
..."Kamu dilahirkan untuk menjadi apa adanya dirimu, bukan untuk menjadi sempurna."...
...........
Suara deruman motor memasuki kawasan kosnya, mengusik pendengaran Renzah malam ini. Dengan mengernyitkan kening, ia pun bangkit untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Omo-omo, what the hell." Pekiknya tertahan melihat sahabatnya Tayana dibonceng oleh Harsen. Masih memantau gerak gerik mereka dari jendela hingga Harsen beranjak pergi dari sana.
"Assalamu'alaikum ya ahli kubur," Masuk tanpa melihat siapa orang di sampingnya sekarang.
"Anjirr, lo ngapain disini begek. Untung gue gak ada riwayat jantung,"
"Lo utang penjelasan sama gue," Ucap Renzah berlalu pergi meninggalkan gadis itu yang terheran-heran melihat tingkah sahabatnya.
"Ngapa tu bocah. Pms kali ye," Acuhnya mengedikkan bahu.
........
"Uhuyy, ada yang lagi berflower-flower nih." Cibir Rayyan. Mendengar ucapan Rayyan, lantas atensi semua orang disitu teralihkan.
"Kesambet lo?," Sahut Syehan tanpa menoleh dan melanjutkan gamenya.
"Shut up," Desis Harsen tertahan.
"Ngapa lo pada, ooh sekarang main secret-secret sama gue. Oke fine," Sahut Steven bersedekap dada menatap tajam ketiga sahabatnya.
"Ceilah, gaya lo Ven, Ven. Lo kira kita takut lo begono?," Jawab Syehan seraya meletakkan gadget nya di meja markas mereka.
"Ya takutlah anjirr, lo jangan ngeliat kita kek gitu dong. Lo kalau mode begitu, lebih serem dari mbak kun deh serius," Lanjutnya dengan jari membentuk V dan meringis menampilkan giginya.
Melihat ke absurd an para sahabatnya, Rayyan pun menyela pembicaraan mereka.
"Mabar kuy," Pekik Rayyan.
"Skuy lah, berapa B cuyy." Celetuk Syehan.
"Lo main game apa curut, lo main game laknat ya. Ngaku lo," Ujar Rayyan mengintimidasinya.
"E-eh, ya g-gak lah. Gue main, oh gue main free fire," Ujarnya cengengesan.
........
"Renzah, yuhuuu." Teriak Tayana di kos minimalis itu.
"Hmm," Sahutnya dari dalam kamar.
"Gue bawa makanan nih, buruan ambil piring. Kita mabar,"
Mendengar kata makanan, renzah yang awalnya rada kesal dengan Tayana jadi tergoda untuk menghampiri Tayana.
__ADS_1
"Wahh, lo ngepet ya. Kok bisa bawa makanan enak gini,"
"Sembarangan anjirr, gue dapat dari doi gue dong," jawabnya songong.
"Dih, ceritain ke gue." Ucap Renzah sambil menikmati makanan yang dibawa oleh Tayana.
Selama kurang lebih satu jam setengah mereka bercerita mengenai hubungan baru Tayana dan menggibahkan hal lainnya, tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Sekarang lo udah paham kan," ujar Tayana.
"Tapi lo juga harus hati-hati. Yang namanya cowok itu, gak ada yang bisa di percaya."
Renzah tak henti-hentinya menasehati Tayana, karena ia khawatir sahabat sekaligus orang yang sudah dianggapnya adik di sakiti oleh cowok brengsek lagi.
"Siap bos, aman." Jawabnya singkat.
.........
"Bagaimana keadaan putriku hari ini?," Tanya seseorang dari sambungan video call yang sedang berlangsung.
"Aman terkendali tuan, nona saat ini sedang dekat dengan seorang pria." Balas pria tersebut.
"Selidiki pria itu, jangan biarkan putriku meneteskan air matanya lagi," Pungkasnya tegas tidak ingin dibantah.
"Siap tuan," Jawabnya hormat.
"Laksanakan tuan,"
Setelah itu, percakapan pun ditutup sepihak oleh pria tersebut.
........
