
"Kenapa minta jemput segala sih, Yang? Tumben.." komentar Mike kemudian, saat Hinata baru saja masuk ke dalam volvo metalik yang ia kendarai.
"Mobil ku lagi di bengkel Mike.." jawab Hinata beralasan.
Padahal sebenarnya mobil nya masih terparkir rapih di garasi rumah mereka. Hinata sengaja meminta dijemput oleh Mike untuk memanas-panasi Tatiana tadi. Dan, usahanya itu berhasil.
"Manajer mu.. siapa itu namanya? Polly memang ke mana?" Tanya Mike lagi dengan nada kesal.
"Dia yang bawa mobil ku ke bengkel, Mike.." jawab Hinata kembali.
"Kamu kan bisa naik taksi. Aku masih sibuk banget soal nya nih.." gerutu Mike tak sabar.
"Dompet ku tadi terbawa di tas nya Dolly. Kamu tega aku pulang jalan kaki sampai rumah?!" Gantian Hinata yang menggerutu.
"Hah! Sekali ini aja ya aku mau jemput kamu. Lain kali lebih hati-hati lagi dong!" Omel Mike.
Akhir-akhir ini, sikap Mike pada Hinata mulai sering dibumbui dengan emosi. Suami nya itu mungkin berpikir kalau ia sudah berada di atas angin setelah berhasil menggaet Union Grup menjadi investor inti di perusahaan nya.
Apalagi Mike juga sudah memperhatikan kalau Hinata sama sekali belum mendekati James. Jadi pikirnya investasi Union Grup itu pastilah inisiatif dari James sendiri yang tertarik dengan perusahaan Mi-Star.
Karena itulah di mata Mike, Hinata adalah istri yang tak berguna sama sekali untuk nya.
***
Di perjalanan pulang, Hinata mendapati Mike seperti sedang sibuk membalas pesan dengan ponsel nya.
"Menepi dulu, Mike. Jangan pegang ponsel sewaktu berkendara. Itu terlalu berbahaya!" Tegur Hinata segera.
Mike akhirnya menepikan mobil nya. Setelah itu ia pamit keluar dulu menjauh dari tempat mobil nya berada. Atau lebih tepatnya lagi adalah menjauh dari telinga istri nya, Hinata.
Dari dalam mobil, Hinata dapat melihat kalau Mike terlibat perbincangan yang cukup serius dengan seseorang di seberang telepon. Saat ia melihat Mike melirik sesekali ke arah mobil, sebuah dugaan pun terlintas di benak wanita tersebut.
Hinata bisa menduga kalau besar kemungkinan yang sedang menelpon Mike saat ini adalah Tatiana. Madu nya itu pasti sedang merajuk di telepon kepada Mike usai ia panas-panasi tadi.
Hinata lalu menghubungi seseorang melalui ponsel nya.
"Tunggu di dekat rumah. Setelah itu, buntuti mobil suami ku. Dokumentasikan beragam foto bagus yang bisa kau tangkap nanti. Kuat dugaan, ia akan menemui Tatiana setelah ini,"
"...." Seseorang di seberang telepon lalu mengatakan sesuatu.
Dan Hinata pun lalu menjawab.
"Ya. Semua jenis foto yang bisa kau ambil. Ambil saja. Kira-kira, yang menurut mu cukup bagus lah untuk dipajang di halaman depan majalah gosip murahan!" Imbuh Hinata kembali.
"..."
"Ya. Aku tunggu hasil nya segera!"
__ADS_1
Klik.
Hinata menutup sambungan telepon nya, tepat ketika Mike baru saja membuka pintu depan mobil.
"Kamu habis teleponan sama siapa? Kayak nya muka kamu serius banget," komentar Mike sambil menghidupkan mesin mobil kembali.
"Nah.. tadi Dolly mengabarkan kalau ia sudah membawa mobil ku kembali ke rumah. Syukurlah kerusakan nya gak banyak. Jadi besok aku tak perlu merepotkan mu dengan meminta jemput lagi," tutur Hinata menebar dusta.
"Oo.. baguslah!" Sahut Mike singkat.
"Dan kamu, Mike.. tadi kamu habis teleponan dengan siapa?" Tanya balik Hinata.
Wanita itu mengamati wajah sang suami lekat-lekat. Dan ia berhasil menangkap kegugupan di wajah Mike.
"Ee.. asisten James.. ya.. Tadi itu asisten James memberi kabar kalau lusa kami harus sudah mengusulkan nama artis pria dan wanita yang akan menjadi brand ambassador dari produk oarfum barunya," papar Mike menebar dusta pula.
"Ooh.." gumam Hinata singkat.
Dan suasana pun menjadi hening.
"Nat..?" Panggil Mike tiba-tiba.
"Hmm?" Sahut Hinata sambil menolehkan kepalanya ke arah MIke.
"Kamu gak apa-apa kan kalau Mi-Star mengajukan nama Tatiana, alih-alih nama mu?" Tanya Mike berhati-hati.
Hinata sengaja memberi jeda dan tak buru-buru menjawab pertanyaan dari Mike..
Mike melihat senyuman Hinata sebagai sebuah penerimaan dari istrinya itu. Padahal sebenarnya wanita itu memang sudah menunggu-nunggu agar karir Tatiana meroket tinggi untuk kemudian bisa ia jatuhkan sejatuh-jatuhnya nanti.
