Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Bad character


__ADS_3

Pembelajaran pak Rahmat pun masih berlanjut sampai ia pun melontarkan sebuah pertanyaan yang tertulis jelas dipapan tulis.


Ubahlah awalan satuan berikut :


1.)720km/jam \=......m/s


Tertulis jelas dipapan board sebuah pertanyaan dari pak Rahmat.


"Silahkan yang bisa mengisi maju ke depan!..,"perintahnya.


Namun seisi kelas tidak ada satu orang pun yang mengajukan diri untuk mengisi pertanyaan tersebut.Entah meraka tidak tahu isinya dan entah mereka malu,akhirnya aku pun mengangkat kan tangan untuk mengajukan diri untuk mengisi soal tadi.


"Saya pak...,"sambil mengangkat tangan sebelah kanan.


seluruh mata pun langsung tertuju kepadaku.


"yah silahkan...,"pak Rahmat.


Aku pun maju dan mulai menggariskan tinta spidol di papan tulis dengan sangat telaten mengisi soal tersebut.


720 km/jam \= 720 x 1000 m/ 3600 s\= 200 m/s\= 2 x 10² m/s

__ADS_1


"Yah bagus,berikan tepuk tangan kepada Riana," pak Rahmat sambil mengawali tepuk tangan.


Seluruh kelas pun bertepuk tangan dan matanya pun tertuju kepadaku.dan kenapa barra terus menatapku lekat.


"Ri liat Barra ngeliatin lu aja ," Bella sambil memegang pundak ku dari samping.


Aku dan Bella sudah dari kelas 1 SMA duduk bersampingan.Dan ternyata memang benar Barra terus melihat ke arah ku.Pak Rahmat pun mulai melanjutkan pembelajarannya,sampai akhirnya berganti ke mata pelajaran berikutnya sampai tiba waktu istirahat.


Setiba di kantin aku dan Bella melihat keributan yang berlangsung cukup serius,dan orang itu adalah Barra dan Alex entah apa yang membuat mereka berkelahi sampai keduanya terluka dan berdarah.


"Sudah...sudah..,"pak satpam yang mencoba menghentikan perkelahian tersebut.


Namun nihil mereka tetap saja berkelahi,dan beberapa siswa pun terdengar berbisik-bisik kecil.


"Tau tuh aneh dasar...,"lanjut beberapa siswa


Kemudian pak satpam pun mengajak bapak kepala sekolah ke tempat kejadian sehingga semuanya dapat di selesaikan. Dari beberapa siswa yang ada di tempat kejadian mengatakan bahwa hal tersebut terjadi setelah Barra mendapatkan telpon dari seseorang sehingga raut wajahnya pun tiba-tiba berubah dan menjadi sangat emosi ketika Alex tanpa sengaja menyenggolnya.


"Aneh banget yah Rin kok bisa sampai ribut kaya gitu?untung Barra ganteng cuman akhlaknya aja gak ganteng ha..ha..,"Bella mengawali percakapan


"Terus maksud lu kalo Barra ganteng kenapa?," Tanyaku

__ADS_1


"Yah gua tetep bela Barra ha...ha...cemburu lu yah ?,"


"Terserah lu aja lah,cemburu enggak lah..,"


"Bohong lu yah...,"Bella sambil menggoda dengan mencolek dagu ku.


"Udah...udah..ayo makan,"Ajak ku


Kami pun akhirnya makan. namun,sebenarnya aku masih heran dengan sikap Barra yang kadang-kadang baik dan kadang-kadang berontak apa yang mengakibatkannya seperti itu sampai ia harus mendapatkan julukan bad character.Entahlah lagi pula untuk apa aku memikirkannya.


"Rin makan yang bener jangan mikirin Barra mulu,"Bella menyadarkan ku dari lamunan.


"Apa sih lu...?,"jawabku


" kenapa lu tau aja sih yang ada di otak gua ," gumamku


"Gua tau Rin,"


"Apa?...lu tau apa? ,"Tanyaku dengan ekspresi terkejut


"Yah sekarang gua tau kalo gua mau pinter kaya lu harus rajin belajar iya kan?,"

__ADS_1


"Apa sih lu Bella kirain gua apa aja ,"


Disekolah aku terkenal sebagai siswi pintar,karena dari kelas 1 sering mendapatkan peringkat kelas dan juga aktif dalam organisasi.


__ADS_2