
Keesokan harinya...
"Bi tolong bangunkan Riana yah saya mau siapin baju bapak dulu,"Perintah Rosa mamah Riana.
"Baik,nyonya," Jawab bi Minah.
Bi Minah pun pergi ke kamar Riana untuk membangunkannya,
Namun pada saat bi Minah akan membangunkan Riana . Suhu tubuh Riana cukup tinggi membuat bi Minah terkejut, Suhu tubuhnya yang tinggi mungkin disebabkan karena semalaman ia begadang lalu tidur larut malam atau mungkin saja ia kelelahan.
"Non...badan non panas,non sakit yah,"Ujar bi Minah khawatir.
"Emmmm...iya bi bilangin ke mamah yah Riana mau izin gak sekolah dulu,"Ujar Riana meringis.
"Oh iya non,bibi siapin sarapan dulu yah non,"
"iya bi,"
Bi minah pun turun lalu bergegas menyiapkan sarapan.
"Bi gimana Riana?,"Tanya mamah Rosa.
"emmm....ini nyonya non Riana demam tinggi, terus katanya mau izin buat gak sekolah,"Jelas bi Minah.
"Hah...Riana demam bi,ya ampun kok bisa yah,"Ujar Rosa yang langsung bergegas menuju kamar anaknya.
kakak..Ros pun masuk ke kamar Riana.
"kakak...kok bisa demam sih,kecapean yah kak?,kakak kurang makan?,atau banyak tugas?," Ujar Rosa yang begitu khawatir.
"Gak mah,Riana baik-baik aja gak kecapean,gak kurang makan dan gak lagi banyak tugas cuman lagi dikasih sakit aja mah,"Jelas Riana.
__ADS_1
"Tapi sayang...,"
"Udah mah...gak usah khawatir, "
Tiba-tiba Herman pun ayah Riana datang ke kamarnya.
"Kak,katanya kakak sakit, sakit apa?,"Ujar ayahnya yang langsung duduk di dekat mamahnya.
"demam doang kok yah,"
"Ayah antar berobat yah?,"
"gak usah ayah,nanti kalo siang masih tinggi demamnya baru deh berobat,"
"ya udah kakak istirahat yang cukup,"
"Iya ayah,"
"Kak...makanya jangan sibuk-sibuk lu jadi orang jadinya sakit kan," Cerocos Alya yang sebenarnya ia pun khawatir.
"Iya bawel...,"
"Mamah jadi ikut berangkat arisan bareng ayah sama adek?,"Tanya ayah.
"Kamu beneran gak papah sayang kalo ditinggalin?,"Tanya mamah memastikan Riana akan baik-baik saja.
"Iya mah ,kakak fine,"
"Ya udah mas jadi,"jawab mamah kepada ayah.
"ya udah mamah,ayah sama adek berangkat dulu yah kak,"Ujar mamah.
__ADS_1
"iya mah,"
Ayah dan mamah pun bergantian mengecup kening Riana,
Sedangkan Alya sekedar melambaikan tangannya.
"Dadah...kakak,"Ujar Alya.
Mereka pun meninggalkan Riana
Hari ini memang kebetulan sekali mereka memiliki agenda di waktu yang sama sehingga mereka pun bisa berangkat bersama.
Ayah yang harus pergi kantor, lalu mamah yang harus pergi berkumpul arisan dengan ibu-ibu sosialita dan Alya harus pergi ke sekolahnya.
Dan rasanya ini bagus untuk Riana menenangkan dirinya di rumah.
Bi minah pun membawakan ku semangkuk bubur lezat buatannya.
"Non, ini sarapannya," bi minah pun menaruhnya di atas meja yang tepat di sebelah kanan ranjang tidurku.
Lalu ia pun mencoba membantuku untuk duduk dan bersandar kebagian atas ranjang.
"Mau bibi suapin non?,"
"gak usah bi ,biar Riana aja,"Ujar Riana.
"Oh ya udah non bibi izin ke belakang lagi yah, mau bikin kompresan buat non,"
"Okey bi,"
Riana pun mulai memakan suap demi suap bubur lezat itu, entah bubur itu yang lezat atau memang ia kelaparan pasalnya bubur itu ludes dengan hitungan detik.
__ADS_1