Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita
Kekhawatiran Anis


__ADS_3

Kembali ke apartemen Hinata, dengan Mike yang masih menahan sejumput rambut wanita itu dalam genggaman tangan nya.


Lelaki itu tadi sempat membenturkan kepala Hinata ke lantai. Namun Hinata berhasil melindungi kepalanya dari benturan dengan tangan nya. Meski begitu, tetap saja rasa pusing itu masih ia rasakan jua. Dan setelahnya, Hinata teringat dengan keraguan Mama saat sebelum ia menikah dnegan Mike dulu.


"Kau tak berhak untuk menghujat ku, Nat! Aku berhak melakukan apapun yang ku mau! Lagi pula. Sejak awal kita menikah, aku tak pernah sekalipun mencintai mu!" Ungkap Mike dengan sejujurnya.


Hinata tertegun seketika. Meski ia sudah menduga kalau Mike tak pernah menyimpan cinta untuknya.. meski hati nya sudah meyakini kalau Mike tak pernah mencintainya..


Tapi tetao saja, saat Hinata mendengar pernyataan itu keluar dari mulut Mike, hati wanita itu nyatanya tetap merasakan sembilunya luka. Pernyataan Mike tadi kian memperbesar penyesalannya karena telah salah memilih orang untuk dicintai.


Seharusnya ia mengikuti saran Sofi dulu. Sofi pun sempat menyarankan padanya untuk memikirkan baik-baik rencana nya untuk resign dari dunia model demi bisa menikah dengan Mike.


Kata Sofi dulu..


'Lebih baik dicintai daripada sibuk mencintai. Nat.. mencintai seseorang yang tak balik mencintai mu itu proses yang sangat melelahkan. Ibarat kau seperti hendak membangun rumah yang kalian tempati bersama dengan tangan mu sendiri. Sementara dia yang kau pilih malah ongkang-angkang kaki di atas gubuk yang kau bangun dengan susah payah itu.. pikirkan lagi baik-baik keputusan mu ini, Nat..' ucap Sofia kepadanya, dulu.


Air mata itu kembali berlinangan di kedua pipi Hinata. Kini ia baru menyadari, kalau orang-orang yang benar-benar peduli padanya ternyata sudah bisa melihat kebusukan Mike sejak dulu.


Sementara dirinya sendiri telah ditutupi oleh perasaan cinta yang menggebu-gebu terhadap Mike. Benar juga lah kata pepatah lama.


'Tak sepatutnya kita mencintai dengan terlalu. Benci dan cintailah sesuatu sekedarnya saja. Karena bisa jadi perasaan itu akan berubah menjadi sebaliknya di waktu yang tidak kita sangka-sangka nantinya.'


Kini, pepatah lama tersebut menunjukkan tulah nya. Hinata kini tak lagi menyimpan rasa cinta yang dulu digebu-gebukannya terhadap Mike.


Perasaan itu kini telah bermetamorfosa menjadi rasa benci yang menjadi-hadi. Karena sebab Mike lah ia kehilangan banyak hal yang berharga darinya.


Hinata kehilangan waktu dan masa mudanya dengan sia-sia. Dan itu semua dibalas oleh Mike dengan pengkhianatan yang kejam! Bahkan sahabat baiknya pun ikut terlibat dalam pengkhianatan itu!


"Kau tahu, Nat! Sejak dulu, aku sama sekali tak pernah mencintai mu! Bagiku, kau hanyalah sebuah aksesoris semata! Kau hanya trofi yang bisa kubangga-banggakan kepada orang-orang di sekitar ku!" Imbuh Mike di dekat telinga Hinata.


Setiap kata-kata dari mulut Mike itu jelas menjadi duri tajam yang menusuk batin Hinata yang sudah terluka parah. Lelaki itu memang sungguh kejam. Sangat-sangat kejam!

__ADS_1


"Kau membosankan! Kau payah! Kau jelas kalah cantik dari Tiana! Dan kau tahu, Nat? Tiana kuga jauh lebih bisa memuaskan ku di atas ranjang! Qiqiqii!!" Mike terkekeh lepas.


Sementara Hinata kini memandang penuh benci ke arah lelaki itu.


"Yang jelas, kau memang wanita biasa, Nat! Apalagi kau juga mandul!" Imbuh Mike lebih lanjut.


Batin Hinata kian teriris rasanya mendengar hinaan demi hinaan yang dilontarkan oleh Mike kepada nya.


