Savage

Savage
Ikatan Tak Terduga


__ADS_3

“Bukankah saudara adalah sebuah ikatan yang dapat menyatukan sesuatu yang putus, bahkan dunia sekali pun?”


– Yato –


Dalam keadaan tak sadarkan diri, Misaki kembali bermimpi. Dia bertemu dengan Dewa, sang pencipta GAS.


“Misaki, selamat. Kamulah manusia yang memiliki kekuatan penuh. Jika kamu ingin melawanku, lakukanlah!”


Misaki terhempas ke bawah pohon sakura. Cermin dengan pantulan murni terpampang di tengah-tengah pohon. Dia melihat bayangannya, biasa namun berbeda. Misaki terlihat seperti seorang putri dengan gaun putih dan mahkota mewah di kepalanya.


“Keluarkan aku! Tolong!” suara aneh mencuat dari sebuah buku hitam di dalam cermin.


Misaki terbelalak. Mimpinya terasa begitu nyata. Dia menyapu seluruh pandangannya di tiap sudut ruangan. Sebuah ruang sesak dan bau obat yang membuatnya pusing. Sampai matanya terhenti pada sosok wanita paruh baya, sosok yang sangat dirindukan.


“Mama? Mama di sini?” tanya Misaki.


Rinai air mata mengucur dari kelopak mata yang mulai berkeriput. Dia mendapati anaknya yang beberapa tahun tak pulang kini terbaring di rumah sakit dengan kondisi badan yang lemah.


“Yato mana, Hiro?” tanya Misaki.


“Yato?” mamanya menegaskan.


Setengah menit, pintu kamar Misaki diketuk. Tersembul dengan jelas sosok lelaki mantan musuh bebuyutannya, Yato. Dia tersungkur ke belakang mendapati sosok wanita yang dia kenal.


“Mama?” tanya Yato agak ragu.


“A-apa?”


Gemetar hebat, Misaki tak dapat mempercayainya. Dahulu mamanya sempat bercerita bahwa dia memiliki seorang kakak laki-laki tampan. Benar, Yato tampan. Bahkan mukanya yang baby face membuat Misaki mengira dia hanyalah anak SMA.


“Benar, kalian kakak beradik. Mama masih mengingat jelas muka kakakmu ini, meski kami sudah belasan tahun tak bertemu.”


“Kakak? Mana ada kakak sebodoh dia! Yato si tak punya otak, Yato si orang gila!”


“Apa katamu?”


Mitsuha dan Hiroshi hanya terdiam di samping kiri Misaki tanpa memiliki peran. Tanpa percakapan.


“Bukankah saudara adalah sebuah ikatan yang dapat menyatukan sesuatu yang putus, bahkan dunia sekali pun?” ujar Yato.


Mamanya hanya tersenyum simpul melihat kedua anaknya.


“Ma, perkenalkan. Ini Hiroshi, pacarku. Hehehe,” kata Misaki meledek.

__ADS_1


“Pa-pacar?”


Wajah Hiroshi seketika memerah, dia tertunduk malu. Sementara Mitsuha hanya menyenggol-nyenggol badan Hiroshi tanda meledek.


“Anak kecil main pacar-pacaran!” Yato terlihat iri.


“Eh, keran bocor! Kamu iri, ya? Makanya, jadi orang jangan jahat! Mana ada cewek yang mau denganmu?”


Kini giliran Hiroshi yang main senggol-senggol Mitsuha. Atmosfer di sekeliling Misaki dan Yato berubah dari hitam penuh dendam menjadi putih penuh cinta.


“Ma, satu bulan lagi Aki akan mengadakan perjalanan panjang. Aki akan menghapus GAS dari muka bumi ini. Apakah mama memberi izin?” tanya Misaki.


“Mama akan memberi izin kamu jika itu demi perdamaian dunia. Tapi kamu tak boleh sendirian!”


“Aki akan pergi dengan tim Miromiya, ma.”


Hiroshi tertegun. Dia tak percaya Misaki memiliki banyak tim tempur. Namun seperti itulah Misaki, pekerja keras.


“Kamu ini, suka sekali mengotori tanganmu dengan darah manusia, ya?” Yato meledek, “bahkan aku sempat mau kamu bunuh, kakakmu sendiri.”


