Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita
Menelepon Mike


__ADS_3

"Tapi James, darimana kau tahu kalau aku akan berada di sini? Maksud ku, aku tak mengatakan padamu kalau aku berada di lobi kantor Mike kan sekarang ini?" Cecar Hinata masih mencari jawaban James.


Hati wanita itu sedikit khawatir. Bila lelaki di depan nya itu diam-diam mengirimkan intel untuk membuntuti semua gerak-gerik nya.


'Apa jangan-jangan James seorang psikopat yang suka membuntuti mangsa nya?!' pekik Hinata yang merasakan gentar dalam hati nya.


"Tentu saja aku tahu dari status medsos mu, Nona. Bukan kah setengah jam yang lalu kau habis meng upload foto sedang duduk di sini?" Ujar James seraya tersenyum.


"Oh ya! Aku memang meng upload foto nya ya.." gumam Hinata yang dihinggapi oleh perasaan malu karena telah berprasangka yang tidak-tidak kepada James.


Toba-tiba saja sebuah suara lain memotong percakapan Hinata dengan James. Suara itu milik Dolly.


"Nat! Ini script nya. Kau pelajari lah dulu ya. Lusa pagi aku akan menjemput mu di rumah. Oke?" Dolly yang baru saja mengambil script di lantai atas kini telah kembali dan menyadarkan script nya kepada Hinata.


"Oke. Makasih ya, Ly. Sama-sama, Say. Hmm?"


Dolly yang sedari tadi fokus melihat Hinata sesaat kemudian baru tersadar dengan keberadaan James.


Selama beberapa waktu Dolly memperhatikan wajah James dalam diam. Dan setelah ia mengingat siapa identitas James, ia pun langsung terlonjak berdiri dari atas sofa dan berseru dengan suara yang kelewat lantang.


"Oh! Tuan James! Anda di sini? Maafkan kelalaian saya yang sempat tak menyadari keberadaan Anda!" Pekik Dolly seraya membungkukkan badan nya beberapa kali.


"Never mind, Mrs.," Sahut James dengan kalimat singkat.


Dolly lalu memandang ke arah James dan juga Hinata secara bergantian.


"Maaf. Anda mengenal Hinata kami, Tuan?" Tanya Dolly tetiba.


"Yes.." sahut James lagi tak kalah singkat.


Menyadari kebingungan itu masih bercokol di wajah manager nya, akhirnya Hinata mengajukan diri untuk menjelaskan perihal pertemuan pertama nya dengan James.


"...jadi begitu, Ly.. Tuan James, perkenalkan dia ini Dolly. Manajer ku," ucap Hinata menutup dengan perkenalan.


"I see.. nice to meet you, Mrs. dolly," sapa James sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Aku dengar, kamu kembali ke dunia modelling, Nona Hinata? Itu hal yang sangat bagus!" Ujar James kemudian mengajak mengobrol Hinata.


"Benar, Tuan. Rabu kemarin adalah malam come back nya saya,"


"Uhuh? Acara apa itu?"


"Fashion show Musim Dingin nya Peter Ling, Tuan," jawab Hinata dengan jawaban lugas.


"Oh.. aku menerima undangan nya juga. Sayang nya aku ada acara malam itu. Sayang sekali. Kau pastilah tampil sangat menawan malam itu," puji James dengan tulus.


"Haha.. Anda terlalu memuji ku, Tuan. Aku masih membutuhkan banyak pengalaman lagi, Tuan, di dunia modelling ini," tutur Hinata merendah hati.


"Nah. You're right. Practice surely makes you better (dengan berlatih, kau jelas akan jadi lebih baik)," James mengucapkan sebuah petuah lama.


Hinata pun lalu mengangguk setuju.


Sepanjang keduanya berbincang, Dolly tampak diam saja sedari tadi. Karena merasa tak bisa ikut bergabung dengan obrolan keduanya, akhirnya Dolly pun memutuskan untuk pamit undur diri terlebih dulu kepada keduanya.


