Savage

Savage
Kekuatan Cinta


__ADS_3

Buku dengan judul Tentang Hati Para Megan hanyalah sebuah kekosongan, tanpa tulisan apapun di dalamnya. Hanya ada satu kalimat pada halaman pertama yang bertuliskan Give me your blood.


Misaki menyusul Yuki di dalam. Langkah kakinya begitu tergesa-gesa. Dia tak memperhatikan jalan dengan benar, sampai kakinya tergores paku salah satu pintu ruangan yang begitu gelap dan sunyi.


”Aww ... paling benci dengan darah sendiri!” Misaki menekan luka yang ditimbulkan dari goresan itu. Tangannya penuh darah.


Misaki mengambil buku dari Yuki. Dia berniat menyobek sebagian kertas kosong itu untuk mengelap darah-darah yang mengucur.


Misaki tersengal.


Buku di hadapannya bercahaya dan mulai terbuka lembar demi lembar bak terkena angin. Buku itu berhenti di halaman pertama dan menampilkan sebuah kalimat ”Thanks for your blood. Now, you can ask anything to me about Megan. I will answer.”


Sontak Misaki kaget dan terjengkal ke belakang tak percaya ada sihir seperti itu. Setelah cahaya dari buku itu meredup, dia mulai memberanikan diri mendekat. Perlahan, sangat pelan. Misaki berkeringat ketakutan. Pelan, pelan, pelan, dia meraih buku yang masih melayang di udara. Tidak terjadi apapun.


Misaki membuka lembaran demi lembaran, masih kosong. Dia mencoba sesuatu untuk membuktikan keajaiban buku Yuki.


“Siapa aku?”


“Kamu adalah Misaki Yagami, Megan yang akan menjadi Megan terkuat di dunia dan akan menyelamatkan dunia dari Megan yang memiliki keinginan bengis. Jika kamu tidak bisa mengendalikan kekuatan itu secepatnya, kamu yang akan menghancurkan dunia.”


Kaget. Bagaimana bisa buku itu mengetahui semuanya, bahkan sampai kepribadian Misaki?


“Apakah kamu tahu siapa yang waktu itu muncul di mimpiku?” Misaki mulai serius.


“Hiroshi dan Mitsuha. Sahabat baikmu saat masih kuliah di Universitas Arashi.”


“Itu dia, aku akan ke sana untuk menyelidiki siapa aku.”


Misaki mengambil buku ajaib tersebut dan menyimpannya baik-baik. Dia berniat memintanya pada Yuki.


“Semuanya siap? Kita akan berangkat ke distrik utama dan menyerang markas yakuza terbesar di Jepang yang letaknya dekat dengan Universitas Arashi!” Yuuji berseru semangat.


Misaki tersengal mendengar nama universitas tersebut. Waktu yang tepat untuk menyelidiki siapa dirinya sebenarnya.


“Distrik utama adalah distrik yang masih ramai dan penjagaannya terlalu ketat. Jangan sampai kita tertangkap! Sekali tertangkap, kamu tak akan bisa keluar tanpa bantuan manusia,” Yuuji menjelaskan dengan muka menakutkan.


Distrik utama merupakan distrik dengan jarah tempuh paling jauh, terletak di paling selatan, sementara distrik tiga belas di paling utara.


“Yuki, bukumu ini, boleh aku miliki?” Misaki ragu.


“Boleh.”


“Benarkah?” Misaki menegaskan.


“Iya, asal kamu ... mau jadi pacarku,” Yuki melemparkan syarat yang baginya begitu sulit.


Misaki melamun. Yuki memandangnya dengan serius. Bagaimana bisa Yuki tak jatuh cinta pada wanita dengan hati lembut dan mempedulikan teman-temannya?


“Misaki, santai saja. Aku hanya bercanda. Hahaha, kamu pasti punya pacar, ‘kan di kehidupanmu, jauh sebelum kamu bergabung dengan kami?” Yuki terlihat tegar.

__ADS_1


“Are, memangnya buat apa buku kosong itu? Sama sekali tak berguna. Aku tak butuh kertas kosong. Kamu lebih membutuhkannya, cewek kan suka nulis diary,” candaan Yuki membuat Misaki tertawa.


Angin menyambut hangat Warped di distrik utama. Tak ada halangan serius yang mencegah mereka. Masih dengan jubah hitam dengan kabut dan unicorn sebagai simbolnya, mereka menuju ke markas yakuza dan menghabisi para sampah dunia itu.


“Natsumi, Hitori, kini giliran kalian yang akan masuk denganku. Misaki dan Yuki berjaga di luar. Pemerintah lebih mengerikan daripada yakuza,” jelas Yuuji.


Mereka mulai bergerak mengendap-endap. Di dalam gedung, mereka mendapati beberapa yakuza duduk rileks pada bangku pertemuan.


