
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
..."Gagal hanya terjadi jika kita menyerah," ...
..._B.J. Habibie_...
▫▫▫▫▫▫▫
Hari berganti hari, kini Tayana sudah siap melakukan aktivitasnya seperti biasa karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk bangkit menghadapi semua masalahnya, bukan lari dari masalah. Seperti yang diperintah hati dan otaknya selama ini.
"Wow, seorang Tayana udah comeback lagi ni guys," Teriak Vivi teman seruangannya di kampus. Hingga membuat atensi semua orang teralihkan mendengar suara heboh Vivi.
"Wuidih, makin cakep aja lu Tay selama seminggu gak datang," Sahut Frendy pula.
"Doi gue tuh, jangan pada berisik. Kasian ayang beb gue dengar suara cempreng kalian," Ucap Kevin seraya menyugar rambutnya dan berjalan ke kursinya berniat memberikan kursinya itu untuk Tayana duduki.
"Lo disini aja Tay," Lanjutnya.
"Husss, berisik lo pada." Ucap Renzah yang sedari tadi diam mendengarkan ocehan teman-temannya. Sedangkan Tayana masih diam dan memilih memperhatikan interaksi teman-temannya sambil mengulum senyum hingga menampilkan lesung pipit yang membuatnya semakin manis jika di pandang. Eaakk
"Huuu PMS lo?," Tanya Rian sewot sambil mengikat rambut gondrongnya.
Sekarang mereka berada di kampus, menunggu dosen datang memberikan kultum-kultum yang dipastikan akan membuat para Mahasiswanya menahan ngantuk. Dan bisa di pastikan juga, kultum-kultum dari dosen itu hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.
"Pagi semua," Ucap Sofyan selaku dosen mereka hari ini.
"Pagi pak," Jawab mereka serempak.
"Bagaimana kabar kalian hari ini?. Masih semangat semua?," Tanyanya dengan memegang kedua sisi meja dan menatap satu persatu Mahasiswanya.
"Masih pak," Sahut mereka serempak pula.
"Kamu sudah datang Tayana Anatasya?. Masih kuat kan mengulang semester depan di mata kuliah saya?," Tanyanya santai lalu duduk di kursinya dengan menopang dagunya dengan kedua tangan.
"Su-sudah pak. In Syaa Allah kuat pak," Jawab Tayana gugup. Gimana tidak gugup, ia tidak masuk kuliah sudah hampir seminggu hingga semua mata kuliahnya terbengkalai dan berakhir mengulang di mata kuliah dosen ini. Bisa dihitung, sudah 4 kali ia tidak masuk di kelas Pak Sofyan.
"Bagus, Oke kita lanjut mata kuliah kita hari ini mengenai Hipotesis." Ujarnya seraya menjelaskan mengenai mata kuliahnya hari ini.
▫▫▫▫▫▫▫
"Huapahhh, lo suka sama tu cewek." Teriak Syehan menatap Harsen tak percaya.
__ADS_1
"Mulut lo bisa diam apa enggak nih, ember bener." Sahut Rayyan dengan melempar Syehan menggunakan gorengan yang ada di tangannya. Yang di tangkap sempurna oleh Syehan.
"Gue terkejut ogeb," ujarnya sambil memakan gorengan itu.
"Gue cabut," Ucap Harsen singkat lalu mengambil kunci motornya dan beranjak dari kantin itu.
"Mampus lo," Cibir Steven kepada Syehan. Sedangkan Syehan sudah mati kutu karena melihat Harsen langsung pergi setelah mendengar ucapan Syehan.
▫▫▫▫▫▫▫
"Zah, ke Danau yuk." Saat ini mereka berdua sedang duduk santai di taman kampus, menatap orang-orang yang sibuk dengan urusannya masing-masing di kampus itu.
"Danau mana? Danau Toba?," Sahut Renzah menoleh menghadap Tayana, mengalihkan atensinya yang sedari tadi membaca buku yang berisi kata-kata bijak dari eyang **.Habibie.
"Boleh tuh, dah lama juga gue gak refreshing. Gue pengen teriak sekuat-kuatnya supaya hati gue lega sikit. Gue udah berusaha profesional menjalankan aktivitas gue tanpa kepikiran masalah-masalah gue. Tapi gak bisa Zah," Tak terasa matanya kembali berkaca-kaca mengingat kondisinya yang berantakan akibat dari pisahnya orang tuanya.
"Huh, yaudah kalau lo mau refreshing. Nanti gue temenin kemana pun mau lo biar Tayana yang gue kenal dulu kembali lagi," Ucap Renzah tersenyum hangat dengan menggenggam tangan Tayana.
"Thanks my best," ucap Tayana memeluk Renzah erat.
"Mata kuliah kita udah selesai kan? Pulang yuk," Ajak Tayana.
"Ho-oh, udah selesai. Kuy lah," Menyimpan buku yang dari tadi ia baca ke totebagnya, lalu meninggalkan taman itu.
▫▫▫▫▫▫
Kampus mereka terbilang cukup luas dari kampus-kampus yang berada di kota itu. Sampai ke depan gerbang saja membutuhkan waktu 5 menit jika berjalan santai.