"Kamu memang sahabat yang baik, Nat. Aku bangga padamu!" Puji Mike sambil meninggalkan kecupan singkat di kening sang istri.
'Silahkan nikmati sisa-sisa masa kejayaan mu, Mike.. sampai detik ketika kau ku jatuhkan nanti, saat itulah aku akan dengan puasnya menertawakan kalian berdua. Ini adalah hadiah ku untuk kalian yang sudah berani bermain di belakang ku!' umpat Hinata dalam hati.
***
Syuting video musik LINK akhirnya berakhir di hari ketiga sejak dimulainya syuting. Kini Hinata hanya tinggal menunggu saat video musik nya rampung. Baru setelah video nya rampung dan sudah tersebar ke masyarakat, Hinata akan melepaskan bom yang akan menghancurkan dunia Mike dan juga Tatiana.
Selagi menunggu masa itu datang, Hinata kembali memfokuskan dirinya untuk terus melebarkan sayapnya di dunia Entertaintment.
Kini ia juga memberanikan diri menjadi host sebuah acara musik. Berdua dengan seorang komedian tampan, Hinata sukses membawakan acara musik tersebut sehingga bisa difavoritkan oleh banyak penonton nya.
Beberapa bulan setelah nya..
Bom yang sudah disiapkan oleh Hinata sejak lama itu akhirnya pecah di oertengahan tahun itu. Saat itu, karir Tatiana sedang berada di puncak-puncak nya. Wajah nya berhasil terpampang di banner-banner raksasa yang terpasang di jalan raya besar.
Tak ubahnya dengan Tatiana, perusahaan Mi-Star yang dibesarkan oleh Mike pun kian berkembang pesat. Suami nya itu bahkan sudah berencana untuk melebarkan sayapnya ke ranah industri pariwisata. Sayang sekali, Mike tak mengetahui kalau istrinya sendiri sudah menyiapkan hadiah besar untuk nya.
__ADS_1
Hadiah yang diterima oleh Mike di pertengahan taun itu. Tak lama sebelum hari ulang tahun nya tiba.
Saat itu, Mike sedang berada di hotel tempat Tatiana menginap. Keduanya sedang menikmati quality time berdua.
"Kau tahu, Mike..? Mungkin sudah waktunya kau membuang Hinata sekarang? Dia sudah tak berguna lagi untuk kita, bukan?" Bujuk Tatiana merayu di pangkuan Mike.
"Mm..mm.. ya.. aku akan mengurus surat perceraian kami segera. Tapi sebelum itu, aku ingin meminta hadiah ku duluan darimu, Cinta.." gunam Mike di leher Tatiana.
"Hm.mm..? Hadiah apa yang kau inginkan, Mike?" Tanya Tatiana dengan gaun yang sudah hampir terlepas dari tubuhnya.
"Aku mau.."
Tok. Tok. Tok.
Ucapan Mike terhenti oleh ketukan di pintu kamar mereka.
"Iishh! Siapa sih yang sudah datang mengganggu?!" Dumel Mike merasa kesal.
"Abaikan saja.." komentar Tatiana yang has rat nya sudah terbangunkan.
Akan tetapi..
Tok. Tok. Tok.
Lagi-lagi pintu kamar mereka diketuk.
Kali ini ketukan nya terus-menerus dan berkesinambungan.
Tak lagi bisa bersabar, akhirnya Mike pun memindahkan Tatiana dari atas pangkuan nya ke sofa.
"Tunggu sebentar. Aku akan melihat dulu siapa yang sudah kurang ajar mengetuk pintu seperti itu!" Ujar Mike seraya bangkit berdiri.
Lelaki itu lalu berjalan menuju pintu dan langsung saja membuka nya.
Begitu pintu terbuka, Mike sangat terkejut. Karena tiba-tiba saja ia didorong masuk kembali ke dalam ruangan oleh sekumpulan orang yang membawa kamera. Orang-orang tersebut lalu memberondonginya dengan pertanyaan-pertanyaan serta mengambil foto dirinya yang tampak berantakan.
"Mike, apa yamg Anda lakukan di kamar ini? Bukankah kamar ini direservasi atas nama model Tatiana Helren? Apa hubungan mu dengan nya?"
"Mike, apa Tatiana ada di ruangan ini bersamamu?"
Tak lama kemudian, Tatiana tiba-tiba muncul dari arah dalam. Dan ia pun segera menjadi sasaran empuk para kameramen dan juga wartawan yang melabrak mereka berduaan di kamar hotel.
Memang, Tatiana sudah mengenakan gaunnya kembali. Namun penampilan gaun nya yang tanpak kusut, begitupun dengan rambut yang kusut pula, berhasil membuat para wartawan tak henti-hentinya mengambil foto Tatiana saat itu.
"Keluar! Keluar kalian semua!" Titah mIke yang kemudian langsung mendekati Tatiana untuk menyembunyikan wanita itu di belakang nya. Sayang sekali usaha MIke itu gagal total. Para wartawan yang jumlah nya sekitar delapan orang itu berhasil mengabadikan momen keduanya sedang bersamaaan di ruang hotel.
Dan hasil tangkapan gambar dari wartawan itu kemudian menjadi head news di berbagai berita majalah, surat kabar,serta acara TV di negeri ini.
__ADS_1
Dengan begitu, bom yang sudah disiapkan oleh Hinata untuk suami dan madunya itu, akhirnya meledak pada detik itu juga.
***