"Mohon maaf Tuan James.. saya permisi pergi terlebih dulu. Karena ada jadwal tanda tangan kontrak untuk model lain yang saya pegang," ujar Dolly seraya memberikan sang pria tampan sebuah senyuman menyesal.


Setelah itu, Dolly berkata pula kepada Hinata.


"Nat, aku pergi dulu ya. Melody mestilah sudah menunggu ku di rumah nya," ucap nya agak terburu-buru.


Melody adalah aktris muda yang kini dipegang oleh Dolly.


"Iya, Ly. Pergilah. Aku masih menunggu Mike di sini," jawab Hinata mempersilahkan manager nya itu pergi.


"Pak Bos? Bukankah dia baru saja pergi keluar? Aku melihat nya lewat tadi di lantai atas. Ku dengar dia akan pergi makan siang. Itu ku dengar dari perbincangan nya saat menelpon seseorang," tutur Dolly keheranan.


"Bukan nya dia bertelepon dengan mu, Nat? Karena aku sempat mendengar nya memanggil si penelpon dengan sebutan 'Sayang'..?" Lanjut Dolly dengan pandangan heran.


Hinata sempat merasa oleng. Ia sepertinya bisa menebak dengan siapa Mike menelpon tadi. Namun wanita itu tak ingin menunjukkan cacat Mike dulu kepada orang-orang di sekitar nya saat ini.


Karena itulah, dengan terpaksa Hinata pun akhirnya berbohong.

__ADS_1


"Oh.. ya. Dia memang tadi sempat menelpon ku. Mungkin dia sedang pergi mengecek staf bagian lain terlebih dulu sebelum turun ke sini.." sahut Hinata berkilah.


"Oh begitu.. yah. Mungkin saja. Ya sudah. Kalau begitu aku pergi dulu ya, Nat. Tuan James, senang bertemu dengan anda," tutur Dolly berpamitan.


Dan akhirnya, manajer Hinata itu pun pergi jua meninggalkan area perkantoran Mi-Star.


Tak beberapa lama kemudian..


"Sebentar ya, Tuan. Aku akan menghubungi Mike dulu. Ku rasa dia sudah agak terlalu lama," tutur Hinata sebelum akhirnya berdiri dan sedikit menjauh dari James.


Setelah jarak nya cukup aman dari James, Hinata langsung saja men dial nomor telepon Mike. Hagi nya sudha diliputi oleh perasaan geram. Lantaran ia tahu, kalau saat ini Mike kemungkinan besar sedang bersama dengan Tatiana.


"Mike. Kau di mana?" Tanya Hinata langsung saat panggilan telepon nya tersambung.


"Aku keluar sebentar ya, Nat. Hanya setengah jam saja. Tunggu lah aku, oke. Acara makan siang nya jam 1 kan?" Tanya Mike dari seberang telepon.


"Iya sih. Tapi Mike, sekarang James juga sudah ada di loby Mi-Star. Dia mengajak untuk pergi bersama ke rumah kakak nya itu. Jangan membuat nya menunggu terlalu lama!" Tegur Hinata mengingatkan sang suami.


"Apa?! James ada di Mi-Star? Kenapa kau tak mengatakan kalau kalian berjanji untuk bertemu di Mi-Star? Sebentar, dulu, Nat. Jangan tutup telepon nya dulu," ujar Mike sedikit panik.


Beberapa detik berikut nya Mike tak lagi bicara. Meski begitu Hinata bisa menebak kalau saat ini Mike pastilah sedang membujuk tatiana untuk melepaskan nya pergi.


"Nat.. aku akan ke sana sebentar lagi. Kau ajak mengobrol saja dulu, James. Oke?" Ucap Mike terburu-buru.


Dan setelah nya, panggilan telepon pun diputus begitu saja oleh Mike.


Klik.


"Maaf James, Mike sedang ada urusan mendadak. Kita tunggu sebentar lagi, gak apa-apa kan?" Tanya Hinata tak enak hati.


"It's okay, Nat," sahut James dengan senyuman ramah yang sama.


Keduanya pun akhirnya berbincang lagi sampai Mike akhirnya tiba lima belas menit kemudian.


***

__ADS_1


__ADS_2