Selama berjalan mereka asyik bercengkrama dan bersenda gurau. Sampai semua mata orang yang berada di kampus itu menatap heran ke arah mereka berdua. Sebenarnya bukan mereka berdua sih, tapi lebih tepatnya ke arah Renzah yang terlalu exited bercerita dan tertawa demi menghibur sahabatnya. Sedangkan Tayana hanya sesekali tertawa menanggapi leluconnya.
"Ekhem, hai." Berdehem sebentar guna menghilangkan kegugupannya dan menyapa wanita itu.
"Lo sapa kita?," Tanya Tayana menunjuk dirinya dan Renzah bergantian.
"Yah, siapa lagi cewek disini selain kalian berdua." Jawabnya malas dengan memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
"Ada perlu apa ya kak?," Tanya Renzah. Heran mengapa tiba-tiba cowok paling famous di kampus itu bisa menyapa mereka berdua.
"Gue ada perlu sama temen lo. Ayok ikut gue," Ucap Harsen dan berjalan mendahului mereka.
"Zah, lo duluan aja balik ke kos. Nanti gue nyusul," Ucap Tayana yang langsung di angguki oleh Renzah.
"Kabarin gue kalau lo kenapa-kenapa. Gue duluan ya," Pamitnya.
"Oke sip," Jawab Tayana dan menyusul Harsen.
▫▫▫▫▫▫▫
"Ck, lama. Udah 3 menit gue nungguin lo disini," gerutu Harsen.
"Maaf nih ya kak, aku gak kenal sama kakak, begitupun sebaliknya. Jadi ada perlu apa kakak manggil aku?," Ucap Tayana sopan. Ia akan berkata aku-kamu sama orang yg tidak dikenalnya. Dan berkata lo-gue sama orang terdekatnya dan orang yang dikenalnya.
__ADS_1
"Harsen," Ucapnya mengulurkan tangannya ke arah Tayana yang membuat Tayana membalas uluran tangan itu.
"Tayana," Balasnya.
▫▫▫▫▫▫▫
Setelah sedikit perkenalan dan perdebatan karena Tayana menolak ajakan Harsen, akhirnya mau tidak mau ia pun mengikuti kemauan Harsen. Hingga saat ini mereka berada di kafe bloody. Kafe Bloody adalah kafe terkenal di kota itu karena tempatnya yang aestethic dan makanan juga minumannya yang enak.
"Mulai sekarang lo milik gue, dan lo gak boleh dekat sama cowok manapun selain sama gue." Ucap Harsen membuka pembicaraan setelah dari tadi hening tanpa pembicaraan.
Mendengar ucapan Harsen tadi, lantas Tayana terkejut bukan main. Bukannya ia tidak senang, hanya saja ia merasa tak pantas dekat dengan cowok paling famous di kampusnya. Apalagia ia juga kurang dibidang akademik.
"Lo nawarin apa ngasih pernyataan?," Tanya Tayana heran karena baru ini dia diperlakukan seperti itu oleh cowok. Selama ini ialah yang mengejar dan memperjuangkan lelaki idamannya. Sampai harga dirinya berakhir di injak-injak oleh mantannya, Aldi.
"100 persen ini pernyataan, dan lo dilarang menolak atau pun berkomentar." Ucap Harsen santai dengan menampilkan senyum devilnya. Hingga membuat Tayana meneguk minumannya sampai habis dan mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Harsen guna menghilangkan kegugupan yang melandanya.
"Bawa sini Hp lo," Lanjutnya.
"Mau lo apain? Jangan jual hp gue, disitu masih banyak foto-foto gue yang belum gue post di instastory." Ucap Tayana khawatir karena dulu hp nya pernah di pinjam oleh Aldi dengan alasan hp nya hilang. Tapi setelah di selidiki ternyata hp Tayana ia jual untuk membeli narkoba.
"Angan-angan lo kejauhan anak kecil," Jawab Harsen yang membuat Tayana terkejut karena mendengar kata anak kecil. Ia seperti dejavu mendengar kata itu tapi ia lupa dimana ia mendengarnya. Larut dengan lamunannya hingga ia tak sadar bahwa hp nya sudah berpindah ke tangan Harsen.
"Kodenya berapa sayang,"
Blush, wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Harsen. Dan membuat ia tersadar dari lamunanya.
"Ekhem, 2505." Jawabnya singkat.
"Mulai sekarang kode hp lo gue ganti sama tanggal hari ini,"
"What? Jangan seenaknya aja dong. Kita belum saling kenal, gue juga belum lama ngenal lo. Sifat lo aja gue belum tau. Nanti lo penipu yang menghipnotis orang-orang itu lagi," ucap Tayana panjang kali lebar, membuat Harsen gemas sendiri melihatnya karena kecerewetannya.
"Yah itu makanya kenalan sayangku," Ucap Harsen dengan mencubit pipi tirus Tayana.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Masih mengerjapkan matanya berulang kali karena syock mendapat perlakuan manis dari Harsen secara tiba-tiba.
"Apa-apaan ini, gue salting anjirr." Batin Tayana senang. Tak bisa di pungkiri bahwa ia senang mendapat perlakuan seperti itu dari seorang cowok. Apalagi ia sempat melupakan masalahnya ketika bersama Harsen.
▫▫▫▫▫▫▫
...Jangan lupa like and komen, semoga hari kalian menyenangkan....
.......
.......
__ADS_1
.......
...Happy Reading🌸🌸🌸...