Saya Tidak Peduli Pada Mu

Saya Tidak Peduli Pada Mu
Rencana pertama


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja Bella pun mengajarkan Riana berdandan, meskipun berulang kali Riana menolak namun Bella tetap memaksanya,Sehingga lambat laun Riana pun bisa melakukan semua yang Bella ajarkan.


"Bel..," Ujar Riana setelah selesai berdandan ala-ala Bella.


"Wah...perpect...amazing...,"Bella setelah berbalik ke arah Riana.


"Apa sih lu berlebihan tau,"Ujar Riana tampak malu-malu.


"Gua serius kali lu cantik, gua gak mau tau besok lu harus dandan kaya gini ke sekolah,"


"Apa???lu mau gua dihukum di sekolah, "


"Ya gak bakal di hukumlah dandanan lu natural kali,"


"Natural dari mana?menor gini,"Ujar Riana sembari melihat wajahnya di cermin.


"Udah lu gak tau apa-apa, nurut aja, lu mau move on kan dari Barra?,"Tanya Bella meyakinkan.


"Hmmm iya sih,"Riana mengangguk.


"Ya udahhhh,"


Hari pun mulai sore Bella memutuskan untuk segera pulang karena takut orang tua Bella mengkhawatirkannya meski tadi sudah meminta izin kepada orang tuanya,tetap saja ia tidak bisa pulang kesorean.


Keesokan harinya


Riana sudah berseragam putih abu-abu namun wajahnya tidak sedikit pun tergores oleh alat make up.


"Gimana yah?gua beneran dadan kaya kemarin?,"Tanya Riana kepada dirinya sendiri."


"Gimana kalo gua beneran dihukum?,"


"Tapi kalo gua gak dapet pengganti Barra,gua gak bisa move on dong,"


Setelah beberapa menit bertengkar dengan batinnya sendiri akhirnya Riana pun bisa memutuskan pilihannya.

__ADS_1


"Oke...Riana dandan senatural mungkin dan secantik mungkin,"Batinnya seolah berujar demikian.


Setelah sekian lamanya ia berhasil terlihat senatural mungkin dan secantik mungkin.


"Kakak...," Suara mamah dari bawah.


"Iya mah, gak usah ke sini kakak udah selesai, "Teriaknya.


'Iya kak,soalnya ayah sama adek udah mau berangkat,"


"Iya mah,"


Riana pun bergegas keluar menyusuri anak tangga.


Seisi rumah pun serentak melihatnya heran.


"Udah...udah yah jangan ada yang komen,"Ujar Riana karena peka bahwa seisi rumah melihatnya aneh,"


Riana pun hanya meminum seteguk air susu dan membawa sepotong roti berlapis coklat yang ada dipiringnya.


Mereka bertiga pun akhirnya berangkat setelah berpamitan kepada Rosa.


Setibanya di sekolah semua mata tertuju kepada Riana membuatnya malu dan salah tingkah entah penampilannya yang sangat bagus atau malah penampilannya yang terlalu buruk.


"Bel...," Riana pun berteriak ketika melihat Bella yang sudah lebih awal datang ke sekolah.


"Wihh...cantik lu Rin,"


"Lu serius? ini gak terlalu berlebihan kan?,"Ujar Riana.


"Enggak,"


Namun tiba-tiba...


"Rin...Riana,"Teriak Barra tepat di belakang mereka berdua.

__ADS_1


"Stop Rin,lu pura-pura gak denger ayo lanjut jalan," Ujar Bella.


"Tapi,Bel,"


"Udah nurut aja sih,"


Mereka berdua pun mempercepat langkah, sedangkan Barra masih saja meneriaki Riana.


Setiba di kelas


"Rin,lu gak denger gua manggil,"Ujar Barra yang tampak kelelahan.


"Enggg...ngk enggak ," Jawab Riana gugup.


"Lu cantik Rin,"Lanjut Barra.


"Iyalah cantik, calon punya pacar baru,"Sambar Bella.


iya kan Rin," Lanjut Bella.


"I..I..ya...iya ...bener Bel,"Lagi dan. lagi Riana tampak gugup.


Pertanda pelajaran pertama pun dibunyikan berulang kali.


Setelah beberapa jam berlalu semua mata pelajaran pun selesai kami pelajari,sehingga tiba saatnya kami pulang ke habitat masing-masing.


Namun di sepanjang pembelajaran, berseliweran penghuni kelas membicarakan kecantikan Riana yang membuatnya sedikit risih.


"Bel,gara-gara lu nih gua diomongin kan sama satu kelas,"


"Udah resiko,kalo dikelilingi netizen,"Bella penuh gelak tawa.


"Serius Bella,"


"Namanya orang Rin,mau lu baik,mau lu jahat ya diomongin pasti diomongin aja,jadi bahan gosip,hahaha,"

__ADS_1


Akhirnya Riana pun mengikuti perintah temannya itu agar rencana mereka berhasil membuatnya move on dari Barra


__ADS_2