SECERCAH ASA DIBALIK SUNSET

SECERCAH ASA DIBALIK SUNSET
LET'S ENJOY BRODIE


__ADS_3

..."Tegakkan kepalamu kalau kau tidak ingin mahkotamu terjatuh," ...


..._HARSEN ANANDRA_...


.........


Jderr


Jderr


Jderr


Suara pintu mobil yang di tutup kencang.


"Astaga, baru aja gue mau ngegalau dengerin lagu Lyodra ini. Lo pada datang ngacauin acara galau menggalau gue," Decak Syehan melepas Airpods yang sedari tadi melekat di telinganya.


"Sok-sokan galau lu, doi aja gak punya." Sinis Harsen dan tersenyum smirk menanggapi ucapan Syehan.


"Lo ngegalauin apa hah? Cerita sini sama mimi peri," Ucap Rayyan yang disambut tawa dari Harsen dan Steven karena merasa geli mendengar kata mimi peri.


"Berisik," sahut Syehan lalu memakai airpods nya kembali agar tidak mendengar suara sumbang sahabat-sahabat laknatnya.


Sedangkan Harsen, Steven, dan Rayyan. Hanya terkikik geli melihat Syehan, bagi mereka Syehan lah penghibur di kala gundah gulana. Setelah itu mereka melajukan mobilnya melanjutkan perjalanan pulang yang sempat tertunda tadi.


▫▫▫▫▫▫▫


"Huh, akhirnya selesai juga mata kuliah pak Burhan hari ini. Untung aja kita gak telat ya Tay, kalau gak bisa habis nilai kita di pangkas dia tanpa ampun," Ujar Renzah ketika sudah menjatuhkan badannya di tempat tidur kesayangannya.


"Hmm, eh gue masih kepikiran sama cowok tadi pagi deh zah. Kok gue gak pernah liat tu cowok di kampus kita ya. Apa jangan-jangan dia Mahasiswa baru di kampus kita," Tebak Tayana karena masih kepikiran dengan cowok handsome yang dia temui tadi pagi.


"Woy, lo kemana aja selama tiga semester gak ngenal senior-senior lo. Ini nih, dulu lo terlalu kemakan rayuan Aldi sampe gak ngeliat di sekeliling lo ada cowok setampan dia. Cowok tadi tuh orang paling famous di kampus kita. Dia udah semester tujuh kali, makanya mata dibuka lebar-lebar. Apa perlu gue tempah kaca mata nenek tapasya buat lo," Ucap Renzah panjang lebar yang langsung dihadiahi toyoran di kepalanya oleh Tayana.


"Sakit begek," Ringis Renzah tak terima dan membalas perlakuan Tayana. Sampai akhirnya mereka bergelut saling membalas perlakuan tadi.


"Hosh, hosh, hosh. Capek, stop dulu gue laper, haus," Ujar Tayana ketika sudah terkapar di lantai kosannya.


"Ho oh, masak Mie Korea kuy. Menghemat pengeluaran di akhir bulan," Ajak Renzah yang ikut rebahan di samping Tayana.

__ADS_1


"Mie jepang aja sekalian, siapa tau habis makan Mie nya langsung jumpa kakek sugiono lu." Ucap Tayana santai. Mendengar ucapan Tayana membuat Renzah mengelus dadanya dan beristighfar di dalam hati.


"Seandainya membunuh itu gak dosa, gue mau nenggelamin lo ke sungai amazon biar hanyut lo dimakan buaya," Kesal Renzah.


Setelah perdebatan kecil mereka tadi, akhirnya mereka memutuskan untuk memasak Mie Korea dan melahapnya hingga tak tersisa.


"Jalan-jalan yok ke depan sana liatin motor-motor lewat. Siapa tau dapat cogan atau inspirasi gitu. Biar menambah semangat hidup gue," Ucap Tayana tiba-tiba ketika dia sedang asyik berselancar di dunia maya.


"Yaudah ayok, siap-siap gih." Begitulah Renzah, orangnya emosian, tapi sayang sama sahabatnya dan bersedia diajak kemanapun asal gak ke neraka aja katanya. Masih belum siap dia, maklumlah. Belum latihan sejak dini.


▫▫▫▫▫▫▫


"Akang gendang, kalau eyke bilang muter, muter ya. Haduuh haduh haduahh, eyke yang bergaya mengapa duren yang panas. Goyang dombret, ee ee eet, goyang dombrett." Suara kaleng-kaleng banci di lampu merah yang memegang kroncongan khasnya.


"Liat Tay, pelajaran apa yang lo dapat dari tu bencong?," Tanya Renzah seraya menunjuk penunggu setia lampus merah itu. Mendengar pertanyaan Renzah lantas Tayana menghentikan aktivitasnya memotret pemandangan jalan raya itu dari handphone miliknya.


"Ekhem, pelajaran yang gue dapet. Jangan pake wig warna pink kalau keluar, dan jangan pake baju kurang bahan kalau ke dekat lampu merah. Nanti di kira, kita teman satu geng itu banci," Jawabnya santai dan melanjutkan acara potret memotretnya tadi.


"Gak gitu juga konsepnya beg----,"Ucapan Renzah terpotong mendengar suara cempreng penghuni setia lampu merah itu.


