
Saat ini Tayana bersama yang lainnya sedang berada di Pantai Teluk Kiluan. Tempat yang juga ingin didatangi oleh Renzah sebelumnya. Sebagian anggota Harder team sedang mendirikan tenda tempat mereka istirahat. Sedangkan yang lainnya menyiapkan tempat untuk barbequan. Tayana dan Renzah mempersiapkan makanan yang akan dihidangkan di salah satu tenda yang sudah selesai didirikan. Terdengar tawa riang dari mereka semua yang ada disana.
"Jangan lupa buat keranjang sampah. Biar pantainya tetap terjaga," titah Harsen kepada para anggotanya.
"Sen, gue ada kemarin beli di toktok. Kayaknya bisa deh untuk tempat sampah," celetuk Andre sambil mengeluarkan benda yang dimaksud dari dalam ranselnya.
"Good," puji Harsen lalu memantau Tayana dan Renzah yang sedang menata makanan untuk di masak nanti.
"Untung gue ada beli ikan-ikanan tadi," ucap Renzah sambil memasukkan semua makanan kedalam kulkas mini yang dibawa oleh orang suruhan Harsen menggunakan mobil.
"Kapan lo belinya," tanya Tayana.
"Tadi kan gue mampir bentar ke supermarket sama Rayyan,"
"Oh pantesan kalian telat,"
Ketika Harsen hendak menyusul tenda tempat Tayana dan Renzah berada, tiba-tiba ia mendengar namanya dipanggil Rayyan.
"Hmm kenapa," tanya Harsen setelah menyusul Rayyan yang menjauh dari mereka semua. Sedangkan Syehan dan Steven sedang bermain gitar bersama anak-anak yang sudah selesai mendirikan tenda.
"Gue kayaknya gak sanggup lagi deh," Harsen yang kurang paham pun menaikkan alisnya sebelah sambil menelisik mimik wajah Rayyan.
"Bokap sama Nyokap gue mau pisah. Bokap gue ketahuan selingkuh lagi," Ia menunduk sambil memainkan pasir pantai dengan jarinya.
"Dan Nyokap sering dapat notifikasi pengeluaran perusahaan per bulannya itu seratus juta," sambungnya.
"Lo udah tahu siapa orangnya?," tanya Harsen seraya memandang hamparan laut yang indah itu.
"****** murahan yang jadi sekretarisnya," jawabnya menghembuskan nafas kasar.
"Sekarang lo fokusin aja ke Nyokap dan Adik lo. Buktiin ke Bokap lo kalau kalian bisa tanpa dia,"
"Dan untuk masalah keuangan perusahaan, saran gue bekuin dulu pemasukan dari rekening yang biasa dia pakai. Toh itu juga perusahaan Nyokap lo, si tua bangka itu cuman numpang nama doang kan," sarannya kepada Rayyan.
"Masalahnya Nyokap gue kayak masih enggan gitu untuk pisah. Makanya gue bingung," Rayyan sudah frustasi menghadapi sikap Ibunya yang plin-plan. Tapi dia juga gak bisa ambil tindakan gitu aja.
"Sekarang semuanya ada sama lo," Harsen menepuk pundak Rayyan.
"Coba tegas sama keluarga lo. Dan pimpin mereka agar bisa bangkit dari semua masalah," tutur Harsen. Senyum Rayyan mengembang seketika.
"Gak salah gue bagi keluh kesah gue sama lo," ucapnya tanpa menoleh kepada Harsen.
"Cih, lu ngeremehin gue," Rayyan terkekeh mendengarnya.
"Katanya kesedihan dan kegundahan kita akan hilang ketika kita lihat laut. Nah, berhubung kita sekarang ada di pantai. Jadi puas-puasin deh,"
"Gue mau nyusul Tayana dulu," Lalu berbalik badan meninggalkan Rayyan.
Harsen menoleh kembali ke arah Rayyan "Lo gak mau lihat Renzah?," godanya sambil menaik turunkan alisnya.
"Sialan lo," jawabnya sambil melemparkan pasir ke arah Harsen. Membuatnya tertawa karena sudah menjahili sahabatnya.
"Gue masih belum bisa lupain dia," gumamnya ketika Harsen sudah menjauh.
............
