Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
siswi baru lu embat


__ADS_3

Aku bersyukur karena terus bisa dekat dengan Barra Walaupun hanya sebatas teman.


Aku pun dituntun masuk ke kelas oleh Barra namun pertengahan jalan di koridor kelas seseorang dengan tidak sengaja menyenggol Barra dan menjatuhkan dompetnya.


"Permisi...ini dompetnya tertinggal, "Teriak Barra membuat seseorang itu menghentikan langkahnya.


"Oh iya maaf saya buru-buru terimakasih yah," ujar nya dengan tergesa-gesa.


Namun Barra terus memandang kepergiannya sampai lupa bahwa ia sedang menuntunku jalan.


"euhemmm...,"Aku menyadarkannya.


"Oh iya ayo...,"Barra mulai menuntunku kembali.


Jujur saja gadis itu memang cukup cantik wajar saja Barra tidak dapat mengalihkan pandangannya.namun gadis itu baru terlihat pasti siswi baru.


"iya sih cantik,tapi ngedip kali, dasar buaya," sungutku.


"Apa sih lu cemburu, "


"iya gua cemburu ,"gerutu ku dalam hati.


"Apa sih najis banget cemburu sama lu,"ujar ku mencoba menutupi rasa cemburu ku.


Setelah bel masuk dibunyikan seluruh siswa masuk untuk mengikuti pembelajaran dan benar saja gadis itu siswi baru di kelas kami.


"Assalamualaikum anak-anak," pak wahyu sebagai guru fisika di kelas kami membawa dan hendak memperkenal siswi baru tersebut.

__ADS_1


"Waalaikumsalam pak,"jawab seluruh siswa serentak.


Pak wahyu pun langsung mempersilahkan siswi baru tersebut memperkenalkan dirinya.Namanya Naila anggraeni biasa disapa Naila pindah ke sekolah ini karena perusahaan papahnya dialihkan ke jakarta ia dan keluarga berasal bandung.


Namun saat Naila memperkenalkan diri aku malah fokus melihat Barra yang tanpa mengedip memperhatikannya.


Entah rasa cemburu macam apa ini yang pertama kali aku rasakan.


"Bella lihat buaya kelas kita gak ngedip-ngedip liatin naila," ujar ku membuat Bella menolah.


"Si Barra siapa lagi, "


"Emang udah biasa kali Rin, tapi lu gak cemburu kan?,"ujar Bella yang sekilas melihat Barra lalu memfokuskan pandangannya kembali ke depan.


"e....e...enggak kok ," jawabku gugup.


"Padahal sebenernya sudah bukan cemburu lagi sudah terbakar mungkin,"gumam ku.


Beberapa jam berlalu dan waktunya kami menyerbu tempat terfavorit ialah kantin.Aku pun mencoba untuk berjalan sendiri karena rasanya Barra sudah tidak peduli lagi denganku dan aku pun berhasil menetralisir rasa sakit di lutut ku walaupun baru bisa berjalan sedikit demi sedikit.


Tiba di kantin dan beberapa menit berbincang Barra pun datang.


"Lu jalan sama siapa?," Tanya Barra.


"Sendiri dong,"Jawabku dengan bangga.


"Bagus,"ujarnya sambil mengelus kepalaku lembut.

__ADS_1


Ia pun menghampiri siswi baru yang sedang berbincang diujung sana terlihat cukup akrab rupanya entah apa yang ia bincang kan.Aku terus melihat ke arah mereka.


"Jangan panas...jangan panas...," Bella sembari mengipasiku dengan kedua tangannya dan mencoba meledekku.


"Apa sih Bella enggak kok,"jawabku lalu pergi ke kelas.


"Ya....marah...,"


Aku pun memilih diam di kelas daripada harus terus melihat Barra dengan Naila cukup akrab.


Bel penanda masuk pun dibunyikan beberapa kali membuat semua siswa ribut dan terburu-buru masuk.


Setelah beberapa jam waktu pulang pun tiba-tiba.


Barra menghampiriku dengan motor sport-nya berhenti tepat di depanku.


"Ayo...,"Ajaknya.


"Enggak gua mau naik taksi," jawabku karena masih kesal dengannya.


"Owhh Ya udah,"


Naila pun melintas melewati kami kemudian Barra memanggil dan membuatnya menghentikan langkah,Barra pun mengajaknya pulang bersama dan Naila menyetujuinya.


"Sialan bukannya maksa gua buat ikut dia malah ngajak cewek lain, gak peka banget sih...,"Umpat ku ketika motor Barra mulai menjauh.


"mentang-mentang ada gadis cantik, siswi baru aja lu embat..," lanjutku dengan kesal.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2