. Namun karena toleransi nya terhadap Wine cukup tinggi. Jadi ia tak mudah mabuk seperti sang istri.


"Tak apa-apa, Mike. Sebaiknya Anda bawa pulang saja Hinata. Kita berpisah sampai di aini saja," tutur James yabg kemudian memanggil pelayan untuk meminta bill nya.


"Jangan, Tuan! Biar bill ini saya yang," ucapan Mike langsung dipotong oleh James.


"Biarkan aku mentraktir kalian malam ini. Mike. Bagaimanapun juga. Aku sudah mengganggu acara makan malam kalian berdua," tutur James dengan wajah tak menyesal sama sekali.


Merasa canggung. Mike pun akhirnya mengiyakan saja perkataan James tadi.


"Teman Anda sepertinya tak datang, Tuan? Apa tak sebaiknya Anda pulang juga sekarang?" Mike bertanya.


Ia mengacu pada teman James yang katanya sudah janjian untuk makan di restoran itu bersamanya..


"Tak apa-apa. Silahkan Anda pulang duluan, Mike. Aku akan menunggu teman ku beberapa saat lagi. Siapa tahu dia terjebak macet di jalan," James menolak ajakan Mike untuk pulang.


"Oh.. kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan Names! Senang bisa bertemu dengan Anda malam ini!" Pamit Mike yang lalu memapah Hinata. Istrinya itu masih cukup sadar untuk melangkahkan kaki. Meski ia harus dipapah oleh Mike di samping nya.


"Ya. Berhati-hatilah di jalan!" Sahut James dengan wajah ramah.


Mike dan Hinata pun lalu berlalu pergi. Meninggalkan James yang menatap keduanya dengan pandangan penuh arti.


...


Begitu menemukan mobil nya di parkiran, Mike langsung saja melempar tubuh Hinata secara asal di jok belakang.


Gabruk!


Tubuh Hinata pun langsung tersungkur jatuh ke lantai mobil. Namun Mike tak perduli.


"Dasar wanita bodoh! Kau sudah mempermalukan ku did depan James malam ini! Hanya dua gelas, dan kau sudah mabuk seperti ini?! Dasar payah!" Rutuk Mike yang langsung menancap gas mobil nya menuju pulang.


Sementara itu, Hinata yang masih tersungkur di lantai mobil, tiba-tiba saja membuka kedua mata nya. Ternyata ia berpura-pura mabuk untuk menghindari perbincangan dengan James di perjamuan tadi.

__ADS_1


***


__ADS_2