Selangkah lagi ia agar bisa masuk ke dalam tenda Tayana dan Renzah. Namun lagi-lagi panggilan dari Syehan dan Steven menghentikan langkahnya.
"****, dari tadi susah banget mau nyusul bocil," Desisnya tertahan lalu menatap mereka semua yang ada disana dengan tatapan datar.
"Gabung sini, biarin cewek-cewek yang siapin makanannya," sahut Steven setelah Harsen mendekat.
__ADS_1
"Hmm," Jawabnya dengan deheman.
"Guys, yuhuu. Ini ada cemilan, sini!," teriak Tayana dari kejauhan dengan tangan melambai-lambai.
Mereka pun menghampiri Tenda Tayana dan Renzah untuk makan bersama, tak terkecuali Rayyan. Di atas meja sudah tersedia beberapa nasi ransum T2SP yang biasa dimakan oleh para TNI ketika menjalankan tugas. Kebetulan Ayah Renzah adalah seorang perwira TNI, jadi ia sempat meminta Ayahnya untuk mengantarkan beberapa nasi yang masih ada untuk ia bawa.
"Bukannya nasi Ransum ilegal untuk di perjual belikan," celetuk salah satu anggota harder team.
"Hmm, tapi kan kita gak beli," sahut Renzah.
"Lah terus?," tanya mereka semua serempak.
"Bokap gue yang kasih hehehe,"
"Udah ayo kita makan. Bentar lagi pasti ada atraksi dari paus dan lumba-lumba. Gue gak mau telat loh buat abadiinnya," seru Tayana sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
Mereka semua pun makan dengan hikmat sambil menatap hamparan laut. Sesekali bercengkrama dan tertawa bersama.
"Huff kenyang juga cok," celetuk Bagus mengusap-usap perutnya.
"Alhamdulillah ege," Tayana menoyor kepalanya lalu berlari ke tepi pantai.
"We bocil, lo gak ada sopan sama yang lebih tua," kesalnya. Tiba-tiba suara deheman mengagetkannya.
"E-eh, paketu hehe. Kenapa bos," tanyanya cengengesan tanpa rasa bersalah. Sedangkan yang ditanya hanya menampilkan wajah datarnya.
"Minum bos," Ia pun menyodorkan minuman soda yang ada di genggamannya kepada Harsen namun ia hanya diam, dan pergi dari hadapannya.
"Perasaan gue gak ada buat salah deh,"batinnya. Tiba-tiba Syehan menepuk pundaknya dan merangkulnya.
"Kenape lo," tanyanya.
"Lo kenapa ketawa," tanyanya heran.
"Ya wajarlah si Harsen kayak gitu. Kan itu ceweknya cok," Syehan masih saja tertawa melihat kepolosan temannya itu. Sedangkan Bagus yang ditertawakan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena sudah berani membentak gadis paketu mereka.
............
Di tepi pantai, Tayana dan Renzah sedang asyik bermain air sambil merekam setiap momen yang mereka ciptakan menggunakan kamera yang disanggah menggunakan tripod.
"Zah lihat kamera," serunya sambil berjalan mendekati kamera lalu berpose bersama Renzah dengan gaya andalan, yaitu dua jari di dekat pipi. Lalu ia melakukan siaran langsung di instagram sambil kamera yang terus menyala merekam aktivitas mereka.
"Hai guys, jadi sekarang kita sedang berada di pantai. Dan gue gak akan sebutin nama pantainya karena rahasia hahaha," tawanya
"Wah pantainya bagus banget, spill dong kak," tulis netizen di kolom komentar.
"Kak Tayana sama kak Renzah cangtip. Bismillah pinjam dulu seratus," komentar netizen lainnya pula.
"Anjir kocak," Tayana dan Renzah pun tertawa melihat komentar-komentar dari netizen.
"Widih, siape tu ganteng banget omegot," komentar netizen dengan username @******_ultramen.
Tayana dan Renzah pun langsung menoleh kebelakang melihat siapa yang dimaksud netizen. Dan terlihatlah wajah Harsen yang tersenyum melihat mereka berdua.
"Hus hus, jauh dari kamera. Nanti aja," usir Tayana.
"Why," tanyanya heran.
"Kita lagi live nanti makin banyak netizen yang nanyain kamu," sungut Tayana. Sedangkan Renzah membaca komentar-komentar dari netizen yang menanyakan tentang Harsen.
