
Setelah selesai makan di kantin kami pun kembali ke kelas,dan setiba di kelas entah kenapa Barra duduk di kursiku.
"Hai...Riana gua nunggu lu dari tadi ,"Ujarnya sambil melambaikan tangan.
Aku tetap saja diam tidak menghiraukan dan duduk di kursi sebelahnya.
"lu kenapa sih ?,"
"Sama lu lah Barra,"Sambung Bella.
"Bella...," Ujar ku.
"Lu kenapa sih Rin kalo gua punya salah ngomong doang,"ucap Barra.
Aku pun sontak berdiri dan meninggalkan kursi yang aku duduki tadi, rasanya ingin menghindar dari Barra karena masih kesal dengannya.Namun ia pun mengikuti ku sampai keluar kelas
lalu ia pun meraih tanganku dan menggenggamnya,sontak membuatku berhenti.
"Lepasin gak?," pinta ku sambil mencoba melepaskan genggamannya.
Namun ia malah mengubah posisi tubuhku agar dapat menghadap ke arahnya.
"Lu kenapa,"Tanyanya berulang kali sehingga membuatku muak mendengarnya.
"GUA TAHU LU GAK SUKA BACA, LU MALES BELAJAR,GUA TAHU... TAPI BISA GAK?LU NGEHARGAIN GUA DENGAN NGEJAGA BUKU YANG GUA BELI BUAT LU,"Jawabku kesal.
Ia hanya tersenyum menanggapi jawaban ku.
__ADS_1
"Kenapa senyum?," aku pun heran dengannya.
ia pun mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,ternyata kesalahpahaman terjadi antara aku dan bara. Tadi rupanya ia belajar di taman lalu seketika ingin meminta ku menemaninya. Ia pun mencari ku dan meninggalkan bukunya di sana agar tidak ada orang yang menempati bangkunya.
Mendengar Barra menjelaskan dengan begitu jelas akhirnya aku malu sendiri.
"Eumm...makanya lain kali bukunya bawa aja kali biar orang itu gak ovt,"ujar ku untuk menghilangkan gugup.
"nih bukunya...," Lanjut ku.
"Jadi mau temenin gak?,"Tanya nya
"gak lah,"
"kenapa?,"
'Oh iya... kalo pulang sekolah di taman deket rumah kamu?,"
Aku hanya mengisyaratkan dengan mengangkat ibu jari bahwa menyetujuinya.
...****************...
Sesuai janji, aku pun menemui Barra di taman dekat rumah ku.
Setiba di sana kami pun langsung belajar dan membaca bersama.Rasanya Barra tak seburuk yang aku pikirkan.
Tak terasa beberapa jam berlalu kemudian Barra pun pergi sebentar untuk membeli minuman.
__ADS_1
"Riana...,"Barra mengejutkan ku dari arah belakang sontak membuat es cream di tangannya sedikit mengenai hidungku.
"Barra...," ujarku
ia pun malah berlari-lari kecil ketika aku hendak membalasnya, sampai akhirnya aku pun hampir meraih salah satu es krim di tangannya namun sialnya posisiku terkikis berhadapan dengannya. Tubuhnya yang tinggi dan tangannya yang lurus ke atas memegang es krim sontak membuat ku sulit menggapainya,sehingga aku pun kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat di atasnya.
Dan entahlah apa yang terjadi,kontak mata ku dan Barra terus saling berpandangan sampai rasanya sulit dialihkan.Sehingga es krim pun menetes ke lengannya dan menyadarkan kami dari pandangan tersebut.
"Kamu gak papah kan?,"Tanya Barra sambil membantuku bangun.
"E..enggak papah kok," jawabku gugup.
"Biasanya juga manggil "Lu" kok sekarang tiba-tiba kamu yah,"gumam ku.
Kami pun kembali duduk dan Barra mulai membersihkan hidungku yang terkena es krim tadi.jaraknya dan aku cukup terkikis sehingga membuatku menahan napas dibuatnya.
"sabar...Riana...sabar...lu jangan baper,"Gumam ku meyakinkan diri sendiri.
Dan tiba-tiba ia oun berhenti mengelap hidungku dan tetap menatap mataku lekat begitu pun sebaliknya.
"Riana...sadar...Lu jangan baper, bodoh...,"Gumam ku.
"Euumm udah kan? gua ke kamar mandi dulu yah," ujar ku membuatnya berhenti menatap ku.
"Oh oke...,"
...****************...
__ADS_1