Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Aneh tapi ini nyata


__ADS_3

Para siswa pun berhamburan pergi meninggalkan sekolah karena bel pulang pun sudah berbunyi.Begitupun dengan aku yang bergegas pergi,dan tiba-tiba saat aku melangkahkan kaki keluar gerbang seseorang memegang lenganku dengan erat dari arah belakang.


"ih....siapa gua gak punya masalah apa-apa, "ucapku sambil menutup mata dan terus mencoba melepaskan genggaman itu.


Namun karena genggamannya terlalu erat sehingga usahaku pun sia-sia.Ia pun seperti menarik paksa ku ke suatu tempat.Namun karena mataku yang masih aku pejamkan karena takut.Sehingga aku pun tidak tahu dibawa kemana.Namun setelah berhenti ia pun melepaskan genggamannya.


"woy...buka mata lu,"ucapnya.


"Lu siapa sih?gua takut,"jawabku sambil terus memejamkan mata.


Akhirnya tangannya pun mulai mencoba membuka mataku dengan lembut, sehingga aku pun mencoba membuka mataku perlahan.


"Lu...?,"ucapku terkejut.


"Ia gua Barra dan gak bakal ngapa-ngapain lu,"jawabnya.


"Terus lu ngapain pegang tangan gua,terus bawa gua ke tempat jauh,mau ngapain lu?,"Tanya ku panjang kali lebar

__ADS_1


"woy...lu yang geer gua pegang tangan lu karena dari tadi gua manggil-manggil lu,lu nya gak nengok-nengok dan gua gak bawa lu ke jauh ,liat makanya jangan merem aja gua cuman bawa lu ke pinggir gerbang,"paparnya.


Aku pun mulai memperhatikan sekitarku ia benar,kami hanya berada di pinggir gerbang dan masih ada beberapa siswa juga yang belum pulang dan memang tadi seperti ada yang memanggilku.Aku pun malu dibuatnya.


"Hehehe...sorry gua kira lu orang jahat," ucap ku sambil tersenyum malu.


"Terus lu mau ngapain manggil-manggil gau?"lanjut ku.


"Lu yah,lu sadar gak?tadi yang ngebantuin lu di kantin itu gua ngapain lu gak ke ruang guru buat ngejelasin semuanya?," Tanya nya dengan wajah yang tersirat kesal.


"Oh... lu gak ikhlas,terus lu ngapain so ngebelain gua?,"


"Tuh... berarti lu gak ikhlas kan?,"


"Udah..udah... terserah lu,tapi intinya masalah lu sama gua belum selesai,"jawabnya kesal.


Ia pun pergi begitu saja membawa motornya, sungguh ia laki-laki aneh yang baru aku temukan.Tapi terserah lah tak perlu dipikirkan.

__ADS_1


"Hei...buku dairy lu...," Teriak ku ketika ingat dengan bukunya yang terjatuh tadi pagi.


Namun ia beserta motornya pun sudah tidak terlihat .Biarkan saja bukunya aku simpan ia pun tidak merasa kehilangan.Namun entah kenapa pandanganku terus melihat ke arahnya pergi.


"Dek..dek.,"Ojek online yang sedari tadi sudah sampai di depanku akhirnya menyadarkan ku dari lamunan.


"Oh iya mas maaf,ayo..,"


Aku pun pulang bersama ojek online seperti biasanya.karena ayah selalu pulang malam jika bekerja.


Setiba di rumah rasanya sesuatu merubah suasana hatiku lebih tenang,entah apa yang membuatnya.Setelah itu aku bergegas untuk membersihan diri,makan,sholat lalu beristirahat.Tapi rasanya ingin bercerita tentang hari ini.Aku pun memutuskan untuk menghubungi Bella.


"Assalamualaikum...Bell, lu masih sibuk gak?,"Tanya ku dengan penuh semangat.


"Waalikumsalam...Ri,udah lah Ri udah sore udah pada bubar juga,kenapa kok semangat banget hayo... Kenapa?,"jawabnya


Akhirnya aku pun menceritakan semua yang terjadi pada hari ini,yang pada akhirnya Bella terus meledekku tentang Barra. Menurut Bella mungkin ini tandanya jatuh cinta namun, sebenarnya aku tidak punya rasa suka sedikitpun kepada Barra, hanya merasa aneh saja dengan sikapnya.Entahlah aku tidak pernah mengerti dengan diriku sendiri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2