SECERCAH ASA DIBALIK SUNSET

SECERCAH ASA DIBALIK SUNSET
DIBALIK PANTAI TELUK KILUAN


__ADS_3

...Be your self, if you wanna happy...


..._Steven Lorenzo_...


.......


Suasana menegangkan sedang terjadi di salah satu kerajaan di negara maju yang kini sedang di pimpin oleh seorang raja yang penuh wibawa.


"Ibunda tahu apa yang sedang kamu sembunyikan Theo," Ujar seorang wanita paruh baya dengan mengenakan pakaian kerajaan elegan.


"Apa yang ibunda katakan, aku sedang tidak menyembunyikan apapun," Sahut pria yang dipanggil Theo dengan tenang duduk di singgasananya yang hanya di hadiri oleh anggota keluarga inti kerajaan, terkecuali sang Ratu yang tidak bisa berhadir karena sedang sibuk mengurus taman kesukaannya untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


"Ibunda sudah tau semuanya, dimana kau sembunyikan cucuku?," Tanya wanita tersebut dengan nada kesal.


"Cucu yang mana ibunda maksud?. Bukannya Ibunda tidak menginginkannya di masa lalu?. Apa sekarang Ibunda sudah menyadari kesalahan Ibunda sendiri?. Bahkan dengan teganya Ibunda menghasutku agar meninggalkan Clarissa yang sedang mengandung anakku. Apa itu pantas disebut sebagai seorang nenek yang mendamba cucunya? ,"


Dengan menggebu-gebu pria tersebut melontarkan semua pertanyaan yang selama ini ia simpan sendiri. Sedangkan wanita paruh baya tersebut hanya bisa menangis tersedu-sedu meratapi semua kesalahannya di masa lalu.


"Ibunda tidak usah khawatir, princess kerajaan ini aman dimana pun ia berada. Aku sudah mengirimkan prajurit terbaik kita untuk tetap menjaga dan mengawasinya," Lanjutnya lalu bergegas keluar dari aula utama kerajaan.


Sedangkan para anggota keluarga inti kerajaan hanya bisa terdiam melihat apa yang sedang terjadi di hadapan mereka dengan segudang pertanyaan di kepala mereka masing-masing.


.........



"Anjir ni anak main otw-otw aja, gue harus ottokeeee," pekik Tayana yang membuat makhluk di sebelahnya terjengkit kaget.


"Lo ngapain sih pagi-pagi begini main teriak-teriak ga jelas. Kebun binatang gih biar lo ada temen," Sahut Renzah seraya menutup kepalanya dengan bantal.


"Gue harus ngapain sekarang, oalah anjir mendadak ngeblank otak gue. Oh iya, gue harus cepet-cepet mandi dan bersiap," Monolognya tanpa menghiraukan ucapan makhluk sebelahnya yang hanya bisa menghela nafas pasrah melihat ke absurd an sahabatnya itu.


Beberapa menit berlalu, akhirnya Tayana selesai dengan semua dramanya di pagi hari di karenakan ulah seorang Harsen yang seenak jidat mengajaknya keluar di pagi weekend yang berharga ini.


"Kalau enggak karena tu bocah, gue mah ogah mandi pagi,"Batinnya terus menggerutu karena merasa weekend nya terganggu dengan ajakan Harsen.


Tiin


Tiin


Tiin


Suara klakson mobil tiba-tiba mengejutkan Tayana.


"Sabar," Teriak Tayana dari dalam kos lalu berpamitan dengan Renzah yang hanya dibalas deheman.


Harsen yang melihat wajah Tayana di tekuk hanya bisa terkekeh karena merasa gemas. Dan memilih diam saja sampai mood Tayana baik kembali.


........

__ADS_1


Selama di perjalanan, mereka hanya diam sampai Harsen membuka pembicaran dengan mengajak sarapan terlebih dahulu.


"Sayang, kita sarapan dulu ya. Setelah itu lanjut ke tujuan awal," Ucap Harsen tanpa menoleh ke arah Tayana karena sedang fokus menyetir mobil.


"Ya terserah kamu aja sih," Jawab Tayana cuek karena masih kesal dengan Harsen.


Mendengar kalimat keramat tersebut, Harsen hanya bisa mendesah pasrah, lalu membelokkan mobilnya ke arah tukang bubur jalanan yang ada di taman lokasi terdekat mereka.


"Wahhh," Mata Tayana spontan membulat sempurna melihat aneka makanan di taman tersebut.


"Masih ngambek lagi nih?," Tanya Harsen yang hanya dijawab gelengan kuat dari Tayana.


Tanpa membuang waktu lagi, keduanya pun segera turun lalu memesan bubur yang akan menjadi santapan pertama mereka di pagi hari itu.


"Mang, buburnya dua porsi ya. Sambelnya di pisah ya mang,"


"Oke siap den, minumnya mau apa?,"


"Teh manis hangat aja mang dua,"


Setelah memesan makanan, mereka kemudian mengambil tempat duduk yang tak jauh dari penjual bubur tadi.


"Seger banget ya suasana pagi-pagi gini," Tayana menikmati suasana pagi itu dengan memejamkan mata dan menghirup udara pagi yang belum terkontaminasi dengan polusi udara tersebut.


