
Setelah tiga hari berlalu Riana pun lekas membaik dan ia pun memutuskan untuk pergi ke sekolah diantar oleh pak doni supir pribadinya.
Orang-orang rumah pun heran melihat penampilan Riana yang kembali seperti dulu berkaca mata dan berkepang dua.
"Kakak...kakak gak kenapa-kenapa kan?,"Ujar mamah memastikan bahwa Riana baik-baik saja.
"Tau kak,kakak kenapa kok kaya dulu lagi sih penampilannya?," Tanya Alya to the poin.
"lagi kangen kaya dulu aja,"Ujar Riana santai.
"kakak pergi dulu yah,"lanjutnya lalu berpamitan dan bergegas pergi ke sekolah bersama pak doni.
Setibanya di seolah warga sekolah pun keheranan melihat penampilan Riana yang kembali buruk.
"Dasar,Riana pede banget berpenampilan kaya gitu, dulu aja dia berhenti dibuli karena Barra kan,terus sekarang dia mau dibuli lagi gitu," Cibir beberapa netizen
"Tau yah,aneh,"Sambung beberapa netizen lain.
Namun tiba-tiba...
"Riana...,"Teriak Barra lalu berlari mengejar Riana.
"Aduh...Barra lagi,gua males liat muka dia," Gumam Riana yang masih Fokus menghadap ke depan.
Riana pun mempercepat langkah kakinya agar dapat menghindar dari Barra. Namun dengan sigap Barra dapat meraih lengan Riana dan berhasil membuatnya berhenti melangkah.
"Apa sih lepasin gak,"Riana yang tetap membelakangi Barra.
"Tadi gua ke rumah lu,terus nyokap lu bilang udah berangkat seolah sama pak doni," Jelas Barra.
"Hmmm...terus,"
Barra pun membalik paksa tubuh Riana yang sedari tadi enggan melihat Barra.
Mereka pun kini saling berhadapan.
"Apaan sih lu Barra...,"Riana yang mencoba melepaskan genggaman Barra di tubuhnya.
"Lu kenapa Rin?,"
"Gua gak kenapa-kenapa ," Ketika Riana hendak membalikan tubuhnya Barra malah menarik Riana kepelukannya.
"Gua kangen lu Riana, tiga hari gua gak liat lu,"Lirih Barra sembari memeluk Riana.
Riana menunduk
"Gua juga Bar,tapi gua gak bisa terus-terusan berharap sama lu,"Gumam Riana.
"Gua gak peduli Barra,"Riana mencoba melepaskan pelukan Barra.
__ADS_1
"Lu bohong Rin gua tau,"Ujar Barra yang mempererat pelukannya.
"Iya gua bohong," Gumam Riana dan langsung menghapus air matanya yang sedikit tidak bersahabat jatuh di pipinya.
"Lu ngerti gak sih Barra,"Riana mendorong Barra dan membuat ia melepaskan pelukannya.
"Sa-ya ti-dak pe-du-li padamu Barra,Lu paham kan bahasa indonesia,"Ujar Riana yang menekan kata demi kata karena kesal.
Riana pun meninggalkan Barra yang masih diam tak bergerak. Riana pun sebenarnya tidak tega melihat Barra seperti ini namun ia tidak ingin dibuat kecewa berulang kali oleh Barra.
Setibanya dikelas pandangan semua orang berubah sinis menatap Riana.
"Riana...Lu beneran ngubah penampilan lu kaya dulu," Ujar Bella terkejut.
Namun Riana hanya mengangguk dan duduk di kursinya.
"Rin...plis...Rin, jangan kaya gini,"Ujar Bella lalu ikut duduk dikursinya yang bersampingan dengan Riana.
"Terus...," Ujarnya yang malah sibuk berkutat dengan isi tasnya.
"Gua tau,lu kecewa sama Barra tapi gak gini caranya Rin,"
Riana masih saja tidak menggubris omongan Bella.
"Rin...,"Bella pun menghentikan gerakan tangan Riana yang sebenarnya sibuk tak karuan dengan isi tasnya.
"Caranya?,"
"Pulang sekolah kita ke rumah lu okey,"
"Okey,"
Akhirnya mereka pun harus menghentikan perbincangannya karena seorang guru pun telah memasuki kelas untuk memulai pelajaran hari ini.
Setelah bel pulang dibunyikan Seluruh siswa pun berhamburan untuk pulang.
"Pulang sama siapa Rin,"Tanya Barra.
"Sama Bella,"Riana yang langsung bergegas pergi meninggalkan Barra.
Riana dan Bella pun langsung memesan taksi dan langsung pergi ke rumah Riana.
Setibanya di rumah, mereka langsung bergegas pergi ke kamar Riana kemudian Riana pun langsung berbaring di kasurnya yang empuk itu untuk menetralisasikan rasa lelahnya sedangkan Bella memilih untuk mencari sesuatu yang membuatnya berkutat di meja rias.
"Kenapa sih Bel?,"
Bella pun langsung menghampiri Riana.
"Lu gak punya alat make up Rin,"Mengintrogasi.
__ADS_1
"Hmmm,"
"Bangun Riana ini masalah serius,"Ujar Bella.
"Serius apa sih Bel?,"Riana yang dengan malas duduk di samping Bella.
"Kemarin-kemarin lu suka make up kan sekarang kemana alat make up-nya Riana???,"
"Udah gak ada,"
"Kemana?, "
"Pada pecah,"
"Kok bisa?,"
"Karena gua yang mecahin,"
"Ya ampun Riana,"
Bella pun menjelaskan kepada Riana bahwa Riana harus bisa lebih hebat lagi dalam berdandan agar ia bisa melupakan Barra dan bisa mendapatkan laki-laki lain yang jauh lebih baik.
"Tapi...Bel gua males,"Ujar Riana.
"Lu bisa Rin,"
Mereka pun memutuskan untuk pergi berbelanja, dan Bella memastikan bahwa semua yang harus Riana miliki bisa mereka beli.
Namun tiba-tiba...
"Bel...laper... makan dulu yah,"Ujar Riana.
"Okey,"
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu karena mereka terlalu bersemangat untuk berbelanja sehingga lupa bahwa perut mereka pun keroncongan minta diisi.
Setelah beberapa menit mereka pun lanjut untuk berbelanja.
Setelah beberapa barang mereka dapat kan dari mulai make up gaun dan lain sebagainya, Bella mengajak Riana untuk pergi kesalon.
"Ya ampun Bel,lu rempong yah ternyata,"
"Demi lu,"
Riana pun dengan terpaksa menyetujui apa yang diinginkan oleh sahabatnya ini.
Setelah tiba di salon mereka disuguhkan beberapa treatment terbaik disana.
Hasilnya sangat memuaskan merubah mereka menjadi lebih cantik.
__ADS_1