
▫▫▫▫▫▫▫
... "Aku tanpamu seperti kelelep air, Engap." ...
..._ SYEHAN ARSENIO_...
..........
"Cuy, sore ini jalan yuk. Udah lama kan kita gak konvoi di jalanan. Apalagi anak-anak lainnya udah pada kangen liat lo," Ucap Steven kepada Harsen ketika mereka lagi kumpul di rumah Rayyan.
"Teven, Teven, bilang aja lu kangen ditraktir." Sinis Syehan yang sedang memakai skincarenya itu.
Yaps, Syehan adalah tipe cowok yang sangat memprioritaskan kesehatan kulit dan wajahnya. Ia punya hobi seperti para ciwi-ciwi. Mengumpulkan skincare, lalu memakainya. Katanya sih mengusir rasa kegabutan di rumah.
"Nama gue Steven, dodol." Sahutnya dengan melemparkan bantal ke arah Syehan yang langsung tepat sasaran mengenai kepalanya.
"Hubungi anak-anak di grup, kita kumpul nanti sore setelah Ashar di markas." Setelah mengatakan itu, Harsen pun merebahkan badannya.
...Grup Whatsapp...
... HARDER TEAM...
... ...
^^^Rayyan Moscow^^^
^^^'Sore ini kumpul di markas habis Ashar, kita jalan sesuai permintaan kalian''^^^
Bagus
Wuidih,gercep nih ketua kita. Siplah
Kebo
Traktir aman kan? Wkwkwk
Anak Perawan
__ADS_1
Ckck, traktir mulu di otak lo. Sama kaya si Teven.
Stempel
@Anak perawan Berisik lu!!!
Begitulah kira-kira isi grup chat mereka yang dibalas satu persatu oleh anggota Harder Team lainnya.
▫▫▫▫▫▫▫
"To the point aja, lu mau apa ngajak gue ketemuan?," Tanya Tayana langsung tanpa basa-basi.
Saat ini Tayana dan Renzah sudah berada di kafe yang sudah dijanjikan tadi. Renzah duduk di kursi agak jauh dari mereka dengan posisi memantau dari tempat duduknya.
"Wuss, santai dong sayang. Aku ngajak kamu ketemuan, cuman mau ngundang kamu di pernikahan aku nanti." Ucap Aldi dengan senyum remeh ke arah Tayana.
"Dia juga saat ini tengah mengandung buah hati kami. Salah kamu sendiri, kenapa gak mau kemarin. Jadinya kan kamu jagain jodoh orang selama dua tahun," Bisik Aldi di telinga Tayana yang membuatnya semakin merasa jijik dengan Aldi.
"Hehh, malahan gue bersyukur banget gak berjodoh sama orang begok." Jawabnya santai dengan tersenyum smirk.
"Sial, kenapa ekspresinya diluar dugaan gue." Batin Aldi geram melihat tingkah Tayana yang santai.
"Happy wedding my ex," Bisik Tayana kepada Aldi.
Namun, tingkahnya tadi tak luput dari pandangan lelaki yang sudah geram melihat pemandangan itu. Dan memilih menghampirinya.
"Cih, jadi gini perilaku kamu diluaran Yana. Daddy tidak menyangka kalau kau sekarang jadi wanita penggoda. Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya," Ujar Willem meremehkan putri yang selama ini ia besarkan.
Mendengar ucapan sang ayah, lantas tubuh Tayana seperti kaku untuk digerakkan karena shock mendengar ucapan Ayah yang selama ini ia banggakan. Melihat itu semua, lantas Renzah menghampiri Tayana.
"Apa-apaan ini om, apa pantas seorang Ayah mengucapkan hal rendah ini sama putrinya sendiri?," Tanya Renzah mencoba menahan emosinya karena yang didepannya ini adalah orang tua.
"She's not my daughter," Ucapnya menekankan kata-kata itu agar bisa dicerna mereka berdua. Dan berlalu pergi dari kafe itu karena pertemuannya dengan kliennya sudah selesai dari sebelum dia menghampiri Tayana.
Sedangkan Aldi, dia tersenyum puas melihat keadaan Tayana yang memprihatinkan dimatanya.
▫▫▫▫▫▫▫
__ADS_1
"CUYY, NANTI KITA NONGKI DIMANA? UDAH PEGEL NIH BOKONG GUE KELAMAAN DUDUK," Teriak Syehan dari atas kereta scoopy merah miliknya.
Sudah 1 jam mereka mengelilingi kota itu, saling mengikuti dari belakang. Dengan motor Harsen, Syehan, Rayyan, dan Steven berada paling depan. Memakai baju keren serba hitam dengan helm bergo coklat, menambah kesan cool bagi Harder Team.
"LIHAT KAFE TERDEKAT," Jawab Harsen singkat dengan suara kuat. You know lah kalau di atas motor, suara kita terbang dibawa angin.
Kebetulan kafe terdekat dari posisi mereka ya di kafe bloody. Satu persatu dari mereka memarkirkan motornya setelah Ketua mereka memarkirkan motornya duluan.
