
Selama beberapa hari berikutnya, Hinata sungguh tak pulang ke rumah. Ia menginap di sebuah hotel bintang lima, di mana hanya Dolly serta Deril saja yang mengetahui keberadaannya.
Dari kedua orang terdekatnya itu, Hinata mengetahui perkembangan berita tentang Mike dan Tatiana di televisi. Karena ia sendiri sudah terlalu malas untuk mendengarkan berita gosip di TV.
Hinata juga sudah mengambil cuti bekerja selama satu pekan. Jadi yang dilakukannya akhir-akhir ini biasanya hanya duduk santai di balkon kamar hotel, atau sekedar jalan-jalan keluar.
Itupun, setiap kali keluar, Hinata harus memakai penyamaran terlebih dahulu. Jika tidak, maka ia akan diserbu oleh para wartawan yang, menurut Dolly, sedang mencari-cari keberadaan nya.
Para Pencari Berita itu ingin mengetahui komentar Hinata terkait hubungan Mike dan juga Tatiana.
Suatu sore, saat Hinata sedang menikmati latte-nya, Dolly tiba-tiba saja datang dan menunjukkannya sebuah video di ponsel miliknya.
"Nat! Kamu harus lihat ini!" Titah Dolly begitu mendesak.
"Lihat apa, Ly?" Tanya Hinata dengan raut wajah bingung.
"Udah. Lihat aja deh!" Titah Dolly kembali mendesak.
Akhirnya Hinata meletakkan cangkir berisi latte-nya, lalu ia mengambil gawai milik Dolly. Tak lama kemudian, Hinata melihat wajah Mike tertampil dalam video tersebut.
"Mike! Sebenarnya di mana Hinata saat ini? Apa kalian sudah pisah rumah?" Tanya seorang reporter yang mengerubungi Mike.
"Hinata sedang pergi liburan. Katanya, dia cukup pusing menghadapi keributan ini. Jadi dia perlu waktu untuk menenangkan diri," tutur Mike menjawab dengan sikap berlagak bijak.
"Berlibur? Lalu, apa itu berarti dia akan mengajukan gugatan cerai kepada mu, Mike?" Tanya reporter lainnya.
"Siapa yang bilang begitu? Itu berita yang tak bisa dibenarkan! Hubunganku dengan Hinata baik-baik saja, kok! Kalian jangan membesar-besarkan masalah ini lah! Toh keberadaan ku dan Tatiana di hotel itu juga hal yang cukup wajar," tukas Mike dengan sikap terlihat santai.
Seketika kerumunan reporter itu mendadak hening. Sebelum akhirnya mereka menemukan suaranya kembali. Masing-masing reporter langsung berseru hampir bersamaan.
"Wajar bagaimana, Mike? Bisa tolong dijelaskan?" Tanya para reporter tersebut.
"Ya.. wajar saja kan kalau kalian tinggal dengan istri kalian sendiri?" Jawab Mike dengan cueknya.
"Istri?! Jadi Tatiana adalah istri mu, Mike?" Tanya beberapa reporter.
"Ya. Tatiana Helren adalah istri kedua ku. Jadi kami bukan pasangan selingkuh atau kumpul kebo seperti yang beredar di berita akhir-akhir ini ya!" Tegas Mike memperjelas.
__ADS_1
"Apa Hinata sudah tahu tentang ini, Mike?" tanya reporter lagi.
"Tentu saja. Nat sudah mengetahuinya sejak lama. Dan dia juga sudah merestui hubungan ku dengan Tatiana. Bagaimanapun juga mereka berdua kan berteman dekat," jawab Mike kembali.
"Sejak kapan Hinata tahu?" cecar para reporter itu lagi.
"Sebelum aku menikah dengan Tatiana, Hinata juga sudah merestui hubungan kami. Nah. Sudah dulu ya, aku harus pergi. Selamat siang kawan-kawan!" Pamit Mike terburu-buru.
Brak!
Hinata dengan spontannya menggebrak meja.
"Bohong!" Pekik nya penuh amarah.
"Mike berbohong, Ly! Aku sama sekali gak tahu tentang pernikahan itu!" Ujar Hinata.
"Sudah kuduga kau memang tak mengetahunya, Nat. Tapi dengarkan video nya dulu sampai selesai!"
Dolly lalu mengambil gawai nya dari tangan Hinata. Kemudian mem-pause video sampai ke detik yang ia tuju.
