Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Auto bikin baper


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin hubungan ku dengan Barra cukup membaik ia pun sedikit berubah menurutku.Sehingga ia pun berencana untuk mengajakku makan siang berdua setelah pulang sekolah di cafe yang berada dekat dengan rumah ku.ia bilang tanda minta maafnya,tapi terserahlah apa alasannya.


"Ria...",Sapa Bella.


"Hai Bella ...,"jawabku sambil melambaikan sebelah tangan kepadanya.


Bella pun bergegas menyusul langkah ku yang sedikit lebih depan dibandingkannya.ia pun berjalan sejajar dengan ku.


"Ria...,"Ucapnya.


"Apa?,"


"Kemarin Barra ada minta maaf enggak ke lu?,"Tanyanya.


"Oh jadi Barra minta maaf karena disuruh lu?," Aku pun dengan spontan melontarkan pertanyaan kembali kepada Bella tanpa mempedulikan pertanyaannya tadi. Dengan fokus menatap matanya lekat.


"Yah enggak... malah gua pengen mastiin aja si bad character itu minta maaf apa enggak,"Tuturnya.


"Oh...berarti Barra minta maaf ke gua tulus dong," Ucapku dengan suara yang cukup kecil seperti berbisik ditelinga sendiri sampai Bella pun tidak dapat mendengar jelas ucapanku.


"Apa?...apa?...,"


"Enggak gua gak ngomong apa-apa, "Ucapku berbohong.


"Tapi dia minta maaf kan?," lanjutnya.


"yaps,"jawabku singkat.


"Soalnya kalo dia gak minta maaf gua mau nyamperin dia,"Tuturnya.

__ADS_1


"Mau apa?,"


"Mau diajak ngopi lah kalo ngajak berantem kan gua gak berani," Jawabnya asal.


Kami pun tertawa terbahak-bahak dengan tutur kata Bella tadi, serta berjalan menyusuri koridor kelas.Setiba di kelas Barra pun sudah lebih awal berada di sana.


"Ria...jadi yah nanti siang ?,"Tanyanya.


Aku hanya menunjukan jari tangan yang melingkar membentuk huruf " o" sebagai tanda setuju.Ia pun membalasnya sama seperti yang aku lakukan.


"Ada janji apa lu sama Barra?kepo nih... ,"Tanya Bella dengan ekpresif memohon.


"Kepo lu,"jawab ku dengan terus fokus menatap Barra lekat begitu pun dengan Barra sebaliknya.


Pelajaran demi pelajaran pun berlalu sampai pembelajaran pun berakhir. Dan kemudian kami pun harus pulang ke rumah masing-masing.Setelah aku dan Bella berjalan beberapa langkah lagi menuju pintu gerbang, seketika bunyi klakson memberhentikan langkah kami.


"Ria...pulang sama gua aja ,"Ajak pemuda yang sedang duduk di sepeda motor yang sempat membunyikan klaksonnya,berhenti tepat di depan kami.


ini gua Barra," Lanjutnya sambil membuka helm yang sedari tadi ia kenakan sehingga kita tidak dapat mengenalinya.


"Mau katanya Bar...,"Jawab Bella kompor.


"Ayo...," Ajak Barra.


"Bella...,"Rengek ku.


"Tapi lu mau kan?,"lanjutnya.


Pertanyaan Bella sontak membuatku terdiam, karena memang benar aku sangat senang pulang bersama Barra.

__ADS_1


"Biar nanti siang gua udah tau rumah lu gitu Ria,"Lanjut Barra.


"Bener tuh," jawab Bella yang sedari tadi menyetujui ucapan Barra.


"Ayo...,"Ajak Barra kedua kalinya.


Aku pun mulai mendekati sepeda motor yang sudah sedari tadi diduduki Barra dan duduk dibelakang nya.Rasanya seperti tak karuan hampir mendekati katagori saling.


"Bell,gua duluan yah," ucapku.


"oke,"Jawabnya singkat sambil terus tersenyum menggoda.


Barra pun mulai menyalakan sepeda motornya, setelah beberapa menit sepeda motor pun berjalan semakin menjauh dari posisi Bella tadi.


"Woy ...jangan lupa pegangan yang erat...," Teriak Bella dari kejauhan.


"Dasar Bella...Bella...bikin gua malu aja,"gumam ku sambil menggelengkan kepala pelan.


"Bella kalo ngomong suka bener yah," Ucap Barra.


"Maksudnya?,"


"Yah iya, pegangan aja kali takut jatuh,soalnya gua ngebut bawa motornya,"lanjutnya.


Aku pun mulai menjulurkan tangan dan memegang sedikit bagian dari jaketnya.Namun Barra malah menarik tanganku dan membuatnya melingkar di perutnya.


"Kalo lu pegang jaket gua sama aja nanti jatuh juga,"Tuturnya


Aku hanya terdiam gugup dengan apa yang ia lakukan terhadapku.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2