"Duluan aja masuk, gue mau ke toilet bentar." Anggota Harder Team pun duluan memasuki kafe tersebut.
▫▫▫▫▫▫▫
"Hiks, kenapa Daddy aku sendiri tega mengucapkan kata rendahan gitu Zah? Apa salahku? Hiks, aku udah mengalah untuk tidak mengganggu kehidupannya setelah mommy meninggalkan aku juga.Hiks, apa yang aku lakuin sampe dia bisa mengucapkan kata-kata kotor itu, Hiks." Menangis dengan terisak sambil menceritakan keluh kesah kita merupakan hal yang paling nyesek.
Cara terbaik untuk menenangkan diri ketika lagi menangis, adalah diam. Tenangkan diri di dalam kamar, setelah agak mendingan, baru keluar dengan menampilkan senyum palsumu.
"Ada aku Tay, kamu jangan ngerasa sendiri. Orang tua aku juga berlapang dada kok nerima kamu jadi anak angkat mereka. Don't feel you alone, Ok?," Ujar Renzah menenangkan Tayana dengan mengusap usap bahunya.
"Gue benci dia Zah, BENCI. AKU MENYESAL PUNYA AYAH KEK DIA," Teriak Tayana di dalam toilet mengeluarkan rasa kesalnya. Kebetulan kondisi toilet sepi.
Tanpa di sadari, Harsen tak sengaja mendengar keributan dari dalam toilet wanita dan tak sengaja mendengarkan keluh kesah suara wanita yang tak asing baginya.
▫▫▫▫▫▫
Tayana Pov
Aku mengira berlari dari masalah adalah keputusan yang paling tepat. Tapi perkiraanku salah, semakin aku berlari jauh dari masalah itu sendiri, semakin dekat juga masalah itu datang. Korban dari broken home itu sangat berdampak untukku. Bersikap tenang seolah-olah tidak ada masalah, malah membuat dadaku semakin sesak. Seorang yang sedari kecil aku panggil Ayah, tega mengatakan hal rendahan kepada putrinya. Sebenci itukah ia terhadap Ibuku sampai aku, darah dagingnya ia perlakukan seperti itu?. Sedangkan orang yang sangat aku anggap dekat itu malah menghilang meninggalkanku yang bahkan ia tidak tau, apakah tiap malam aku memanggil-manggilnya di alam bawah sadarku. Yah, aku tidak tau pergi kemana Ibuku setelah pisah dengan Ayahku.
Memiliki sahabat yang paling mengerti dan paling menghibur disaat keadaan terpurukku, mungkin suatu keberuntungan atau hadiah dari Tuhan untukku. Tapi pertanyaanku cuman satu, kapan aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang selama 5 tahun menghilang dariku?. Bolehkah aku menyerah untuk keadaan yang sangat sulit untuk ku hadapi?.
▫▫▫▫▫▫▫
"****, cepat kalian tangani pria tua bangka itu. Aku menyuruh kalian melindunginya disana. Sekali lagi aku melihat dia menghinanya bahkan menyentuhnya, aku yang akan turun tangan menghabisinya. Bahkan membuang kalian ke Planet Mars," Ujar seorang pria dari seberang sana dan menutup panggilan itu sepihak. Hingga membuat si penelpon dan beberapa temannya susah payah menelan salivanya, akibat ancaman itu.
▫▫▫▫▫▫▫
Dua hari sudah berlalu, namun Tayana masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Kantung mata yang menghitam serta menggembung, pipi yang tirus karena ia tidak mau makan, serta meninggalkan semua aktivitasnya termasuk perkuliahannya. Jika dilihat-lihat, ia seperti mayat hidup. Renzah sudah berulang kali membujuknya untuk makan dan melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun hanya penolakan yang ia terima.
__ADS_1
"Tay, mau sampai kapan lo terus-terusan meratapi kesedihan lo ini?," Tanya Renzah jengah melihat sikap Tayana dan tidak tega melihat kondisi sahabatnya itu.
"Seburuk itukah gue Zah?. Gue cuman pengen kebahagiaan gue kembali, kumpul bareng keluarga. Mencicipi masakan Mommy gue yang paling enak, berlari dari kejaran Daddy yang ingin menciumi gue. Hiks, gue rindu suasana hangat itu Zah. Hanya Daddy harapan gue setelah Mommy gue pergi. Tapi malah ia yang menjatuhkan harapan gue sendiri, mencampakkan gue. Yah walaupun ia masih memberi tanggung jawabnya menafkahi gue, tapi apa semua uang yang ia berikan itu cukup buat gue?. Hiks, hiks, sekarang gue membenci sosok yang selalu gue panggil Daddy Zah," Tangis Tayana pecah mengenang suasana harmonis keluarganya dahulu. Renzah tidak bisa berkata-kata lagi untuk sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan Tayana yang membuatnya sesak. Ia hanya bisa memeluk Tayana erat untuk membagi kesedihannya itu.