Misaki acuh. Dia masih belum menerima, mantan musuhnya merupakan kakaknya sendiri. Dunia yang sungguh ironis.


“Berisik! Aku tak akan menganggapmu kakak!”


“Kamu kenapa, sayang? Ada yang sakit lagi?” tanya Hiroshi.


“Apaan sayang-sayang!” ketusnya sembari mengusir tangan Hiroshi dari kepalanya.


Misaki menjelaskan proyek besarnya menghancurkan GAS dari muka bumi. Dengan membara, dia menceritakan gagasannya secara terperinci.


“Anggotanya kita berempat, Ma.”


“Apa?” Mitsuha dan Hiroshi kaget mendengar keputusan satu pihak dari Misaki.


Sementara Yato terdiam tenang tanpa merasa ada gangguan apapun. Baginya sudah hal yang lazim melihat tiga serangkai yang selalu bersama.


“Sudahlah, Ma. Ketiga anak lemah itu memang harus bersama,” ujar Yato. “Tiga? Tadi kamu bilang empat, maksudmu ... aku?”


“Iya, kakak ganteng, kita berempat akan menyelamatkan dunia dari belenggu GAS.”


“Tidaaak!!!”


Misaki menyeringai. Dia menang. Yato tak dapat menolaknya. Dilihat dari ceritanya dulu dan cara dia memperlakukan mamanya, Yato terlihat seperti anak baik.

__ADS_1


“Jika kakak tak mau, Aki tak akan memaksa. Biar Aki yang akan pergi sendirian,” jelasnya memelas.


Hiroshi dan Mitsuha saling bertatapan. Ekspresi pura-pura kaget menyembul. Tak dianggap sudah biasa bagi mereka.


“Misaki, lalu kami itu apa? Sebegitu tak pentingkah kami?” Mitsuha menatap Misaki penuh perasaan.


“Sttt ... ini akal-akalanku untuk menggait Yato masuk tim, jangan baper dulu,” Misaki berbisik.


Mitsuha terdiam seribu bahasa. Temannya yang satu ini memang otaknya mulai tumbuh, bukan hanya fisiknya saja. Cerdik, licik, picik, sifat baru Misaki.


Yato mulai membuka mulutnya, menjawab keinginan adik semata wayangnya. Yes or no?


“Misaki, aku ...,”


“Skill slow motion!”


Misaki pergi ke kamar mandi sebentar, dia mengambil air keran setengah gayung lalu kembali ke kamarnya. Gayung itu siap ditumpahkan ke muka Yato jika dia menolak.


“Menerima tawaranmu.”


Byuurr!”


Seluruh pasang mata terbelalak. Tak ada yang menduga Misaki setega itu.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Mitsuha heran.


Misaki membalikkan mukanya menghadap Mitsuha dengan malu-malu. Dia tak mengira kakaknya mengiyakan keinginannya. Mitsuha mengambil tisu dan mengelap muka Yato yang basah kuyup.


“Are, apa yang aku lakukan?”


Mitsuha menghentikan pekerjaannya. Tatapan Hiroshi dan Misaki mulai meledek. Sementara mamanya hanya tersenyum melihat anak-anak mulai tumbuh dewasa.


“Tim, kita akan melancarkan gerilya tepat setelah aku keluar dari rumah sakit. Jadi bersiap-siaplah dalam waktu satu bulan,” tegas Misaki.


Dari balik pintu muncul sosok dengan pakaian serba putih. Derap langkahnya menggelegar, jantung mulai berpacu secepat kuda perang. Dokter.


“Selamat siang, Misaki. Saya periksa dulu kondisimu, ya.”


Detak jantung Misaki normal, aliran darah lancar, emosi dapat diatur. Secara keseluruhan, Misaki dinyatakan sehat.


“Misaki, kamu bisa pulang sekarang juga,” dokter menyeringai.


“Apaaa???”

__ADS_1


Misaki, Mitsuha, Hiroshi, dan Yato terkejut. Dengan kepulangan Misaki menandakan akan datangnya perang dunia. Sementara mamanya hanya terkekeh senang.


__ADS_2