Savage

Savage
PROLOG


__ADS_3

Di bawah pohon sakura, dua sosok dengan jubah keabu-abuan beterbangan dengan cahaya berpendar di seluruh tubuhnya. Sebuah buku berwarna hitam pekat terbuka pada halaman tengahnya. Tak ada dari mereka tahu apa yang terjadi.


“Bagaimana ini bisa terjadi? Kekuatanku terserap ke dalam buku!” salah satu sosok hitam berseru.


“Cepat tutup bukunya sebelum seluruh kekuatanmu terkuras habis!” ujar salah satu sosok yang lebih besar dan bercahaya.


Sosok itu mendekat ke buku itu. Semakin dekat sosoknya, buku semakin menghisap energinya.


“Dewa, tolong aku! Aku tak bisa menutupnya!.” Sosok kecil itu adalah pelayan dewa.


Sang dewa acuh dan membuang muka. Baginya, membantu pelayan akan menodai keagungannya. Sang pelayan berusaha menutup buku itu walau sedikit demi sedikit raganya terhisap ke dalam buku.


“Dewa! Tolong!”


Pelayan itu menghindari gravitasi hisapan buku, namun kekuatannya setara dengan kekuatan black hole. Dia tak bisa lari walau ingin. Sampai akhirnya dia masuk ke dalam buku sepenuhnya.


Sang dewa menyeringai, tangannya meraih buku hitam yang memiliki jiwa. Selang beberapa menit, kelapa sang pelayan mencuat ke luar.


“Aku akan membantu umat manusia melawanmu! Kamu bukan lagi seorang dewa!”


Dewa itu terkekeh dengan tindakan bodoh pelayannya. Dia menutup buku itu kuat-kuat, sampai yang tersisa dalam buku hanyalah raga dan pengetahuannya, sedangkan kekuatan sang pelayan tercucur.


Kantong hitam di tangan sang dewa menyemburkan aura merah darah yang sangat pekat. Dia menuju ke sebuah cermin benggala, memilih-milih tempat dan manusia yang akan dijadikan sebagai kelinci percobaan.


“Hehehe, akan kubuat dunia lebih menarik! Wahai manusia, bermainlah denganku selamanya!”


Dia membuka kantong itu dan menumpahkan seluruh kekuatan pelayannya ke bumi.

__ADS_1


“Sebaiknya kuacak penerimanya,” dewa mengaduk-aduk cermin benggala. Dia menyeringai bebas.


“Hahaha, akhirnya! Mulai saat ini, akan kuciptakan dunia yang sesungguhnya, tempat para manusia dan iblis saling bertarung!”


Mata dewa terfokus pada salah satu titik berwarna putih di cerminnya, salah satu penerima kekuatan dewa.


“Ini dia, calon pembunuh dewa! Aku akan menunggumu melawanku!”


Kekuatan yang dimiliki seorang pelayan dewa yang paling utama yaitu dapat melihat umur manusia. Sebab tugas mereka adalah mencabut nyawa.


“Sebaiknya buku ini kubuang di sekitar calon pembunuhku.”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kisah ini menceritakan tentang sekumpulan manusia berusaha menghentikan permainan makhluk dunia lain yang mencoba merusak kedamaian bumi.


Pengorbanan seseorang yang rela meninggalkan mereka demi keselematan orang-orang yang berada di sekitarnya, hingga ia bertemu dengan orang baru dengan misi yang sama.


Akankah pengorbanan cukup untuk membuat dunia baru dimana hidup tak lagi dipermainkan?


Cerita ini merupakan cerita fiksi dengan perpaduan beberapa genre diantaranya kisah cinta segitiga (romantis), fantasi, dan magic sehingga diharapkan cerita ini dapat menarik bagi para pembaca sekalian.


--------


Tokoh


Misaki : Gadis baik, suka menolong, mementingkan orang lain, penyayang

__ADS_1


Hiroshi


Mitsuha


Yato


dll


Kelebihan


Pembaca dapat merileksasikan diri mereka dari penatnya kehidupan


Pembaca dapat masuk ke dalam cerita fantasi yang penulis suguhkan


Pembaca dapat menghargai pentingnya sebuah ikatan


Biografi


Nama Pena : Red Viole


Alamat : Kebumen, Jawa Tengah


No HP : Rahasia :v


Gender : Female 100% hehe


Dukung terus Mimin untuk berkarya yaa.

__ADS_1


Terima kasih :)


Salam SuksesBe Your Self and Never Surender


__ADS_2