
Malam terasa begitu cepat berganti pagi dan anehnya tadi malam kebiasaan buruk ku tidak aku ulangi. Ini kali pertamaku tidak tidur larut malam,mungkin karena kemarin tidak bisa tidur siang akhirnya malam pun yang jadi gantinya.Aku pun bergegas menyusul mamah,ayah dan Alya yang sudah ada di bawah untuk sarapan.
"Kakak,baru aja mamah mau ke atas,"sambil menyiapkan makanan.
"Hehe...iya mah tadi kakak buru-buru mandinya jadinya cepat deh,"jawab ku asal.
"Iya nih kak tumben,"Timbal Alya
"Apa sih lu dek ikutan aja,"jawabku sambil tersenyum.
Ayah pun tiba di tempat makan setelah memanaskan mobil.Dan langsung heran melihat ku yang sudah berada di meja makan.Aku adalah orang yang jarang sarapan sebenarnya jadi semua orang pasti selalu mengingatkanku untuk sarapan.
"Eh udah ada kakak?,"Goda ayah.
"Apa sih semuanya kaya gitu?," jawabku sambil tersenyum malu.
"Ada yang aneh tahu yah,mah kakak dari tadi senyum-senyum aja,"Timbal Alya.
"Apa sih lu dek ngaco deh ngomongnya,"jawabku sambil menahan senyum. Entah kenapa dari sepulang sekolah kemarin rasanya ingin terus tersenyum.
"Ini sih tanda orang jatuh cinta mah,yah,"lanjut Alya sambil tersenyum menggoda.
"Apa iya kak?," Tanya ayah menggoda.
"Gak papah kok kak asal ada batasan,"lanjut mamah
"Ih...apa sih nggak....," jawabku sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Ayo makan yuk kakak udah lapar,"aku mengalihkan pembicaraan.
Kami pun mulai menyantap sarapan kemudian setelah beberapa menit kami pun mengakhirinya.Seperti biasanya ayah,aku dan alya pun berangkat.Tapi tiba-tiba rasa takut pergi ke sekolah pun mulai muncul kembali,aku pun terdiam di ambang pintu,memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kak ayo...," ajak ayah menyadarkan ku dari lamunan.
"Ayo...yah,"jawabku singkat
Akhirnya aku pun memilih untuk memaksakan berangkat ke sekolah dengan perasaan yang berat.Tiba di sekolah rupanya Bella sudah dulu tiba di sana.
"Ri....,"Bella melambaikan tangannya.
"iya Bell..."aku menghampirinya.
"Tumben lu udah di sekolah?,"lanjut ku
"Wah...parah lu niat sekolahnya udah menyimpang,"
"Nggak...nggak... bercanda Rin,"jawabnya sambil nyengir dan menunjukan kedua jarinya yang berbentuk huruf " v".
"Iya ...iya terserah lu",
Kami pun tertawa dengan sangat bahagia sampai tiba di kelas.Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengawali pembicaraan.
"Bell...gua mau cerita tahu,"
"Cerita apa?cerita aja kaya ke siapa aja lu,"jawabnya sambil mendekatkan kursinya dengan kursi ku.
__ADS_1
Akhirnya aku pun menceritakan apa yang masih mengganjal dalam hati ku tentang anak-anak di sekolah yang kemarin melempari ku dengan sampah lagi.
"Terus mereka masih kaya gitu gak?,"tanya Bella serius.
"Gak tahu juga sih,tapi gua berharap setelah kejadian kemarin mereka bisa berubah," jawab ku
Kemudian setelah beberapa jam para siswa pun berdatangan.Tidak lama setelah itu pembelajaran pertama pun di mulai.Dan setelah beberapa menit pembelajaran di mulai Barra pun datang ke kelas.
"Assalamualaikum pak,maaf saya terlambat," Barra di ambang pintu.
"Waalikumsalam... oke masuk tapi jangan di ulangi,"Tegas pak Rohmat.
"Baik pak terimakasih,"jawabnya singkat
Seisi kelas pun mulai ramai saat Barra masuk ke kelas.
"Ria... itu yang namanya Barra?,"Tanyanya dengan terus menatap wajah Barra.
"Iya...iya...itu Barra ngeliatnya jangan fokus-fokus dong ngedip,"goda ku sambil menggoyangkan bahunya.
"Suutt... jangan berisik calon most wanted sekolah lewat... ," jawabnya sambil menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya.
"Iya terserah lu,"
Pak Rohmat pun memberi instruksi agar semuanya kembali fokus dengan pembelajarannya.Barra pun duduk ditempat duduknya yang tepat di belakang ku.
...****************...
__ADS_1