Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Rencana ke dua


__ADS_3

Keesokan harinya Riana dengan penampilan terbaiknya bergegas untuk pergi ke sekolah.


"Rin...,"Terdengar suara teriakan jelas ditelinga Riana yang akhirnya membuatnya menoleh.


Terlihat dari kejauhan seorang siswi yang sedang berlari serta melambaikan tangan menghampiri Riana,Riana pun menyambutnya.


"Apa Bel?,"Ujar Riana.


Ya, siswi itu ialah Bella yang sudah nampak kelelahan karena berlari mengejar Riana.


Heh...Huh...Heh...( Bella mengatur napas )


"Rin," Bella menghela napas.


"Kenapa sih Bel?,"Riana bertanya kembali.


"Rin,kita kayanya harus jalanin rencana kedua biar lu bisa cepet-cepet move on dari Barra,"Jelas Bella.


"Caranya?,"


Bella pun menarik bahu Riana agar mendekat, lalu membisikan sesuatu di telinganya.


"APA?,"Riana terkejut dengan ajakan Bella bahwa ia harus menembak seorang laki-laki agar ia bisa move on dari Barra.


"Lu gila yah Bel,mana bisa gua nembak cowok?,"Ujar Riana.


"Bisalah kan ada gua," Ujar Bella percaya diri.


Mereka pun memilih melanjutkan obrolannya di kelas karena takut bila jam pelajaran pertama akan segera di mulai.


"Rin,bukannya lu kenal sama kak Ervan kan?,"Lanjut Bella setelah tiba diruang kelas.


"Kenal,kenapa?,"


"Lu manfaatin aja kak Ervan jadi pacar bohongan lu,"


"OMG,Bella jahat lu,"


"Jahat apanya?, "


"Manfaatin kak Ervan lah,kak Ervan kan udah kaya kakak gua sendiri,lagi pula kak Ervan juga udah balik lagi ke bandung."


"Ya...gagal dong,"Bella mengeluh.


" Eh...tapi gua masih punya cara,"Lanjut Bella.


"Apa?,"


"Ada deh,"


Bel pun berbunyi menandakan bahwa mata pelajaran pertama akan segera dimulai.

__ADS_1


Jarum jam pun berjalan sedikit lebih cepat dari biasanya sampai dua mata pelajaran pun hampir kami selesaikan.


Dari sekian banyaknya materi sejarah yang termaktub di dalam buku paket akhirnya kami dapat merangkumnya juga,karena beberapa jam telah kami habiskan.


Tibalah waktu dimana seluruh siswa dapat memburu berbagai macam spesies makanan di kantin. Mulai dari spesies manis,spesies gurih,spesies pedas bahkan spesies asam.


Namun di tengah perjalanan menuju kantin tiba-tiba Naila menghentikan Riana dan Bella.


"Riana,"Ujar Naila nampak kesal.


"Apa?,"


Naila pun menarik kasar tangan Riana sampai membuatnya tersungkur di lantai.


"Heh lu apa-apaan sih,"Ujar Bella sedikit mendorong Naila,lalu membantu Riana bangkit.


"Lu kalo punya masalah bilang," Lanjut Riana yang kemudian mendorong Naila,"


"Lu jangan kegatelan yah,dadan sok cantik cuman caper ke Barra kan?,"Lanjut Naila yang kemudian balik mendorong Riana.


"Oh cuman gara-gara Barra,Lu kaya gini,kalo mau lu ambil gua gak butuh,"Sungut Riana.


Mereka pun akhirnya bertengkar hebat mereka saling dorong serta saling menjambak satu sama lain. sampai Bella pun tidak bisa menghentikan mereka berdua.


Namun ketika giliran Riana membalas apa yang Naila lakukan kepadanya dengan menjambak wanita itu, Barra hadir tepat di belakang Riana dan Bella,sehingga mereka berdua pun tidak mengetahui keberadaan Barra sedangkan Naila malah berpura-pura terjatuh dan tersungkur seketika.


"RIANA...," Teriak Barra yang mampu membuat Riana terdiam seperti patung.


"Lu gak kenapa-kenapa kan?,"Tanya Barra kepada Naila.


"Sakit Bar...gua takut,"lirih Naila.


"Apa sih?,"Ujar Riana yang ingin mencoba mendorong Naila,namun tangannya malah dihentikan oleh genggaman tangan Barra yang cukup erat dan kasar.


