Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Kesal rasanya


__ADS_3

Setelah selesai makan kita tidak langsung pulang,namun aku mengajak Barra agar mengantarku ke toko buku.Setiba di sana kami langsung menyusuri jajaran buku.Kemudian buku yang sedari tadi aku cari berada tepat di atas kepalaku, namun jaraknya cukup jauh untuk di jangkau.


Saat aku mencoba menggapai posisi buku tersebut, Barra telah menggapai lebih dulu sehingga ketika aku berbalik badan wajahku dan wajahnya tepat berhadapan begitu dekat.Dan mengikis jarak antara wajahku dan wajahnya.Dan entah kenapa mataku tidak dapat dialihkan dari tatapan matanya.


Tiba-tiba penjaga perpustakaan yang sedang merapihkan buku pun melintas di hadapan kami.


"ehemmm..,"kode penjaga perpustakaan.


Kami pun tersadar dari pandangan kami yang beberapa menit tadi terus terpaku kepada satu arah.


"eu..e..ini bukunya ," Ucap Barra gugup.


"Oo..o..iya ,"begitu pun denganku.


Buku yang sekarang berada digenggaman ku tidak cukup tebal yang mana tertulis di bagian cover buku tersebut sebuah judul "Study is important".


Aku memberikannya kepada p agar ia mau merubah semua nilai sekolahnya yang tertinggal jauh.


"Nih...baca deh!," perintahku sambil menyodorkan buku tersebut.


"Ta...ta..pi...tapi gua gak suka baca,"jawabnya.


"Bisa...," Tegas ku sambil memaksanya untuk menggenggam buku itu.

__ADS_1


"Entahlah aku pun tak yakin Barra mau menyempatkan waktu untuk membaca buku tersebut." gumamku.


Kami pun pulang ke rumah masing-masing.rasanya lelah setelah beberapa menit membujuk barra agar mau belajar dan me memperbaiki nilainya.


...****************...


Keesokan harinya aku bergegas pergi ke sekolah seorang diri dengan terus mengayuh sepedaku.Setelah tiba di sekolah tak lama kemudian bel masuk berbunyi begitu kencang menandakan agar kami harus bergegas masuk kelas.


kegiatan di dalam kelas berjalan dengan baik seperti biasanya sampai akhirnya waktu istirahat pun tiba.


"Rin...ke kantin yuk," Ajak Bella.


"ayo...,"jawabku antusias.


"Rin...ayo...kenapa sih? ," Tanya Bella.


"Hah...apa?,"aku terkejut dibuatnya.


"Lu kenapa Rin?/kesambet?,"


"eumm gua ke taman dulu yah bentar,"


"Oh oke...jangan lama-lama, "

__ADS_1


"oke,"Jawabku sambil berjalan dengan terus menerka apa yang ada di bangku taman.


Dugaan ku benar buku yang kemarin aku belikan untuk Barra tergeletak begitu saja di sana.aku tahu dia memang sulit dalam belajar,dia memang malas dalam membaca, tapi sesuliat apa menghargai orang lain baginya?. Rasanya sakit ketika hal baik yang kita lakukan tak sedikit pun dihargai dan sialnya air mata ku mengalir begitu saja, kenapa rasanya sesedih ini?.


Buku tersebut pun aku bawa, rasanya sudah tidak peduli lagi dengannya.


"Lu kenapa Rin?," Tanya Bella.


"enggak kenapa-kenapa, "


"Lu yakin enggak kenapa-kenapa?, "Tanya Bella sambil menengadahkan wajahku yang menunduk.


"Lu abis nangis?cerita dong Rin," Lanjutnya.


Aku pun menceritakan semuanya kepada Bella,rasanya muak ketika tidak dihargai dan Bella pun dapat merasakan apa yang aku rasakan.


"Oh...si Barra ternyata berengsek juga,gak tau diuntung dia,"Bella dengan ekspresi kesalnya.


"Udah Bella...malu diliatin orang-orang," Ujar ku agar Bella mau duduk dan kembali tenang.


"enggak papah Rin biar orang lain juga pada tahu kan?,"


Aku pun meminta Bella tenang . Dan dia pun akhirnya mau kembali duduk dan tenang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2