
..."Jangan biarkan hari kemarin merenggut banyak hal di hari ini" ...
..._Tayana Anatasya_...
"Udah sekarang fokusin ke diri lo sendiri aja. Jangan hiraukan masalah lo kalau masalah itu sendiri yang ngebuat lo depresi dan nyerah sama hidup ini. Dengar ya tay, terkadang kita perlu lari dari masalah kalau masalah itu gak terlalu penting dan gak pantes buat kita ambil pusing. Hidup cuman sekali, masa kita mau buat kisah kelam aja di kehidupan kita yang cuman sekali ini. Gue pernah dengar tips dari seseorang, tips untuk menghadapai rumitnya dunia ini. Tipsnya itu, kita harus menganggap semua hal itu mudah. Walaupun masalah terberat sekalipun, kalau kita anggap itu mudah. In syaa Allah mulus dah tu jalan hidup kita," Setelah mengatakan petuahnya, ia pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi karena kedatangan Tayana. Jangan kira dia mengerjakan pekerjaan rumah, tydakk. Renzah tipe orang yang malas. Jadi pekerjaannya yang sempat tertunda tadi yah mengecat kuku-kuku cantiknya dengan telaten sambil bersenandung kecil.
"Zah," Panggil Tayana, membuat empunya nama menoleh sambil menaikkan alisnya.
"Apa tay, lo kalau mau cerita, cerita aja. Gue dengerin kok," Ucap Renzah tanpa menoleh lagi ke arah Tayana.
"Zah,"
"Ck, apa sih begek ganggu aja."
"Gue, gue, gue." Mendengar ucapan Tayana yang seperti itu, Renzah pun menggertakkan giginya dan berusaha mengontrol emosinya karena sahabatnya masih dalam mode sad.
"Gue mau boker, udah kebelet dari tadi lo ceramahin gue sama petuah-petuah kek opah upin ipin," Ucap Tayana lalu kabur ke kamar mandi menuntaskan pertapaannya seperti biasa.
"GILA LO TAY, GUE SUMPAHIN LO JADI ORANG SUKSES BIAR TAU RASA LO GIMANA JADI ORANG KAYA," Pekik Renzah yang dibalas Aamiin oleh Tayana dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
▫▫▫▫▫▫▫
Di lain tempat, terdapat segerombolan geng motor yang bersiap-siap melakukan lomba seperti biasanya. Mulai menghidupkan mesin motornya dengan di gas berkali kali sampai menimbulkan suara berisik bagi siapapun yang mendengarnya.
"SEN MAJU CEPETAN ANJIR, ITU LAWAN LO UDAH PADA MELAJU TAK TERBATAS SAMPAI AWAN GITU," Harsen yang mendapat teriakan dari Syehan hanya menatapnya datar seraya memfokuskan pandangannya pada jalan di depan, Lalu melesat dengan cepat sampai orang yang berada di sekitarnya terbatuk-batuk karena asap motornya.
"Gilee tu bocah sekali semprot langsung ngilang. Udah kayak jin yang ngabulin tiga permintaan itu ye kan. Hebat banget semprotan gue, Ya gak cuy." ucap Syehan bangga kepada teman-temannya dan duduk di kursi yang sudah disediakan, lalu memakan popcorn yang ia bawa.
"Iyain aja, siapa tau dia langsung waras kalau di iyain," ucap Rayyan cuek sambil mencomot popcorn yang ada di tangan Syehan.
"Sumpah demi apa kalian udah kayak sepasang kembara-kembara nakal kalau diliat begini. Dimana-mana, yang namanya nonton balapan itu kagak ada tuh bawa-bawa popcorn segala. Dikira bioskop kali ah," Tawa Steven sambil memegangi perutnya yang sakit karena tingkah sahabat dajjalnya yang aneh bin ajaib.
▫▫▫▫▫▫▫
"Ya elah, cepetan sikit Tay. Nanti dosennya keburu dateng terus kita gak di kasih masuk lagi. Udah tau tu dosen killer banget," Gerutu Renzah karena melihat Tayana selalu mempoles bibirnya dengan lipstik,liptint,dan lipgloss.
