
“Kau benar. Aku tak sekuat dirimu. Maka dari itu, kau harus menjadi kuat melampaui siapa pun.
– Yukine –
Misaki tak bisa tidur.
Di tengah-tengah kelompok besarnya, dia merupakan salah satu terkuat. Organisasi Warped. Salah satu organisasi paling brutal di dunia Ghost Age Shadow.
“Aki, ayo kita bergerak ke distrik enam,” ucap salah satu pemimpin.
Misaki mengangguk tanda setuju. Dari balik kegelapan, hanya cahaya bulan yang menimpa gerakan mereka. Dengan menggunakan jubah bertudung warna hitam dengan lukisan kabut putih di bagian belakang dan gambar unicorn di bagian depan menjadi simbol tim Warped.
Dengan skill flyboot, Misaki membawa seluruh tim yang beranggotakan lima orang dari distrik tiga belas ke distrik enam. Semuanya berjalan sesuai rencana.
“Skill show!” Misaki mengaktifkan kekuatannya untuk memeriksa jumlah manusia di dalam sebuah gedung markas yakuza.
“Jumlah orang ada dua puluh, kita harus segera masuk dan membasmi mereka!” Misaki berseru.
“Aku akan masuk dengan Misaki dan Yuki. Kamu dan Natsumi jaga di luar,” jelas Yuuji pada Hitori.
Yuuji menatap Misaki tanda siap menyerang. Mereka bertiga masuk ke dalam gedung melalui pintu depan dan tak butuh waktu lama menghabisi penjaga. Misaki yang membunuh, membuat kekuatannya bertambah dan matanya memerah.
“Ada Warped! Semua, selamatkan diri kalian!” salah satu yakuza berteriak memberi tanda pada seluruh yakuza.
Yakuza terbagi menjadi dua kubu, yang pertama mulai berhamburan ke mana-mana mencari celah untuk meloloskan diri, sedangkan yang kedua memilih untuk menghadapi Misaki, Yuuji, dan Yuki.
“Skill defense!”
Misaki berhasil melindungi dirinya dengan skill yang diberikan Mitsuha. Para yakuza siap dengan tembak dan pedang di tangannya masing-masing. Adu tembak mulai membelah langit.
Suara tembakan menggema, menembus, dan membelah langit. Peluru itu melesat tepat di kaki Yuki. Satu tumbang. Yuuji masih bergeliat dengan gerakan lincahnya mengecoh peluru yang memburunya, sedangkan peluru yang mengarah ke arah Misaki semuanya memantul. Tubuh Misaki terselubungi tameng bening tipis, namun kuat. Tak ada satupun yang berhasil membobol pertahanannya.
Misaki melesat ke depan dengan langkah santai berselimut senyum menyeringai. Para yakuza takut dengan kekuatan Misaki dan berlari terpogoh-pogoh.
__ADS_1
Misaki mengangkat bahu, “Berlarilah selagi bisa, dan bagi yang tertinggal akan aku bunuh!”
“Misaki, jangan kebanyakan ngomong. Habisi mereka, para sampah di dunia ini!” Yuuji mulai protes, “kamu! Bangun, Yuki. Mau sampai kapan kamu tertidur dengan mimpi yang tak jelas?” terlihat Yuki mulai sadar.
Darah para yakuza mulai tercecer dari celah kulit yang tersayat akibat pedang yang dibawa Misaki berhasil menembus kekokohannya. Tujuh tewas di tangannya. Kepala Misaki terasa berat dan kekuatan fisiknya bertambah.
“Misaki, kamu benar-benar Megan paling kuat di dunia ini,” ujar Yuki.
Sementara di garis luar, yakuza yang berhasil meloloskan diri disambut hangat oleh Natsumi dan Hitori. Dengan berbekal pistol, yakuza menembaki mereka. Namun Hitori lebih handal dalam urusan tembak menembak. Ditambah dengan skill airboot mikil Natsumi, para yakuza dikendalikan dengan udara mirip angin topan, membawa mereka ke atas dan menghempaskannya ke tanah dengan keras. Sepuluh tewas.
Tersisa tiga yakuza yang melarikan diri.
“Flyboot!”
Hanya dalam beberapa detik, Misaki berhasil mengejar mereka. Dia bersiap-siap mengaktifkan seluruh kekuatannya. Entah apa yang merasuki gadis belia ini, kepribadiannya berubah total.
“Skill iceboot! Skill slow motion!” seketika dunia melambat, dan para yakuza berhasil dibunuh dengan iceboot bentuk ketiga, lancip.
