
Mata Yuuji memerah, dahinya melipat, aura hitam terbakar mengelilingi tubuh Yuuji. Dia siap menyerang. Ketika Yuuji hendak maju menyerang, jubahnya ditarik oleh Misaki.
“Jangan, ketua. Lihat, bahkan wajah Yato mengekspresikan dia tengah kesakitan. Yato tak menggunakan kekuatannya lagi. Kita harus cari cara. Semakin banyak benda yang terserap, tubuh Yato melemah,” jelas Misaki.
Yuuji, Mitsuha, dan Hiroshi takut. Sekuat apapun mereka, tetap saja mereka hanyalah anak remaja labil. Namun tidak dengan Misaki. Dengan adanya partikel GAS yang mulai menguasainya dia dapat menangkal rasa takut.
Misaki ingat pada buku yang Hitori berikan. Dia mengambil buku itu dari balik jubah besarnya dan berbisik.
“Bagaimana cara paling efektif menghentikan portal milik Yato?”
“Tariklah masing-masing skill dengan kekuatan yang sama,” buku ajaib itu menjawab kebingungan Misaki.
Dia menghadap ke teman-temannya dengan senyuman tajam menyeringai.
“Aku tau apa yang harus kita lakukan! Hiroshi, gunakan firebootmu untuk menarik fireboot Yato. Mitsuha iceboot, Yuuji woodboot. Aku, akan menarik waterboot dan menyelesaikan semuanya,” jelas Misaki yakin. “Semuanya, ayo berpegangan tangan.”
Mereka mengepung Yato yang terpuruk di tengah. Bagaimana bisa rencananya gagal total, sementara dulu ayahnya berhasil?
“Skill full defense!” Misaki mengaktifkan seluruh kekuatannya tanpa ragu.
Hiroshi mengarahkan pandangannya ke arah Misaki. Dia tahu persis apa yang akan terjadi dengan Misaki. Apakah Misaki akan kuat bertahan? Hanya itu yang ada di pikiran Hiroshi.
“Tetap fokus, Hiro. Kita akan melewati ini bersama-sama,” tegas Misaki dengan mata merah dan aura mencuat hitam pekat.
__ADS_1
Pelindung tubuh menyelubungi mereka berempat dan Yato di tengahnya. Sontak hal itu membuat Mitsuha menyernyitkan dahinya. Tapi dia selalu percaya Misaki lebih dapat diandalkan dari siapa pun.
“Semuanya! Kerahkan kekuatan kalian!”
“Skill fireboot!”
“Skill iceboot!”
“Skill woodboot!”
“Skill waterboot!”
Cahaya berpendar ke langit, menyerang kembarannya sendiri. Di lain sisi, bumi berguncang makin kencang, gedung luluh lantah. Yang tersisa hanya puing-puing gedung yang dapat digunakan untuk pijakkan.
“Misaki, sebaiknya kita hentikan ini saja!” Yuuji berteriak di tengah kegaduhan yang terjadi.
Misaki terdiam beberapa menit, sementara Yuuji melihat sisa umur Misaki tinggal 20 hari. “Hentikan ini, atau kamu akan mati, Misaki!” terusnya.
Bumi tak berhenti bergoncang, dan portal terus menghisap isi bumi. Sebagian belahan bumi telah menghilang. Gedung tempat mereka bertarung kini mulai berguncang lebih keras, meruntuhkan seluruh lantai dan bangunan.
Suasana kian menakutkan. Tak ada lagi tempat berpijak, semua terjerembap ke bawah, meluncur bebas.
“Skill full defense! Skill flyboot!” lagi-lagi Misaki menggunakan kekuatannya secara maksimal.
__ADS_1
Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali mengerahkan seluruh kekuatan dan mencoba menghentikan kerusakan yang terjadi. Umur mereka terus berkurang, begitu juga dengan bagian bumi yang menyusut terhisap portal.
“Skill full!” seru mereka.
Yato menggeliat kesakitan. Sebuah gumpalan hitam pekat keluar dari dalam tubuhnya.
“Hentikan! Hentikan!” Yato berteriak.
Misaki terlihat lemah, sempat beberapa kali dia terbatuk-batuk. Mulutnya mengeluarkan darah.
“Misaki!” teriak Hiroshi. Dia hampir memutuskan skillnya demi menolong Misaki.
“Siapa pun kamu, aku tak apa! Tetap lanjutkan pembersihan ini. Iblis dari tubuhnya mulai tak kuat!”
Seruan Misaki membuat semuanya terus mengaktifkan skill penuh. Iblis dari tubuh Yato sepenuhnya keluar dan masuk ke dalam portal.
Skill Yato mulai meredup perlahan, portal menyusut, dan daya hisap mengecil, sampai akhirnya titik skill berhasil ditarik seluruhnya. Kerusakan berhasil dihentikan.
“Akhirnya kita bisa menyelesaikan semuanya, Aki ... Aki!” Hiroshi melangkah terhuyung-huyung menghampiri Misaki yang terkulai lemas.
Misaki terlihat tak berdaya, auranya tak terlihat sama sekali. Yuuji mengaktifkan skill observasi, terlihat umur Misaki tinggal satu hari lagi. Itu artinya, Misaki hanya akan bertahan kurang dari tiga jam setelah sehari semalam bertarung mati-matian.
“Lalu, apa yang harus kita lakukan?”Mitsuha panik.
__ADS_1