
Mata Yato memerah. Gedung yakuza siap dijadikan arena pertarungan antara Yato dan Misaki. Dari balik jendela truk, ada dua pasang bola mata tengah menatap gedung itu dengan tatapan nanar, merekalah Mitsuha dan Hiroshi.
“Hiroshi, apakah itu Misaki? Dia terlihat kuat,” Mitsuha bertanya.
“Dari cara gerakannya bertarung, memang tidak salah itu adalah Misaki. Tapi seberapa pun dia kuat, lawannya adalah Yato, manusia setengah Megan, atau bisa juga disebut manusia modifikasi. Dia tak akan bisa bertahan jika tak mengaktifkan skillnya terus menerus.”
“Itu artinya ...,”
“Misaki akan menguras semua umurnya dan menukarnya dengan skill. Kita harus menolongnya.”
Mitsuha terlihat agak ragu melangkah. Bukan karena banyaknya penjaga prajurit pemerintah, namun dia takut Misaki tak mengenalinya lagi. Misaki terlihat begitu berbeda di mata Mitsuha. Misaki yang dikenalnya tak sejahat dan sebengis ini.
“Hiroshi, kamu yakin? A-apakah kita bisa membantu Misaki? Aku hanya takut kedatangan kita justru menjadi bebannya,” Mitsuha tertunduk khawatir.
Hiroshi menatap Mitsuha seakan dia mengerti yang dirasakannya.
“Percayalah, Misaki bukan orang seperti itu. Bagiku, Misaki adalah perempuan baik. Dia yang berhasil mengisi kekosongan hatiku hanya dengan gaya bahasanya yang lucu. Aku tak keberatan jika Misaki melupakanku. Tapi setidaknya, aku masih mengingatnya.”
Ucapan Hiroshi berhasil menggugah hati Mitsuha. Benar. Misaki telah mengisi kekosongan hati Mitsuha, jauh di dalam tahta terindah sebagai sahabat yang tak akan pernah bisa digantikan.
Mitsuha menghela napas dalam-dalam, “Aku siap!”
Pintu truk terkunci, tak ada jalan keluar. Putus asa? Hal yang gila untuk dilakukan. Mereka berusaha memecahkan kunci pintu truk.
“Ah, coba pakai ini,” ujar Mitsuha sambil memberika jepit rambut.
__ADS_1
“Nice idea!”
Keringat mulai meluncur bebas dari pelipis ke seluruh badan. Dengan susah payah Hiroshi membuka truk, dan akhirnya pintu terbuka. Cahaya lampu malam menyembul, membanjiri tubuh mereka.
“Kok bisa?” Hiroshi heran.
“Yosh, kamu hebat, Hiroshi.”
Bukan Hiroshi yang membuka pintu itu. Bahkan jepit rambut milik Mitsuha sudah bengkok dan tak bisa digunakan.
“Selamat malam, apa kalian kenal dengan Megan yang bernama Misaki itu?”
Mereka bingung harus menjawab apa, ada kemungkinan ini jebakan. Mitsuha memberi kode pada Hiroshi harus menjawab tidak.
“Ya! Tidak!” Mitusha mengatakan tidak mengenal, tapi Hiroshi mengenal.
Mitsuha ragu menjawabnya. Dengan terbata-bata dia menjawab dengan kebohongan yang hampir tak bisa diterka.
“Hei, prajurit ganteng. Kamu tadi menanyakan apakah kita mengenal Misaki, ‘kan? Tentu saja kami tak mengenalinya. Bagaimana mungkin, anak kuliahan di universitas ternama seperti kami bisa berteman dengan seorang Megan yang sangat bengis dan kejam seperti mereka? Megan itu menjijikkan!”
“Kamu pantas sekali jadi aktor,” ledek Hiroshi.
Sejenak suasana menjadi hening, tanpa percakapan. Hanya ada suara jangkrik yang tengah asyik menikmati bintang-bintang yang menyembul dari balik kaki langit.
“Oh, begitu. Sial Misaki. Bisa-bisanya dia membohongiku dengan tatapan nanar itu,” prajurit muda itu menggerutu.
__ADS_1
“A-apa yang Misaki katakan padamu? Jawablah,” Hiroshi memegang bahu prajurit tu dan menggoyang-goyangkan dengan cepat.
Prajurit muda merasakan hawa\-hawa mencurigakan.
“Mengapa kalian begitu tertarik? Bukankah kalian tak mengenalinya?” prajurit muda itu memojokkan mereka berdua dengan pertanyaan mematikan.
Skak mat! Prajurit menyeringai menandakan kemenangan mutlak ada pada genggamannya.
“Se-sebenarnya ...,”
Belum sempat membuka pembicaraan, Mitsuha menginjak kaki Hiroshi. Diam! Setidaknya itulah yang ingin disampaikannya.
“Tak apa, percayalah padaku. Sebenarnya tadi Misaki membobol truk tempatku berjaga, dia menanyakan kalian berdua. Tapi seluruh prajurit justru menembaknya, dan pada akhirnya sudah dipastikan Misaki pemenangnya. Hanya aku yang tidak dia bunuh. Jika kalian benar-benar temannya, aku akan membantu kalian!” prajurit menatap mereka menunjukkan keseriusannya.
Sementara itu, Misaki tengah bertarung dengan Yato. Misaki kehabisan tenaga, begitu juga dengan Yuuji dan Natsumi.
Jantung Misaki berdegup kencang mendapati Yato berada tepat di depan matanya. Dia tak bisa menghindarinya. Sekuat apapun Misaki, dia masih punya rasa takut.
“Akan kuduplikasi kekuatanmu. Sekarang, beristirahatlah terlebih dahulu, cantikku, Misaki,” Yato menyeringai.
Yato menusuk Misaki di jantungnya. Memang tidak sakit, namun kekuatannya akan tertransfer ke tubuh Yato layaknya coppy paste. Kini, Yato memiliki semua skill elemen. Fireboot, iceboot, waterboot, woodboot dan bisa menguasai dunia.
Tangan Yato terangkat ke atas dan mengaktifkan semua skillnya.
“Skill fireboot! Skill iceboot! Skill waterboot! Skill woodboot!”
__ADS_1
Satu-satunya skill yang belum dimiliki Misaki adalah woodboot. Yato lebih kuat dari Misaki, atau lebih tepatnya, Yato memiliki kekuatan dewa. Cahaya skill menjulang ke atas, membentuk empat titik yang saling berhubungan.
“Kini, aku akan menguasai dunia!”