Tanpa mereka sadari, tak jauh dari tempat Tayana dan Renzah ada sepasang mata cowok yang tak sengaja melihat pemandangan itu dan langsung tersenyum tipis karena geli melihat hiburan gratis di depannya.


"Unik,gila,freak. But i like it," Batinnya.


▫▫▫▫▫▫▫


Di bagian negara lain, di sebuah Istana, seorang wanita tengah bersedih karena merindukan anak semata wayangnya. Hidup berjauhan selama lima tahun tanpa adanya sang putri merupakan hal yang paling buruk untuknya.


"Sudahlah dinda, janganlah kau bersedih terus. Anak kita aman disana, aku sudah mengerahkan para pengawal untuk mengawasinya," Ujar Suaminya yang tak lain adalah seorang Raja dari negara yang terbilang cukup sejahtera di zaman ini.


"Anak kita? Bukannya kau dulu tak mau mengakuinya sampai aku pergi darimu dan menikah dengan lelaki yang sudah menolongku dulu. Untung saja dulu kandunganku masih berusia tiga minggu. Jadi ia tak curiga saat mengetahui aku hamil setelah kami menikah," Jelas wanita itu dengan tatapan menerawang jauh seakan mengingat kejadian lima tahun lalu yang mengakibatkan ia jauh dari putrinya.


"I'm sorry dear, I was instigated by my mother's words that had slandered you. But now you take it easy, I will pay for my past mistakes." Sesalnya dengan memeluk Istrinya dari belakang.


▫▫▫▫▫▫▫


   Sedangkan di kosan minimalis, masih terdapat dua anak manusia yang masih bergelung dengan selimutnya. Karena ini hari libur, mereka memilih bermalas-malasan di kasur empuk yang mereka miliki. Menonton Drakor, memakan cemilan yang mereka beli tadi malam, serta bersikap dramatis ketika pemeran utama di drakor yang mereka tonton mengeluarkan jurus uwu-uwu manja.

__ADS_1


"Zah, lo gak ada niatan gitu beli sarapan buat kita? Perut eyke lapar nih, cacing eyke udah mendemo minta diberi keadilan. Gak kenyang dia makan cemilan ini aja," Ujar Tayana menirukan cara bicara penghuni lampu merah.


"Ganggu aja lu, gak senang liat gue rebahan sikit langsung minta ini itu mulut lo," ujar Renzah dengan mencomot mulut Tayana gemas.


"Pyuhh, iss asin begek. Lo habis pegang apa sih," Tanya Tayana seraya mengambil tisu basahnya untuk mengusap bekas comotan Renzah tadi.


"Oh, tadi gue habis bongkar celengan nih." Ucapnya santai menunjukkan lubang hidungnya.


"Iyuuuu, jangan dekat-dekat denganku karena kamu bukan levelku. Kita beda kasta, beda segalanya." Ujar Tayana menyanyikan lagu kamseupay yang terkenal pada masanya itu.


"Sok bersih lo," Ucap Renzah lalu bangkit dari duduknya untuk membersihkan diri ke kamar mandi.


"Cepetan, biar kita bisa memberi keadilan untuk cacing-cacing kita ini." Ujar Tayana dengan menguatkan sedikit suaranya agar didengar Renzah.


▫▫▫▫▫▫▫


"Huh, akhirnya lega juga nih perut udah di isi." Ujar Tayana seraya mengusap-usap perutnya yang sedikit menggembung akibat kebanyakan makan.


Maklum aja, dia sarapan dua porsi sekaligus. Mereka sarapan di warung mbah Juna, warung yang terkenal dengan ketopraknya yang enak dan mantul kata Renzah.


"Ini nih, lahir gak di adzanin nih pasti. Selesai makan itu baca Alhamdulillah," Ucap Renzah menoyor kepala Tayana. Sedangkan Tayana hanya meringis menunjukkan senyum tak berdosanya ke arah Renzah.


Let's chit chat, Let's chit chat


Drtt, Drttt, Drtt


"Siapa sih tu? ribut bener Hp lo. Angkat, siapa tau penting." Ujar Renzah sambil meminum teh manis hangat yang tadi ia pesan.


"Ck, ngapain nih cowok tiba-tiba hubungin gue lagi. Memang ya, cowok itu selalu datang mengganggu ketika kita sudah hampir bisa move on," ucap Tayana dengan meletakkan kembali handphone nya setelah membaca pesan itu.


"Dia bilang apa sama lo? Ngajak balikan? Saran gue sih lo jangan pernah mau di ajak balikan sama tu curut," Ucap Renzah serius.


"Enggak, dia cuman ngajak gue ketemu sore ini di Kafe Bloody. Menurut lo, gue datang apa enggak nih?," Tanya Tayana meminta pendapat Renzah. Karena ia sadar, hanya Renzah lah yang ia punya saat ini.


"Menurut gue lo harus dateng, biar gak dianggap lemah sama tu cowok. Nanti gue temenin," ucap Renzah yang dibalas Tayana dengan menganggukkan kepalanya pelan.


Diantara mereka berdua yang paling dewasa ya Renzah, Tayana sudah di anggap Adik oleh Renzah semenjak tau keadaan Tayana yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2