Ucapan Tayana bagai angin lalu bagi Harsen. Ia terus saja mendekati Tayana dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Hadeh, bucin-bucin," gumam Renzah sambil menggelengkan kepalanya yang masih bisa didengar oleh Tayana.
Netizen yang melihat keuwuan yang ada dihadapan mereka pun langsung histeris di kolom komentar. Followers Tayana langsung melonjak seketika, yang awalnya dua ribu followers, menjadi satu juta followers.
"Omegot, bukannya itu CEO tampan yang di perusahaan bokap gue ya," komentar salah satu netizen.
"Affah iyah kidz," komentar netizen dengan username @pinjamduluseratus.
"Oh iya guys, kalian bisa lihat keseruan-keseruan kita di youtube @Tazah ya. Disana gue bakal update daily vlog. Jadi, jangan lupa subscribe ya,"
Ketika sedang asyik live, terdengar deburan ombak semakin kencang. Membuat Tayana dan Renzah berbalik badan menatap hamparan laut.
"Atraksinya mau dimulai," pekik Tayana senang.
"Kalian pasti senang kalau gue lihatin ini," Ia pun mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera ke arah laut. Sehingga para paus dan lumba-lumba yang sedang melompat dengan bebasnya dapat disaksikan oleh mereka semua, tak terkecuali para anggota harder team.
"Wah, spill buruan tempatnya kak,"
"Santet nih kalau gak di spill,"
"Seumur-umur baru ini lihat paus dan lumba-lumba dari dekat walau virtual,"
Begitulah komentar netizen yang tidak lagi digubris oleh Tayana karena ia juga sedang terpesona dengan atraksi paus dan lumba-lumba itu.
"Eh ape nih," celetuk salah satu anggota harder team, lalu mengambil sesuatu yang tampak seperti batu terbalik di tepi pantai.
"Penyu cok, unyu banget. Bawa pulang ah," pekiknya senang.
Tak lama kemudian sekumpulan penyu tampak berenang mengarungi laut dengan formasi segitiga. Seperti ada pemimpin yang memimpinnya.
"Cepet lepasin, ada gengnya noh," sahut Steven yang dari tadi menyaksikan keindahan laut itu. Dengan berat hati, ia pun melepaskan penyu kecil itu untuk menyusul teman-temannya.
"Penyu, peyuk aku dong," teriak Tayana membuat Harsen mendelik. Dan semua orang yang ada di pantai tertawa mendengarnya.
"Lucu banget," batin Rayyan.
"Heh gak ada bersyukurnya nih bocah. Udah dipeluk bapak penyu juga," cibir Renzah
"Bye guys, jangan lupa di subscribe channel youtube gue," Setelah mengatakan itu, ia pun mematikan live nya dan menyimpan ponselnya di saku.
Terdengar siulan dari semua orang.
"PJ-PJ," sahut mereka bersamaan seraya bersiul-siul menggoda Harsen dan Tayana.
"Pulang dari sini kita makan," ucap Harsen membuat mereka kegirangan.
Setelah menyaksikan keindahan panorama pantai Teluk Kiluan, mereka pun menyiapkan tempat untuk barbequan. Mula dari tempat duduk, hingga api unggun yang akan mereka buat nanti.
"Sekarang udah sore, ayo kita bersihin ikan-ikannya biar mudah di bakar nanti," ajak Renzah kepada Tayana yang sedang asyik membaca DM-an yang masuk ke instagramnya.
"Oh kuy lah, gue juga udah laper hehe,"
"Laper?," beo Renzah.
"Itu cemilan udah habis banyak anjir. Noh bungkusnya aja belum lo buang," sambungnya lalu menjitak kepala Tayana sampai membuat empunya kepala mengaduh kesakitan.
"Gue bilangin Daddy nih ya," ancamnya sambil menekan papan tombol keyboard di ponselnya.
"Ga takut wlek," ejek Renzah membuat mereka kejar-kejaran didalam tenda.
Malam telah tiba, saat ini mereka semua sedang duduk mengelilingi api unggun dan membakar ikan yang sudah di tusuk dengan tusukan sate. Ada yang membakar marsmellow, dan ada yang bakar ikan. Mereka juga memainkan gitas sambil menyanyi bersama sambil , saling bersenda gurau. Hingga mereka melupakan beban sejenak.
__ADS_1