Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Masih tentang Barra


__ADS_3

Setelah tiba disebuah cafe aku dibuat terkejut dengan keberadaan Barra yang asik tertawa dengan Naila.


"Pantesan aja pulang duluan ada janji sama yang lain, "Gumam ku.


"Hei…liatin apa sih," Kak Ervan yang kemudian melihat keberadaan Barra.


"makanya kalo suka ngomong jangan dipendam,"Lanjutnya.


" Apa sih kak aku gak suka sama dia,"jawabku yang selalu saja tidak bisa mengakui perasaan sendiri.


"ya udah ayo kita jangan ngeliat orang mulu nanti kebakar tuh hatinya," kak Ervan yang terkekeh.


"Apa sih kak?....,"


Kami pun mulai memesan makanan dan mulai berbincang setelah setengah jam di cafe Barra dan Naila terlihat akan pulang lalu lewat di tempat duduk kami.Namun Barra yang sedari tadi tertawa berubah ketus setelah melihat aku dan kak Ervan, padahal seharusnya aku yang marah kepadanya karena dia meninggalkanku dan pergi lebih dulu hanya untuk menemui Naila.


"Udah jauh kali Rin jangan diliatin aja,"Ujar kak Ervan membuatku tersadar bahwa sedari tadi mataku terus melihat kepergian Barra dan Naila.


"E..e...enggak kok kak,"


"Aku aneh aja sama Barra moodnya angin-anginan kadang cuek kadang baik ,"Lanjut ku.


"Mungkin dia suka sama kamu Rin makanya kaya,"


Aku pun tersedak air minum yang sedang aku minum setelah mendengar perkataan kak Ervan.Kak Ervan pun sibuk bertanya kepadaku.

__ADS_1


"Rin kamu kenapa?,"


"minum yang bener,"


Sedangkan aku terus memikirkan perkataan kak Ervan.


...****************...


Keesokkan harinya di hari minggu Barra menemui ku ke rumah, dan cukup pagi sekali ia datang entah angin apa yang membawanya kemari.


"Surprise..., "Barra tersenyum sumringah.


"Kok lu tumben rapih banget,"Ujarku dengan terus menulusuri penampilannya.


"Iya dong gua mau ngajak lu shopping yuk?,"Barra yang langsung menarik lenganku.


"Lu udah cantik kali,"Barra pun menggendong dan membawaku keatas sepeda motornya.


"Mah...kakak pergi...," Teriakku yang mulai menjauh dari pekarangan rumah.


"Lu udah kaya penculik tahu gak sih,"Umpat ku yang beradu dengan berisiknya deru motor.


"Udah diem, gua mau ngebeliin lu sesuatu,"


"enggak gini juga kali...nyebelin,"

__ADS_1


Setiba di mall kami langsung menyusuri setiap toko di sana.


"Rin,Lu suka baju kaya gimana?,"Tanya Barra.


"Gu..gu..gue,"Tanya ku yang terkejut mendengar penawaran Barra.


"iya Riana....,"


Aku pun mulai mencari baju yang terindah bagiku namun harganya cukup fantastis.


"Barra...harganya mahal tahu ..,"


"Lu mau yang mana sih?,"


Aku pun menunjuk salah satu baju feminim di atas lutut yang berwarna pink dengan garis putih melingkar dipanggangnya.Barra pun langsung membelinya untuk ku.


"nih...,"Barra menyodorkan baju tadi.


"Beneran?,"


Ia hanya menganggukkan kepala menandakan bahwa "iya,"


Setelah beberapa jam berlalu mall telah kami kelilingi menguras banyak tenaga banyak barang yang Barra beli dari sepatu sampai aksesoris kepala Barra belikan untukku namun aku tidak tahu sedikit pun alasan Barra melakukan ini semua.


"Gimana ? lu suka kan semuanya?,"Tanya Barra.

__ADS_1


"Suka banget malah," jawabku sambil tersenyum bahagia kepada Barra.


Barra pun langsung menarik lenganku lalu membawaku kemana pun ia mau, pada saat itu aku merasa dunia hanya milik kami berdua aku tidak pernah takut jika bersama Barra dan itu yang membuatku selalu nyaman bersamanya.


__ADS_2