"Kayaknya tadi ada deh yang nolak banget di ajak keluar pagi-pagi gini," Sindir Harsen dengan menopang tangannya di dagu, dan jangan lupakan alisnya naik turun serta wajah tengilnya yang menggoda kekasihnya itu.


Tayana yang mendengar ucapan Harsen tersebut pun spontan memicingkan matanya dengan pipi yang sudah memerah menahan malu.


Tanpa sepengetahuan mereka, ada sepasang mata tanpa sengaja melihat kedekatan mereka berdua.


Setelah selesai sarapan, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


"Sebenarnya kita mau kemana sih," Tanya Tayana penasaran.


"Udah kamu tenang aja, nanti juga bakalan tahu sendiri kok," Jawab Harsen


"Gue pesan makanan dulu deh untuk makhluk yang ada di kos, kasian entar dia bangun gak ada makanan," Batinnya, lalu terkekeh geli membayangkan wajah Renzah yang kelaparan karena kehabisan makanan.


"Kenapa senyum-senyum sendiri?,"Tanya Harsen dengan menaikkan sebelah alisnya.


Tanpa menjawab pertanyaan Harsen, Tayana hanya menunjukkan handphonenya kepada harsen.


Kurang lebih dua jam mereka dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah pantai yang sangat indah dan belum terlalu banyak tangan yang menjamah pantai tersebut.


"Kita udah sampai, ayo turun," Ajak Harsen dengan mengulurkan tangannya dan disambut antusias oleh Tayana.


"Wah, ini indah banget,"


"Suka gak?," Tanya Harsen

__ADS_1


"Banget,"Jawabnya singkat tanpa menoleh ke arah Harsen.


"Kamu tau gak, ini pantai apa?,"


Tayana hanya menggelengkan kepala dengan wajah polosnya, yang membuat Harsen langsung mencubit pipinya.


"Ini namanya pantai Teluk Kiluan. Kamu ga akan rugi kesini, karena kamu juga nantinya akan disuguhi dengan atraksi lumba-lumba dan paus di tengah laut. Kalau kita beruntung, kita juga akan melihat penyu, karena mereka jarang naik ke permukaan laut,"


"Kamu tau tempat ini dari mana?, Sedangkan tadi kamu bilang kalau tempat ini belum banyak terjamah tangan manusia,"


Mendengar pertanyaan dari Tayana, sontak Harsen terdiam dan memandang hamparan laut yang luas untuk menenangkan hatinya yang kembali berkecamuk mengingat kejadian di masa lalu.


"Aku tahu tempat ini dari almarhum mama. Dulu kalau aku lagi bosen ngerjain hal yang monoton, mama selalu ngajak aku refreshing ke beberapa destinasi wisata. Mama hobi travelling, dan itu menurun ke aku sampai sekarang. Dan saat ini, hanya kamu yang tahu cerita ini. Bahkan Rayyan, Steven, dan Syehan ga tau sama sekali cerita ini," ucap Harsen panjang lebar dan kembali menoleh ke arah Tayana yang langsung memeluk Harsen setelah mendengar penjelasannya.


"I'm okay, kenapa hmm," Tanya Harsen dan membalas pelukan sang kekasih.


"Sorry, udah buat kamu teringat masa lalu," lirih Tayana nyaris tak terdengar.


"Udah-udah, kita kan kesini mau senang-senang. Ngapain jadi sedih-sedihan sih,"


"Ayo bantu aku mendirikan tenda,"


"Tenda?," Tanya Tayana dengan tatapan cengo.


"Coba kamu lihat sekitar kita, ga ada apa-apa sama sekali kan selain hamparan pasir dan laut yang indah. Nah, jadi aku ber inisiatif untuk membawa semua perlengkapan kita disini, mulai dari tenda dan makanan kita," Jelas Harsen dan berlalu meninggalkan Tayana dan membuka bagasi mobil untuk mengambil semua barang yang di perlukan.


"Mungkin melalui Harsen Tuhan memberikan kesempatan bagi gue untuk merasakan kesenangan sebelum ajal nantinya. Sumpah gue beruntung ketemu dia ya Tuhan," Batin Tayana tersentuh melihat perlakuan Harsen yang sangat berbanding terbalik dengan Aldi mantannya dulu.


.......


Triingg


Triingg


Triingg


Dering telepon nyaring terdengar sehingga membangunkan gadis cantik yang sedang bergelung dengan selimutnya.


"Halo,"ucapnya serak suara khas bangun tidur.


"Hah? Go food, gue kagak ada pesen makanan. Salah nomor kali," Lanjutnya


"Oh pesanan dari Tayana, bilang dong dari tadi," jawabnya lalu mematikan panggilan sepihak. Dan bergegas keluar dengan muka bantalnya.


"Terima kasih," ucapnya setelah menerima makanan tersebut.


"Wahh, banyak banget tu bocah pesen makanan ke gue. Nyogok kali ye," Monolognya, dan langsung ke membersihkan diri terlebih dahulu, lalu menghabiskan semua makanan sampai habis tak tersisa.


.............

__ADS_1


Sorry ya readers, kalo hari ini author telat update. Soalnya lagi sibuk di kampus seharian ini, besok In Shaa Allah di usahain update cepat. Selamat membaca semuanyaaa 🤗🤗


__ADS_2