Mandul. Hinaan itulah yang paling menyakitkan di antara semua hinaan yang ditudingkan Mike kepada nya.


Karena hinaan itulah satu-staunya alasan kepercayaan diri wanita itu kian terkikis di setiap waktunya. Apalagi setiap kali ia harus berhadapan dengan orang tua Mike. Terutama Mama Lani!


Mertua perempuannya itu tak segan-segan menyebutnya mandul di setiap kesempatan. Hinaan yang jelas melucuti kepercayaan diri yang Hinata pupuk selama ini.


"Kau lihat, Nat! Kau ternyata tak sesempurna seperti yang kau bayangkan! Dan aku sungguh bosan harus bertahan selama ini untuk menjadi suami mu!"


"Kalau begitu, bukankah sebaiknya kita berpisah?! Kenapa kau malah selingkuh di belakang ku, Mike?! Kenapa juga harus dengan Tiana! Dia itu sahabat ku! Kau jelas tahu itu!" Pekik Hinata berusaha berontak dari keterpurukannya.


"Aku tak pernah mela cur!"


"Ya! Kau melakukan nya, Nat! Kau khianati aku bersama dengan Deril!"


"Aku dan Deril hanya berkawan baik!" Sanggah Hinata.


"Cih!" Mike tak segan-segan meludahi wajah Hinata.


Dan itu membuat Hinata jadi kian terhina. Wanita itu langsung mengusap wajah nya yang diludahi oleh Mike dengan lengan baju. Setelah itu, Hinata lanjut memandang Mike dengan tatapan penuh kebencian.


"Jangan mengelak lagi. Hinata! Dalam hubungan antara pria dan wanita, tak ada itu namanya murni persahabatan! Kau pikir aku bodoh apa?!"


"Jangan samakan aku dengan hubungan my bersama Tiana, Mike! Aku jelas tak seperti kalian berdua yang mengikuti nafsu binatang liar kalian tanpa berpikir panjang!" Hardik Hinata dengan pandangan berani.

__ADS_1


Mike pun seketika menjadi kian murka. Sehingga untuk kedua kalinya, lelaki itu kembali membenturkan kepala Hinata ke lantai. Sayang sekali, Hinata tak sempat menyelamatkan kepala nya kali ini.


Benturan langsung dengan lantai pun akhirnya dirasakan jua oleh kepala wanita tersebut.


Dug!


***


Sementara itu di pinggir jalan besar, Anis terlihat merenungkan sesuatu.


Gadis itu sedang menunggu angkot yang akan mengantarkan nya pulang kembali ke kontrakannya di pusat kota. Akan tetapi, ada yang mengganggu pikirannya saat ini.


Sesaat tadi, ia sempat melihat seseorang yang sepertinya ia kenal. Namun Anis tak begitu yakin.


"Yang tadi itu, suami nya Kak Hinata bukan ya?" Gumam Anis merenung sendirian di tepi jalan.


Flashback lima belas menit yang lalu..


Anis baru saja keluar dari lift, saat matanya menangkap seorang pria memakai jaket hoodie yang menutupi kepalanya. Lelaki tiu tampak berbincang dengan penjaga apartemen.


Anis hanya melihat sekilas wajah pria itu. Namun setelah berjalan hingga ke pinggir jalan, gadis itu terus saja teringat dengan wajah pria tersebut. Ia merasa seperti mengenal nya. Namun Anis lupa ia mengenal lelaki itu di mana.


Flashback selesai.


Setelah lama berpikir. Akhirnya Anis teringat kalau wajah pria berewokan tadi mengingatkannya dengan profil dari suami Kak Hinata.


Lama termenung diam di pinggir jalan, Anis akhirnya diliputi oleh perasaan tak tenang. Ia khawatir, bila benar pria tadi adalah suami dari Kak Hinata, maka besar kemungkinan pria tadi hendak menemui sepupunya itu.


Dengan pertimbangan berita akhir-akhri ini, entah kenapa juga Anis yakin kalau lelaki tadi memiliki niat yang tak baik terhadap Hinata. Jadilah akhirnya dnegan bergegas Anis pun kembali berbalik menuju apartemen Hinata kembali.


"Aku harus memastikan dulu kalau Kak Nat baik-baik saja! Semoga aku tak terlambat!" Gumam Anis dengan langkah yang terburu-buru.

__ADS_1


***


__ADS_2