Misaki menatap salah satu kaca rumah milik seseorang, dia melihat dirinya sendiri bagaikan melihat orang lain. Misaki tak mengenali dirinya lagi. Level kekuatannya bahkan melebihi tiga puluh lima.
“Misaki, ayo kita kembali,” Yuuji mengatur tim untuk segera pulang sebelum ada yang melihat gerakan mereka.
Yuuji memandang Misaki dengan tatapan heran.
“Hei, Misaki. Sebenarnya kamu berasal dari mana?” Yuuji bertanya.
“Aku ... dari mana aku berasal, dan apa tujuanku datang ke sini?” Misaki tidak tahu mengenai dirinya, seakan ingatan yang dia miliki telah dimakan GAS.
Ghost Age Shadow adalah sebuah partikel yang semakin tinggi level penggunanya, semakin hilang akal dan tak bisa mengendalikan dirinya. Namun kebanyakan Megan tak memikirkan apa yang akan terjadi. Kekuatan. Ya, mereka terlena dengan kekuatan.
“Teman-teman, beristirahatlah. Besok kita akan menyerang distrik utama di kota Tokyo.
Dada Misaki sesak mendengar nama kota tersebut, seakan dia mempunyai hal penting yang harus dilindungi di sana. Wajahnya pucat pasi.
“Kamu kenapa, Misaki?” tanya Natsumi.
__ADS_1
“Aku tak apa. Ayo kita istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk operasi besok,” Misaki menenangkan diri.
Mimpi. Sebuah keistimewaan dan hiasan ketika kita tertidur. Dengan mimpi, manusia bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat dan dirasakan orang lain. Manusia merasa istimewa dalam mimpi yang mereka ciptakan sendiri. Karena merekala tokoh utamanya.
“Misaki, kembalilah!” teriak salah seorang lelaki sebaya dengan mengenakan jas almamater sebuah kampus.
“Misaki, aku rindu kejelekan dan kekonyolanmu. Kapan kamu kembali?” seorang perempuan dengan kepang dua dan salah satu tangannya menyodorkan es krim pada Misaki.
“Misaki, apa yang kamu lakukan?” kedua orang yang terlihat pada mimpi tersebut menunjukkan ekspresi kaget mendapati dia tengah membantai perkumpulan yakuza.
“Aku benci kamu, Misaki. Aku benci ka ..., aku ben ..., benci, benci, ben ..., benci!”
Panas, gerah, Misaki terlihat ketakutan. Matanya terbelalak lebar serta tubuhnya penuh keringat. Mimpi buruk, bahkan sangat buruk.
“Siapa mereka? Mengapa mereka ada dalam mimpiku, dan kenapa aku merasa takut jika mereka sampai membenciku?” tanya Misaki pada diri sendiri.
Ini kali pertama Misaki melihat mimpi, setelah beberapa tahun lamanya tidurnya lelap berhiaskan mimpi yang terlihat begitu nyata. Dia keluar dari kamarnya menuju jendela yang terbuka di gedung kosong lantai 10. Angin semilir menampar Misaki dari lamunannya. Siapa mereka? Wajahnya tak dapat begitu mudah dihilangkan dari pikirannya.
“Misaki, mengapa kamu terbangun?” Yuki bertanya.
“Aku bermimpi, Yuki. Kira-kira, siapa aku yang dulu? Mengapa aku tak dapat mengingat apapun?”
Krik krik!
“Yuki?” panggil Misaki. Pertanyaannya tak ditanggapi.
Yuki melangkahkan kakinya pergi dari pandangan Misaki. Semakin lama semakin jauh suara langkahnya.
“Lagi-lagi cowok bodoh mengelilingiku. Padahal ganteng, tapi bodoh,” Misaki nyeletuk sendirian ditemani bintang sebagai pelipur hatinya yang gundah.
Beberapa menit berlalu, derap langkah kaki mendekat, Yuki.
“Misaki, maaf tadi aku pergi begitu saja. Ini, aku punya buku tentang Megan. Atau lebih tepatnya ..., milik Yato. Mungkin itu bisa membantu kegalauanmu. Sudah ya, aku masih ngantuk,” Yuki menguap dan melangkah pergi.
“Bodoh yang penting baik. Aduh, kenapa di tim ini cowoknya ganteng-ganteng semua. Natsumi, maafkan aku. Sepertinya mereka semua mencintaiku. Hahaha tentu aku bercanda. Oke fokus.”
__ADS_1
Seketika seringai Misaki berubah menjadi panik dan mata melotot tajam saat melihat isi buku yang diberikan Yuki.
“Kosong? Apa-apaan ini? Woy, Yuki!”