Savage

Savage
Kemampuan Mengerikan


__ADS_3

Dari kejauhan, terdengar suara ledakan. Suara seseorang mengaktifkan beberapa skill, suara samar dan dikenalnya.


 


“Kami datang untuk membantumu, Aki,” ujar salah satu dari keempat Megan. Tim Warped.


Sejenak, Misaki mengira salah mengenali orang, namun memang benar mereka adalah anggota tim Warped. Yuuji, Yukine, Natsumi, dan Hitori.


“Ba-bagaimana kalian ada di sini?”


Yuuji mendekat. “Bukankah masalahnya ada di sini?” kata Yuuji menunjuk Megan kuat yang siap menyerang.


“Baiklah, ayo kita mulai dengan formasi biasa. Sekali kita bisa memancing skill barunya, umurnya akan habis dan kita akan memenangkan pertarungan,” ujarnya.


Misaki tersenyum. Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai. Mereka mengunci pergerakan Megan itu, sehingga dia tidak bisa bergerak bebas.


“Skill complete!” Misaki mengaktifkan dinding penjara yang terlihat sangat kokoh.


“Kamu benar-benar gadis kecil! Kekuatan seperti itu tidak mempan untukku!”


“Kita lihat saja. Teman-teman, ayo lakukan!”

__ADS_1


Tim Warped mengaktifkan skill masing\-masing dan terus memperkuat pertahanan dinding penjaranya. Megan itu tak dapat berbuat banyak. Satu-satunya yang bisa membawanya keluar dari penjara itu hanyalah sebuah lubang.


“Skill tornado!” Megan itu mengaktifkan skillnya.


Tanpa mempertimbangkan sisa umurnya, dia mengaktifkan skill baru. Megan itu ambruk dan tak berdaya. Dalam sekejap ia pun kalah.


Misaki mengangkat bahu dan menghela napas perlahan. Tugas terakhir Misaki, menyerap seluruh skill yang dipunyai Megan kuat itu. Satu bayangan yang membuat Misaki merinding, bayangan rasa sakit yang menyayat kulit.


“Skill complete!”


Megan kembali dikurung, aura hitam pekat mencuat keluar dari tiap pori-pori kulitnya. GAS itu bukan lagi dalam bentuk monster biasa. Tergambar jelas kabut-kabut tebal mengurung ribuan jumlah manusia. Misaki merinding. Jiwa-jiwa manusia yang terkurung itu segera mengarah ke Misaki dan merasukinya.


Badannya tak mampu menerima ribuan jiwa yang memberontak. Rasa sakit yang dirasakannya merupakan rasa sakit dari jeritan jiwa saat dibunuh. Beribu kali pula dia merasakan sakitnya mati terbunuh.


Teman-temannya hanya bisa melihat Misaki meraung kesakitan. Mereka tak bisa melakukan apapun.


Yuki mendekat. Tanpa ragu bibirnya mendarat di kening Misaki. Tubuhnya mendekap erat, memberi ketenangan sesaat sampai selesai proses pelahapan. Air mata mulai menggaris di wajah Yuki.


“Misaki, tenanglah. Kamu pasti bisa melewati ini.”


Sementara itu tubuh Misaki masih menerima ratusan jiwa yang siap mengantri. Dia tak mampu lagi menampung seluruh jiwa itu. Tubuhnya mulai menghitam. Apabila Misaki tak kunjung sadar, jiwanya akan termakan dan tubuhnya hanyalah sebuah wadah.

__ADS_1


“Bagaimana ini, Yuuji!” Yuki panik.


“Buat dinding penjara! Cepat!”


Yuuji mengusap keringat yang mengucur di wajahnya. Kelemahan Misaki membuat seluruh tim bergerak. Perbuatan mereka tak membuat Misaki berhenti menerima rasa sakit, tetapi bisa mengurangi rasa sakit yang diderita Misaki.


Dia tak bisa mengontrol tubuhnya untuk saat ini, namun dia tahu apa yang tengah terjadi. Dia mengharu biru merasakan perjuangan teman setimnya.


Setengah tubuh Misaki termakan jiwa kotor.


“Misaki!” teriak mereka.


“Gunakan seluruh kekuatan kita!” seru Yuuji.


Mereka mengerahkan seluruh kekuatannya. Aura hitam pekat dari tubuh Misaki menguap, sementara jiwa-jiwa kotor masih memasuki tubuh Misaki. Terjadi dentuman di atas tubuhnya dan membuat jiwa kotor itu musnah.


Hitori mengangkat bahunya sembari menghela napas. Tubuh Misaki kembali normal.


Dia tersadar.


 

__ADS_1


__ADS_2