Savage

Savage
Pembersihan Megan


__ADS_3

Misaki tersenyum simpul, menepuk-nepuk batang pohon yang menjadi sandarannya. Baginya masih mustahil mengalahkan Megan dengan level yang lebih tinggi darinya. Tanpa kekuatan, dia harus lebih menggunakan kecerdasannya.


Megan itu menggunakan skill earthboot dan mengarahkan gumpalan tanah keras tepat ke arah Misaki.


“Skill slow motion!” dalam keadaan lambat, Misaki menghindari hantaman gundukan tanah itu.


“Terlambat!” Misaki kaget mendapati Megan itu berada tepat di belakangnya.


Misaki dipukul telak. Dia tersungkur ke tanah dengan keadaan lemah tak berdaya. Kondisi Misaki benar-benar buruk. Dia berusaha berdiri, memasang kuda-kuda dan siap menyerang.


Belum sempat menyerang, Megan itu menyerangnya duluan. Seakan tak peduli dengan kodisi Misaki, dia memukul Misaki kuat-kuat, sampai mulut Misaki mengeluarkan darah segar akibat pukulan keras di perutnya.


“Mana kesombonganmu yang kamu agungkan? Kini, kamulah yang sampah,” Megan itu bersiap-siap menusukkan besi runcing ke jantung Misaki.


“Apa hanya ini kekuatanmu? Tak menarik. Skillmu kurang banyak,” Misaki terkekeh.


Dia berusaha berdiri. Tak ada satu jalan pun yang akan menghalangi tujuannya. Sekali pun ada, dia akan langsung mengeksekusi rintangan itu. Aura Misaki mencuat ke luar, hitam pekat. Seketika luka-luka yang dia alami sembuh total.


“Ba-bagaimana mungkin? Luka-lukamu?” Megan itu keheranan.


Tangan Misaki lantas teracung ke wajah Megan yang berdiri di depannya dengan wajah herannya, “Aku tantang kita adu dua skill yang belum pernah digunakan! Dengan ini, kita akan tahu siapa di antara kita yang lebih kuat,” jelas Misaki licik.


Di samping Misaki, Megan itu menggeram. Sementara Misaki terkekeh girang. Dia menang telak, Megan itu terpancing.


“Jangan meremehkanku!”


Misaki hanya tersenyum simpul. Dia berhasil menarik satu singa ke sarang macan. Sekarang Misaki hanya perlu umpan yang lebih banyak agar Megan kuat itu semakin mendekati jebakan.

__ADS_1


“Baiklah, gunakan skill apapun, selama yang belum pernah kulihat. Skill waterboot! Skill woodboot!” Misaki mencuri start.


“Skill bunshin! Skill iceboot!”


Skill baru diaktifkan. Kini sisa umur Megan itu tersisa sepuluh hari. Misaki berlari dan menyerang dengan dorongan udara kuat-kuat. Namun serangannya bisa dicegah dengan dinding es yang dibuat Megan.


“Sial!”


Serangan bongkahan es Megan itu terus memburu Misaki. Tidak hanya sekali, bahkan dia harus berkali-kali menghindarinya. Misaki harus mengaktifkan banyak skill untuk menghindari tiap serangan.


Misaki terbang ke udara setinggi-tingginya, “Observasi!”


Dia menggeleng. Betapa banyaknya skill yang dimiliki Megan besar itu. Pantas saja jika dia adalah Megan terkuat.


“Berapa banyak korban yang telah dia bunuh?” ujar Misaki sendirian.


“Ketemu!” Misaki berteriak serak.


Saat itulah Misaki berdiri tegap. Senyum dari bibirnya merekah bebas ketika ide hinggap tepat di kepalanya. Dia mendapati skill super Megan, skill perisai dan tornado.


“Skill woodboot!”


Misaki mengaktifkan skillnya. Akar pohon menjalar keluar dari tangannya. Dia menukik ke bawah, siap menyerah. Megan itu bersiap santai, hanya mengaktifkan pertahanan.


“Kamu meremehkanku?” tanya Misaki.


Megan itu mengangguk dan terkekeh geli.

__ADS_1


Tangan-tangan Misaki mengangkat. Kali ini skillnya berbeda. Dia bisa mengaktifkan dua skill sekaligus. Tangan kanan mengaktifkan skill woodboot, tangan kiri untuk skill fireboot.


Sekali lagi terdengar suara ledakan berkekuatan besar. Misaki menembakkan kekuatan apinya secara brutal. Pertahanan Megan itu masih kokoh, tak ada retakan sama sekali.


“Skill woodboot versi upgrade!” akar pohon yang keluar bukan lagi dalam bentuk cambuk, melainkan berbentuk runcing bergerigi.


Megan itu tercengang mendapati skill Misaki bisa bervariasi. Sedang Misaki dengan brutal menusuk-nusuk dinding pertahanan Megan, dikombinasikan dengan skill fireboot.


Dinding pertahanan perlahan menitikkan celah. Retakan demi retakan menjalar, sampai akhirnya pecah. Megan mulai bergidik ketakutan. Dia mendongak ke atas menatap wajah Misaki.


Sementara Misaki terus melancarkan serangan, tak peduli tepat sasaran atau tidak. Tujuan Misaki adalah membuat Megan itu terpojok.


“Kenapa? Kalah dari gadis kecil?” Misaki tersenyum lebar.


“Jangan menganggapku remeh! Perisai iblis!”


Bumi bergoncang, langit menerima panggilan Megan. Rencana Misaki berhasil. Namun dia tak menyangka akan melihat kekuatan sebesar ini. Gemuruh yang dihasilkan membuat telinga Misaki kesakitan, kilatan cahaya membutakan mata sementara, bahkan bumi yang kokoh mulai berguncang dahsyat.


“Terimalah panggilanku, perisai iblis!”


Misaki bertanya-tanya, apa yang bisa membuat Megan itu begitu kuat. Rasanya mustahil baginya bisa mengalahkan Megan itu sendirian. Dalam pikiran Misaki hanya terbesit satu rencana yang mungkin saja bisa gagal. Selebihnya, biarkan takdir dewa yang memainkannya.


“Skill complete!”


Empat skill memburat ke langit. Megan itu terkurung di dalamnya, namun dinding penjara Misaki masih lemah. Hanya dalam sekali pukulan tangan kosong, penjara itu pecah. Misaki merinding saat matanya menyaksikan kepingan gaib dinding penjaranya pecah.


“Lihatlah! Kamu tak akan bisa mengalahkanku!” teriak Megan super.

__ADS_1


“Hahaha, hanya seperti ini? Kamu pikir bisa menyombongkannya di depanku?”


__ADS_2