Suasana kampus yang begitu membosankan membuat sekumpulan mahasiswa kupu-kupu mendecak malas untuk lama-lama berada di kampus. Tak terkecuali dua anak manusia yang sedang duduk santai di taman kampus.
"Tay, kira-kira paket lo kemarin rencananya mau lo apain?," Tanya Renzah membuka obrolan.
"Rencananya sih gue mau nge-vlog kegiatan gue sehari-hari di youtube, dan di beberapa sosmed gue. Oh iya, gue juga mau ngunjungin beberapa destinasi tempat wisata. Entah itu pantai, danau, or something like that," Jawabnya antusias membayangkan hal-hal yang akan ia lakukan ke depannya.
"Wah, bagus tuh. Tumben otak lu bener kali ini, gue jadi bangga punya bestie modelan elu,"
"Bagus sih bagus, ini rambut gue juga jangan lo acak-acakin anjir. Lelah gue rapihin rambut sebelum ngampus, lo malah ancurin. Sialan lo,"
Renzah yang sedang mengacak-acak rambut Tayana langsung tertawa mendengar ocehan sahabatnya itu.
"Malam nanti keluar kuy," ajak Tayana
"Kemana?," Tanya Renzah lalu menoleh ke arah Tayana.
"Gimana kalau kita ke timezone aja untuk hilangin suntuk. Gue bosen di kos mulu,"
__ADS_1
"Oke, gue mah gas aja sih kalo lo mau ajak kemana pun. Asalkan lo janji, kalo lo ga bakal sedih lagi,"
"Siap bos," ujar Tayana dengan menunjukkan gaya hormat di pelipisnya.
........
"Halo, kamu dimana?," ujar seseorang dari balik handphone yang sedang di genggam.
"Mau otw ke timezone nih, kamu lagi sama anak-anak?," Tanyanya balik.
"Sama siapa?," Ujarnya tanpa menjawab pertanyaannya.
" Renzah," Jawabnya malas karena pertanyaannya tidak di jawab.
"Iya, aku lagi kumpul nih sama anak-anak. Yaudah kalau gitu have fun ya, ada yang mau gue omongin sama kamu. Tapi besok aja deh,"
"Kenapa di bilang sekarang coba, bikin penasaran aja. Oke bye,"
Tayana mematikan panggilan sepihak karena kesal mendengar ucapan Harsen.
........
Di lain tempat
"Gemes banget sih, gitu aja udah ngambek,"
Tanpa sadar ia terkekeh sendiri membayangkan wajah imut Tayana ketika sedang marah.
"Kesambet lo," Tanya Rayyan cuek. Sedangkan yang ditanya tidak menjawab sama sekali dan mengubah ekspresi wajahnya kembali ke mode awal.
"Gaya lu sen, sok cool. Kolor lu aje gambar frozen anjir,"
Seketika tawa semua anggota harder team menggelegar di ruangan itu mendengar celetukan Syehan.
"Berani bener lu ngeledek paketu. Siap-siap aja lu besok dapet kejutan," Sahut Steven dan di hadiahi jempol dari Harsen.
........
"Zah, sebelah sana ambil bonekanya cepetan," Pekik Tayana geregetan melihat Renzah yang sedang main capit boneka.
"Diam ege, gue udah habis koin banyak gara-gara dengar suara cempreng lu. Lu mah enak dari tadi pegangin kamera mulu kagak main," Sungut Renzah sembari merogo kantong hoodienya untuk mengambil kembali koinnya.
"Kan gue sibuk ngevlog sambil ngevideoin elu," Tayana hanya bisa cengengesan dengan tampang tak berdosanya. Sedangkan Renzah hanya bisa memutar bola matanya malas.
"Yeyy, finally dapet juga nih teddy. Susah bener dah dapetin elu,"
"See guys, akhirnya sohib gue dapetin juga tu teddy bear. Kita sampai berjuang mati-matian demi dapetin beruang gendut ini," ujar Tayana seraya melambaikan tangan ke arah kamera yang sedang ia pegang sedari awal berangkat dari kos sampai saat ini.
"Woy, gue atau lu yang berjuang?," Sahut Renzah menaikkan sebelah alisnya. Dan dibalas ringisan dan dua jari berbentuk piece dari Tayana.
__ADS_1