"Dah, kuy berangkat. Eh bentar-bentar, muka gue gimana? Kelihatan gak kalau habis nangis semalaman?," Tanya Tayana seraya menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri. Yang hanya dibalas gelengan oleh Renzah.
Jarak dari kampus dengan kos mereka cukup dekat, hanya memakan waktu lima menit untuk sampai ke kampus. Karena terburu-buru takut dosen killer sampai duluan di ruangan, mereka berdua pun berlari-lari kecil. Karena fokus memeriksa buku apakah sudah dibawa apa tidak di dalam totebagnya, Tayana pun tak sengaja menabrak seseorang sampai ia terjatuh.
__ADS_1
"Aduh ya ampun, lo punya mata gak sih. Gak liat ada manusia yang lagi jalan ya," ucap Tayana sambil membersihkan dengkulnya yang kotor, dengan melihat si penabrak tadi. Dan tertegun sejenak melihat mata si penabrak tadi.
"Ekhem, mata lo bagus, warna biru pula. Kalau kata dosen gue sih menurut filosofi yunani, lo termasuk kriteria pemimpin." Setelah mengatakan itu, ia pun menarik Renzah yang hanya melongo melihat kejadian di depannya.
Sedangkan si penabrak tadi, tidak lain dan tidak bukan adalah Harsen Anandra. Cowok yang paling famous di kampus karena ketampanan serta kecerdasannya dibidang akademik. Namun sayang, ia termasuk orang yang dingin terhadap semua orang kecuali kepada tiga orang curut yang selalu menemaninya dari SD sampe kuliah. Siapa lagi kalau bukan Syehan Arsenio, Rayyan Moscow, dan Steven Lorenzo.
▫▫▫▫▫▫
Suasana siang yang panas, membuat banyak orang enggan rasanya berlama-lama berada dibawah terik matahari. Begitu juga dengan tiga orang anak manusia yang berada di dalam ruangannya terus mendecak kesal karena kegiatan pulangnya tertunda akibat rengekan salah satu temannya yang takut kulitnya gosong akibat terpapar sinar UV katanya.
"Ck, lo mau pulang apa kagak sih Han. Masa panas gini doang lo takut. Dengerin nih ya, panasnya sekarang ini belum ada apa-apanya dari panasnya api neraka. Pasti kulit lo lebih gosong sampe melepuh tuh. Dosa lo aja banyaknya minta ampun, ayo pulang yok. Hitung-hitung lo latihan sebelum masuk neraka nanti," Mendengar ucapan Steven yang menurutnya kurang disekolahkan, ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Berjalan dahulu ke arah parkiran meninggalkan sahabat-sahabatnya yang speechles melihat tingkah Syehan yang aneh dari yang lainnya.
"Noh liat, anak perawan udah jalan duluan. Kuylah berangkat, bosan gue lama-lama di kampus ini. Berasa lagi uji nyali woy. Judul skripsi gue belum nemu lagi, memang penderitaan sesungguhnya didunia perkuliahan itu ya ini. Dosen mah tinggal ngarahin yang susah-susah, lah kita yang ngejalaninnya engap cuy. Ya gak Sen? lo juga dari tadi kenapa diam aja. Masih kepikiran sama cewek yang tadi pagi?," Tanya Rayyan sambil jalan menuju parkiran.
"Gak, ngapain mikirin cewek aneh kek gitu." Ucap Harsen santai dan mempercepat langkahnya agar semua mata lapar para cewek di kampus terhempas dari pandangannya.
"Jatuh cinta baru tau rasa lo bucin ke tu cewek," teriak Steven karena Harsen sudah semakin jauh dari mereka.
Memakai satu mobil kemana-mana merupakan kesepakatan mereka dari SMA dulu. Anggapan mereka ialah, agar persahabatan mereka ini makin erat dan bersambung sampai ke anak cucu mereka nanti. Sebenarnya ini bukan anggapan mereka sih, ini tuh anggapan Syehan. You know lah kalau Syehan itu raja drama.
__ADS_1