
Pada hari berikutnya tubuhku mulai membaik dan aku pun memutuskan untuk pergi ke sekolah dan setelah tiba di pintu depan Barra sudah setia menunggu dengan sepada motornya.
"Lu kok tau kalo gua sekolah,"Ujar ku menghampiri Barra.
"Tau dong, ayo...," Jawabnya singkat.
Aku pun langsung naik keatas sepeda motornya karena tidak terlalu kepo dengan alasannya.
Rasanya bahagia setelah beberapa hari tidak bertemu dengan Barra.
Setiba disekolah bel masuk pun dibunyikan berulang kali menandakan bahwa seluruh siswa di pinta agar memasuki kelas masing-masing.
Membuat seisi sekolah ricuh dibuatnya begitu pun dengan kelasku yang dibuat ricuh oleh seluruh siswa sampai aku terdorong oleh beberapa siswa dari belakang. Namun Barra dengan sigap menarik tangan dan memelukku menjauh dari keramaian.
Setelah beberapa jam berlalu bel istirahat pun akhirnya dibunyikan.
"Rin...ayo ke kantin,"Ajak Bella.
"Iya duluan aja gua nyelesain nulis dulu,"
Bella pun berlalu meninggalkanku
"Lagi ngapain sih lu?,"Barra yang tiba-tiba duduk di sampingku.
"Lagi berenang,"Jawabku asal.
Barra pun terkekeh mendengar jawabanku yang agak menggelitik itu.
"Lagi nulis apa sih sayang?,"Ujar Barra yang mulai bergurau.
__ADS_1
"apa sih sayang...sayang...,"Ujar ku mencoba menutupi salting.
"Cie... salting...,"Ujar Barra yang terus mendekat ke wajahku
"Oh iya Rin,gua mau ngomong sesuatu sama lu,"Ujar Barra yang agak serius.
"Apa?,"
"Nanti malem kita dinner yah?lu pake gaun yang gua beli dan lu wajib dandan cantik ,"Ujar Barra detail.
Aku pun sedikit terkejut bercampur bahagia entah apa yang akan Barra katakan nanti. Dan aku pun sebenarnya sudah menunggu lama momen ini.
"Rin...gimana?,"Ulang Barra yang melihat ku terus terdiam.
"Oh iya.. iya," Aku pun mulai tersadar dari pikiran ku yang sedikit healing.
"Gak lah biar lu kelihatan cantiknya itu plus-plusan,"Ujar Barra yang membuatku ingin melayang terbang.
Aku biasanya tak sebahagia ini jika ada laki-laki yang memujiku namun beda halnya dengan Barra.
"Yaudah yuk kita makan dulu kesehatan itu penting loh,"Barra yang kemudian membereskan alat tulis dan menggandeng tanganku.
Bergandengan dengan Barra adalah hal yang sangat membahagiakan bagiku sampai rasanya kehidupan ini hanya milik kami berdua.
Setelah beberapa jam bel pulang dibunyikan kami pun akhirnya pulang ke masing-masing rumah.
Semua orang pun langsung beristirahat setelah seharian beraktivitas di sekolah.Beda halnya dengan aku yang langsung sibuk mencoba gaun dari Barra dan mencari tutorial makeup yang paling mudah diikuti.
Namun setelah beberapa menit mamah pun datang ke kamarku karena melihat ku yang sibuk sejak tadi.
__ADS_1
"Lagi apa sih kak?,"mamah yang mulai duduk di sampingku.
"Eh mamah lagi lihat tutor mah,"Ujar ku yang masih fokus melihat video yang tampil dilayar handphone ku dengan posisi berbaring.
"Tutor apa kak?,"Tanya mamah keheranan.
Aku pun mengubah posisi ku menghadap mamah dan menceritakan bahwa Barra ingin mengajak ku dinner malam nanti.
"Cie... anak mamah udah mau pacaran nih? dulu aja ngomongnya gak mau pacaran eh pas ketemu sama Barra kok beda yah,"mamah yang sedikit menyindir.
"Mah kalo cowok ngajak dinner itu kenapa sih?,"
"Suka lah kak...,"Jawab mamah yang terdengar simpel yang membuat ku semakin kepedean.
"Aku sudah mengkhayal Barra akan menyampaikan perasaannya dengan romantis,"Gumam ku dengan tersenyum.
"Jangan senyum-senyum mulu,"Ujar mamah yang melihat ku terus tersenyum sendiri.
"Mamah kebawah lagi yah,"ujar mamah lalu meninggalkan ku
Aku hanya mengangguk sebagai tanda menyetujui.
Aku pun akhirnya mempraktekkan tutorial yang sedari tadi aku tonton dan hasilnya cukup memuaskan aku pun melihat wajah ku sendiri tak menyangka bisa secantik itu.
Waktu berjalan begitu cepat sampai akhirnya tiba waktunya aku menemui Barra.
Aku turun menyusuri anak tangga dengan penampilan yang amat berbeda rambut panjang tergerai,bulu mata yang melentik, bibir merah merona wajah tanpa kaca mata membuat semua orang terpaku melihatnya seperti seorang bidadari yang turun dari langit.
...****************...
__ADS_1