“Wah wah, akhirnya pasukan Warped datang juga. Bosan hidup, ya?” salah seorang pemimpin yakuza yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yato, musuh bebuyutan Misaki.


“Skill airboot!” Natsumi mengaktifkan skillnya dan seketika itu pula kursi-kursi mulai berterbangan ke berbagai arah, begitu pula dengan yakuza yang mendudukinya.


Yato terdiam dengan santai di pojok ruangan dan mengintip ke luar jendela. Matanya terpaku pada salah satu sosok perempuan di sana.


“Itu dia si cantik, Misaki.”


Hawa di sekitar Misaki mulai tak menarik lagi. Benar. Dia dan Yuki telah terkepung pihak pemerintah.



“Hai, kalian! Lihatlah, di bawah sana. Si gadis cantik dan lelaki krempeng itu sudah terkepung pemerintah, lho. Sepertinya mereka akan tewas,”Yato menyeringai.



Yuuji tak dapat lagi menahan kesombongan yang Yato cuatkan. Dengan keadaan yang begitu marah dia menghabisi para yakuza di gedung tersebut. Sementara di luar gedung, Misaki dan Yuki terkepung dan bersiap menerima risiko terburuk.




“Batalion satu, serang terus Megan wanita itu. Kita harus menguras tenaganya agar umurnya berkurang!” ketua pasukan berujar



“Dimengerti!” jawab ketua batalion satu.



Yuki melesatkan badannya, bergerak ke depan Misaki tanpa ragu. Tangannya merentang, menandakan ada keinginan yang besar untuk melindungi Misaki.



“Kamu sedang apa, Yuki? Ingat, kamu dan aku lebih kuat aku! Aku yang akan melindungimu,” ujarnya menyesali perbuatan Yuki.



“Ingat, Misaki. Apapun yang terjadi, jangan pernah kamu mengeluarkan seluruh kekuatanmu, atau kamu akan mati. Kamu harus berhasil mengalahkan pasukan pemerintah jika kamu ingin tahu siapa dirimu yang sebenarnya.”


__ADS_1


“Misaki, kamu bukanlah monster, carilah jati dirimu yang sebenarnya. Kalahkan GAS yang mengendalikan otakmu. Aku mohon,” Yuki berbalik arah dan memeluk Misaki dengan erat.



Yuki mendekatkan wajahnya ke wajah Misaki, lebih dekat. Matanya terfokus pada bibir Misaki yang merekah. Melihat wajah Yuki mendekat dengan hiasan rona merahnya, Misaki memalingkan wajahnya dengan cepat.



Pikiran Misaki tiba\-tiba menuju ke sosok pria ganteng saat melihat ekspresi Yuki. Tidak asing.



“Misaki, ijinkan aku menciummu,” ujar Yuki.



“Ja\-jangan, Yuki. Aku takut ingatanku tiba\-tiba muncul dan membuatku pusing. Aku harus mengalahkan pasukan di depan kita terlebih dahulu, ayo!” ajak Misaki.



“Misaki, aku mencintaimu.”



Yuki memeluk Misaki dan menusukkan pedang yang dipegangnya tepat ke perut Yuki. Tak ada ekspresi lain kecuali kaget.



“A\-apa yang kamu lakukan, Yuki!” Misaki berseru.



“K\-kau benar. A\-aku tak sekuat dirimu. Maka dari itu, kau harus menjadi kuat melampaui siapa pun. Inilah kekuatan aslimu, merebut dan menduplikasi skill Megan lain. Skillku ... kamu tau, ‘kan? Selamatkan dunia, Misaki.”



Misaki kembali merasakan kehilangan, walaupun dia tau Yuki akan segera sadar, tapi baginya Yuki adalah partner yang dapat diandalkan. Mata merah. Misaki merasa aliran kekuatannya makin kuat, ditambah lagi sisa umurnya bertambah satu bulan setelah menusuk Yuki.



“Kenapa? Kenapa kalian tak memberi kebebasan para Megan untuk hidup tenang? Kalian tak tahu apa yang terjadi di dunia yang makin busuk oleh orang\-orang yang tak bertanggung jawab! Tahu apa kalian? Jangan ... ikut ... campur!”



Di bawah terik matahari, Misaki siap membunuh siapapun yang berani mencelakai orang yang berharga dalam hidupnya, dan kali ini dia mengorbankan Yuki. Selangkah demi selangkah, pelan, pelan, dan makin cepat Misaki berlari menyerang pasukan pemerintah dengan tangan kosong.



“Sepertinya akan semakin menarik,” ujar Yato pelan.

__ADS_1



Dia terkekeh melihat Misaki yang semakin kuat. Sekali dayung, dia akan mendapat seluruh skill yang berhasil Misaki dapatkan.


__ADS_2