"Lihat dan dengarkan yang ini juga. Kau pasti akan lebih marah lagi nanti!" Ujar Dolly kembali.
"Apa alasanmu menikahi Tatiana adalah karena masalah anak? Karena Hinata tak bisa memberikan mu anak, Mike?" Tanya seorang reporter berwajah runcing.
Mendengar pertanyaan itu saja sudah membuat Hinata geram bukan main. Ia mengenal jelas wajah reporter tersebut. Itu adalah Nick, reporter paling menyebalkan yang seringkali membuat berita kontroversial namun tak bisa diuji kebenarannya.
Sudah seringkali Hinata menjadi korban otak jahat Nick lewat berita-berita yang dibuatnya. Dan melalui pertanyaan Nick tadi, Hinata yakin, kalau judul Headline berikutnya bisa jadi akan seperti ini,
'Tak ada Anak, CEO Mi-Star Berpoligami!'
Dan sesaat kemudian Hinata mendengar jawaban Mike yang, lagi-lagi juga telah membuatnya kesal.
"Yah.. salah staunya memang karena itu. Tapi yang pasti, aku sudah mulai menyukai Tatiana sejak lama. Namun aku juga tetap mencintai Hinata. Bagi para lelaki, kalian pasti bisa mengerti ini, bukan? Dualisme dalam cinta itu hal yang biasa bagi seorang pria," oceh Mike panjang kali lebar.
Brak!
Lagi-lagi Hinata menggebrak meja karena geram.
__ADS_1
"Apa katanya tadi? Dualisme cinta?! Hah! Sok pintar sekali, Dia!" Rutuk Hinata begitu marah.
"Karena itulah, Nat. Kenapa kau malah diam bersembunyi di sini sih? Sebaiknya kita lakukan konferensi pers segera untuk mengklarifikasikan berita ini versi dirimu. Justru dengan kau bersembunyi seperti ini, Mike akan sewenang-sewenang membuat berita versi dirinya sendiri!" Ucap Dolly memberi saran.
"Bersabarlah, Ly. Aku harus menunggu beberapa waktu lagi. Tunggu saja sampai hari Senin. Oke?"
"Kau menunggu apa sih memangnya?" Tanya Dolly tak sabar.
"Aku sedang menunggu hyena yang lain untuk muncul ke permukaan. Jadi, bersabarlah sedikit lagi,"
"Hyena? Maksud mu, Tatiana?"
"Ya.. salah satunya dia. Tiana belum membuat pernyataan apapun kan?" Tanya Hinata.
"Belum.."
"Nah. Kita tunggu dia membuat pernyataannya juga. Apa dia sudah mulai aktif syuting dan photo shoot lagi?"
Kali ini Dolly menggeleng.
"Enggak. Ku dengar banyak job desk nya yang di-cancel. Dan ia juga terancam akan dipidanakan karena merugikan beberapa perusahaan akibat munculnya berita ini," terang Dolly.
"Nah. Sejauh ini, sudah bagus. Aku sudah menduga hal ini akan terjadi," komentar Hinata keceplosan.
"Kau sudah menduganya, Nat?" Tanya Dolly tak percaya.
Memang, selama ini, hanya Deril dan Anis saja yang mengetahui niatan Hinata untuk membalas dendam. Kepada Dolly, manajer nya itu, Hinata tak mengatakan tentang aksi balas dendamnya ini.
Karena Dolly adalah seorang yang 'lurus'. Itu istilah Hinata untuk menggambarkan kalau Dolly adalah seorang yang menjunjung tinggi idealisme dalam bekerja. Karena itulah, Dolly paling tak suka dengan setiap intrik dan siasat kotor yang sering dilakukan oleh para pelaku aktif di industri hiburan di negeri ini.
"Hinata! Jangan bilang kepadaku kalau semua berita ini juga sudah kau prediksi? Apa itu berarti, kau berada di balik semua kericuhan tentang rumah tangga mu sendiri, Nat?!" Tanya Dolly dengan raut wajah serius.
Melihat nya, Hinata jadi merasa sedikit gentar.. sekaligus juga bersalah.
Setelah beberapa saat terdiam, Hinata akhirnya mengakui yang sebenarnya juga kepada manajernya itu.
"Hh.. maafkan aku, ya Ly.." ucap Hinata dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
***