
Beberapa hari berikutnya, media memberitakan kerja sama antara Mi-Star dan Union Grup. Dengan kerja sama ini, Mi-Star berhasil naik daun dan menempati posisi sebagai perusahaan paling maju di negeri ini saat ini.
"Rencana mu berhasil, Nat. Mike memakan umpan mu. Setelah ini, kau akan menyerang Tatiana bukan?" Ucap Deril melalui sambungan telepon.
"Apa umpan untuk wanita itu juga sudah ia makan?" Tanya Hinata dengan nada datar.
"Well, baru ada wacana sih. Benar katamu, Union Grup memang meminta artis dari perusahaan kita untuk jadi brand ambassador produk parfum nya. Besar kemungkinan, Tatiana lah yang akan terpilih nanti. Walaupun sebenarnya.."
Ucapan Deril menggantung.
"Ada apa, Ril?" Tanya Hinata.
"Apa kau tak terlalu berlebihan membiarkan Tatiana mengambil kesempatan emas ini? Maksud ku, kenapa kau tak meminta Mike saja untuk menjadikan mu brand ambassador dari produk parfum tersebut?" Tanya Deril mengusulkan.
"Deril.. kalau aku memakan umpan ku sendiri. Lalu bagaimana aku akan menangkap ikan buruan ku? Jangan lupa dengan tujuan awal kita melakukan semua ini. Oke!" Ujar Hinata dengan tegas.
"Oh. Baiklah. Aku kan hanya mengusulkan saja. Maksud ku, kenapa kau tidak.."
Ucapan Deril langsung dipotong oleh Hinata.
"Kalau kau mengusulkan ide yang sama lagi, maka aku akan memecat mu dari rencana ini!" Ancam Hinata setengah bercanda setengah serius.
"Hey! Santai saja Nona. Iya. Iya. Iya. Kita ikuti rencana mu itu oke? Selanjutnya, apa lagi yang harus ku lakukan, Nat?"
"Segera buat Tiana memakan umpan nya. Dan beritakan kejayaan nya sebesar mungkin di media. Biarkan dia menikmati masa-masa terakhir kejayaan nya. Sebelum kita jatuhkan mereka berdua di waktu yang bersamaan. Bukankah rencana ku sudah cukup jelas, Ril? Jangan minta aku tuk mengulangi nya lagi ya!" Rutuk Hinata yang mulai kesal dengan Deril.
"Siap! Oh ya, Nat. Tadinya ku pikir kau ganti nomor. Tapi ternyata tidak," ujar Deril tiba-tiba.
"Kenapa kau pikir begitu, Ril?" Tanya Hinata bingung.
"Yah.. James bertanya kepada ku kemarin. Ia bertanya apa kau sudah ganti nomor. Dan ku jawab tidak.."
Deg. Deg.
Mendengar nama James, telah membuat benak Hinata kembali dirundung kacau dengan rasa yang mulai bergemuruh di dada nya.
Percakapan telepon itu pun terhenti sejenak. Sampai kembali terdnegar suara Deril berkata.
"Sepertinya James tak bisa menghubungi nomor mu," Deril kembali menjeda kalimat nya.
__ADS_1
Dengan nada ragu, pemuda itu pun bertanya,
"Apa kau memang sedang menghindarinya, Nat? Apa hubungan kalian baik-baik sa--"
"Aku harus pergi syuting sekarang. Bye, Ril!" Pamit Hinata begitu saja.
Klik.
Dan sambungan telepon dengan Deril pun terputus setelahnya.
Hinata menyandarkan kepala nya yang pusing ke sandaran sofa di ruang tamu. Ia baru saja selesai nge-gym, ketika Deril tiba-tiba menelpon nya.
Laporan Deril tentnag rencana untuk menjatuhkan Mike-Tatiana membuat hati nya lega sedikit. Namun begitu Deril menyebutkan nama James..kegundahan itu kembali melanda Hinata.
Hinata memang memblokir nomor James di ponsel nya. Ini dimaksudkan agar lelaki itu tak terus-menerus menelpon atau mengirimi nya pesan.
"Hhh.." Hinata pun menghela napas letih, dalam-dalam.
***
Syuting video musik LINK akhirnya dimulai pada akhir pekan itu. Tempat nya berada di kawasan perbukitan golf.
Perlu beberapa kali take sebelum akhirnya scene dengan Remy berhasil memuaskan Mr. Lee, sutradara video musik tersebut.