"Gua gak nyangka,kalo lu kaya gini Riana,Lu bisa-bisanya sejahat ini," Ujar Barra mengintimidasi Riana.


"Gua gak seharusnya kenal,sama lu,"Lanjut Barra


"A..pa..apa?,"Riana mencoba mencari pembelaan namun ucapan Barra sangat menyakitkan baginya sampai ia pun tak mampu untuk berkata-kata.


"Apa sih lu Barra ,lu gak tau yang sebenernya terjadi itu gimana," Ujar Bella yang terus mencoba memberi pembelaan untuk Riana.


"Barra...ayo gua takut,"Lirih Naila yang pura-pura ketakutan.


"Dasar nenek lampir,"Sungut Bella.


"Bella...diem lu,lu sama Riana sama-sama busuk tau gak,"Sungut Barra.


Barra pun membawa Naila pergi menjauh dari mereka, Namun seketika Riana terjatuh berlutut lemas serta kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya, ia terlihat kecewa dan ia pun menangis sejadi-jadinya.


Bella pun dengan cepat memeluk Riana dan membiarkan Riana menangis di bahunya.

__ADS_1


"Tenang Rin...,"Ujar Bella menenangkan.


"Hiks..hiks...,Gua salah apa Bella ?sampe hidup gua berantakan kaya gini,"Ujar Riana histeris.


Beberapa menit pun berlalu akhirnya Bella berhasil menenangkan Riana.


Tak lama setelahnya bel masuk pun dibunyikan sehingga kami pun harus menghabiskan waktu beberapa jam lagi untuk menyelesaikan mata pelajaran terakhir di kelas kami.


Bel pulang pun dibunyikan berulang kali seolah memaksa seluruh siswa agar segera pulang ke rumahnya masing-masing.


Sedangkan Riana masih saja terdiam lesu,Bella pun mencoba menghiburnya namun hasilnya nihil, Riana tetap saja terdiam tidak bergairah.


'Rin...ayo pulang," Ujar Bella yang melihat Riana masih saja melamun.


"Oh...iya,"


Bella pun memutuskan untuk pulang bersama Riana untuk melanjutkan rencana keduanya dengan Riana,setelah ia izin kepada orang tuanya lewat via online Bella pun ikut bersama Riana.


Di sepanjang jalan Bella pun terus menghibur Riana sampai ia pun memutuskan untuk mengeluarkan jurus terakhirnya, yaitu menggelitik perut Riana sampai akhirnya Riana tertawa terbahak-bahak.


"Nah gitu dong, gua capek nyari cara biar bisa bikin lu ketawa,"Keluh Bella.


"Iya...iya ..gua tau, tapi jangan digelitik juga kali ha..ha..," Ujar Riana yang nampak moodnya sudah membaik.


Setelah tiba di rumah Riana mereka pun membersihkan diri terlebih dahulu, lalu mereka pun memutuskan untuk menyantap penghuni meja makan terlebih dahulu.


Setelah semuanya selesai, mereka pun akhirnya pergi kamar Riana,untuk membicarakan Rencana kedua mereka.


Bella meminta Riana untuk menghias dirinya secantik mungkin setelah Riana selesai menghias dirinya sesuai permintaan Bella, waktunya Bella pun yang berperan menjadi photographer terbaik untuk memotret Riana.


"Bell mau ngapain sih?,"Tanya Riana penasaran.


"Udah diem aja,yang jelas gua gak bakal macem-macem,"


Setelah sesi pemotretan selesai mereka pun memilih hasil foto yang terbaik.


"Mana handphone lu,"Pinta Bella.


"Buat apa?,"


Bella pun mengetikkan sesuatu di laman pencarian di google play store dengan teliti entah apa yang dicarinya.


"Lu download aplikasi apa sih?,"Tanya Riana yang makin penasaran.


"Nih...aplikasi Omi," Bella menunjukkan aplikasi tersebut.


"Buat apa?,"


"Jadi...'


Bella pun menjelaskan semuanya bahwa ia meminta Riana agar mencari pertemanan di aplikasi tersebut, karena menurutnya itu adalah aplikasi kencan terbaik yang sekarang ini banyak digunakan oleh para remaja.

__ADS_1


Bella pun menjadikan hasil foto terbaik tadi menjadi foto profil akun Riana di aplikasi tersebut.


__ADS_2