Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Sukses bikin baper


__ADS_3

Aku berniat memesan taksi di depan jalan saja agar bisa mengejar waktu,namun di pertengahan jalan suara motor yang tak asing terdengar jelas si belakangku.


"Barra...belum berangkat sekolah?,"ujar ku heran.


'Belum tadi nungguin kamu didepan ," jawabnya datar namun berhasil membuatku baper.


"ayo...udah siang, "lanjutnya.


Tanpa basa basi aku pun langsung naik ke atas motornya. sepanjang perjalanan ia berhasil membuat moodku kembali,bergurau dan tertawa bersama seperti ada sihir yang membuatku lupa akan luka kemarin.


yah...ini Riana yang perasaannya mudah berubah ketika bersama Barra.


sampai akhirnya kami tiba di sekolah lalu beberapa jam berjalan cukup baik sampai tak terasa tiba waktu istirahat bagi seluruh siswa.


"ya ampun...kenapa menstruasi ribet sih gua kayanya bocor deh,"gumam ku.


"yah...Bella udah duluan lagi ke kantin,"lanjut ku prustasi.


Dan kini di dalam kelas tersisa dua orang aku dan Barra. Aku harap Barra tidak menghampiriku agar aku bisa kabur dari kelas.Namun langkah Barra mulai mendekat ke arahku.

__ADS_1


"Kenapa Rin?...," tanya Barra sambil duduk di sampingku.


"eu...eu..enggak,"jawabku gugup.


Rasanya malu jika harus jujur kepada laki-laki soal menstruasi, tapi sampai kapan aku akan berada didalam kelas dengan keadaan seperti ini.


"Kenapa sih ?kalo malu bisikin aja," ujar Barra dan memajukan telinganya.


Namun aku masih merasa malu dan ketika aku memajukan bibirku ke telinga Barra untuk berbisik Barra malah mengubah posisinya karena aku yang tak kunjung berbisik sehingga hampir saja bibirku bertabrakan dengannya untung saja aku langsung memundurkan kepalaku agar bibirku dan bibirnya tidak bertabrakan.


ahh...kejadian itu malah makin membuatku gugup dan di tambah lagi Barra malah memegang wajahku dengan kedua tangannya memfokuskan pandanganku kepadanya.


Sial wajah Barra terlihat sangat tampan di jarak kami yang sangat terkikis ini dan akhirnya aku pun berbisik.


"Gua bocor lagi menstruasi...," bisik ku malu.


"Ohh...itu,"jawabnya sangat santai.


"gua beliin pembalut dulu yah,lu tunggu di sini," lanjutnya.

__ADS_1


Aku hanya terdiam membisu melihat sikap Barra yang menurutku terlalu sweet bagi seorang Riana.Tak lama kemudian Barra kembali dengan membawa plastik hitam yang di dalamnya sudah terisi dengan pembalut.


"Makasih yah,gua ke kamar mandi dulu,"ujar ku dan menerima plastik hitam tersebut.


Barra hanya mengangguk dan tersenyum, saat aku mulai berdiri dan keluar dari kursi ku Barra langsung memegang lenganku membuat langkahku terhenti.ia langsung mengikatkan jaketnya di pinggangku untuk menutupi darah menstruasi yang terlihat di rokku yang mana posisi kami kini seperti orang yang sedang berpelukan. aku berbisik di telinganya.


"Gak usah Barra nanti jaket lu kotor lagi," bisik ku.


"gak papah,"jawabnya simple dengan terus tersenyum manis.


Sumpah satu hari ini ia berhasil membuatku baper berlebihan dan akhirnya aku bergegas ke kamar mandi. Tak lama kemudian setelah beberapa menit di kamar mandi bel masuk pun sudah di bunyikan. Yang mana aku sudah mendahului siswa lain masuk kelas.


"Rin..lu enggak ke kantin? dari tadi ditungguin... tahunya disini aja," ujar Bella panjang lebar.


"Gua bocor...,"bisik ku di balik telapak tangan kanan yang menutupi wajahku.


"Ohh lu menstruasi...," Teriak Bella refleks.


Aku pun refleks menutup mulut Bella yang hampir membuat ku malu, untung saja ketika Bella teriak Barra yang masuk kelas ia hanya tersenyum melihat tingkahku ketika menutup mulut Bella.Aku pun tersenyum padanya.

__ADS_1


__ADS_2