Setelah scene dengan Remy, Hinata barulah beradu akting dengan Tatiana. Keduanya memperagakan scene saat keduanya sedang berpiknik di taman. Saat keduanya tampak berbincang dan tertawa bersama.
"Cut! Oke! Kita akhiri sampai di sini!" Teriak Mr. Lee, mengakhiri proses syuting di hari itu.
...
Di ruang ganti..
Hinata merasa cukup letih usai menyelesaikan syuting di haru ini. Jujur saja. Ini adalah pengalaman pertama nya melakukan syuting video musik.
Dulu ketika ia masih berjaya, Hinata biasanya hanya mengambil job desk iklan, photo shoot untuk majalah dan artikel, serta berpartisipasi di ajang fashion show saja.
Pengambilan syuting video musik sebenarnya memiliki kemiripan dengan pengambilan syuting iklan. Hanya saja, dalam proses nya syuting video musik membutuhkan waktu yang lebih lama. Karena harus dilakukan di beberapa tempat yang berbeda.
Sementara untuk syuting iklan biasanya bisa selesai hanya dalan satu hari saja dan di satu tempat yang sama.
__ADS_1
"Kau cukup bagus, Nat!" Puji Tatiana yang sudah selesai berganti baju lebih dulu.
Wanita itu kini tampak sedang duduk di atas kursi tinggi. Beberapa asisten nya tampak sibuk di sekitar Tatiana. Ada yang memegang minuman, mengipas-kipasi Tatiana, serta memijit kaki sang model.
Melihat Tatiana, Hinata baru menyadari betapa bossy nya Tatiana saat ini.
"Yah.. kau jelas lebih berpengalaman dalam hal ini, Tii. Pastilah kau sudah berlatih dengan keras selama beberapa tahun terakhir ini," puji Hinata sambil melepas aksesoris anting dari telinga nya.
"Yah.. memang benar ucapan mu itu, Nat. Pengalaman selama bertahun-tahun memang sudah melatih ku hingga menjadi senior di antara para model baru. Tapi ini tak terlalu sulit sebenar nya. Kau jelas membutuhkan ketangkasan dan kemampuan untuk tetap bertahan di dunia entertaintment ini," tutur Tatiana berorasi.
'Cih.. dia bermaksud untuk mengatakan kalau dia lebih senior di antara para model baru! Silahkan saja kau berbangga hati untuk sementara ini, Tii. Karena tak lama lagi, kau akan kehilangan kepercayaan diri yang kau bangga-banggakan itu!' rutuk Hinata dalam hati.
"Yah.. tentu saja, Senior Tiana..!" Puji Hinata dengan senyuman palsu.
Menerima pujian dari Hinata, Tatiana pun tampak tersenyum puas.
"Kau tahu, Nat! Aku akan merekomendasikan nama mu ke beberapa editor majalah yang ku kenal. Dengan begitu, kau bisa kembali terkenal. Walaupun mungkin tak akan se terkenal seperti dulu sih ya.." imbuh Tatiana dengan nada angkuh.
"Wah.. terima kasih, Tii.. kau memang sahabat ku yang terbaik!" Tutur Hinata lagi-lagi sambil tersenyum palsu.
"Hmm.. sebaiknya aku pulang lebih dulu. Kau mau ikut limousin ku, Nat? Aku akan mengantarkan mu pulang?" Tawar Tatiana dengan wajah ramah.
"Ah..tak perlu, Tii.. Mike akan menjemput ku pulang nanti," tolak Hinata sedikit memanasi madu nya itu.
Dan usahanya itu berhasil.
"Mike akan menjemput mu? Tapi, bukankah dia saat ini biasanya sedang sibuk di kantor?" Tanya Tatiana tak percaya.
"Memang biasanya dia sibuk. Tapi kalau aku memintanya untuk datang menjemput, sudah pasti dia akan menjemput ku, Tii.." sahut Hinata kembali memanasi ex sahabat nya itu.
Hinata tak melihat reaksi Tatiana lebih lanjut. Karena detik berikut nya, seorang crew datang dan mengatakan kalau Mike sudah menunggu nya di depan.
"Nah! Itu dia Mike! Kalau begitu, aku pulang duluan ya, Tii.. sampai jumpa besok!" Pamit Hinata dnegan senyuman lebar. Kali ini, senyuman nya itu sungguhan asli ia hadiahkan teruntuk ex sahabat nya itu.
'Hahaha! Panas, panas deh kamu, Tii!!' kekeh Hinata tanpa suara.
***
.
__ADS_1