
Setelah penobatan Thobi menjadi raja yang baru di desa Shuna, dan saat itu juga mereka bertemu Dewa Hosikinshi dalam cermin yang di panggil oleh Shin Yan dan Thobi melalui tanda kutukan gabungan mereka.
Banyak pesan dan nasehat yang di berikan oleh Dewa Hosikinshi dan meyakinkan mereka semua untuk tidak ragu dengan apa pun keputusan yang diberikan.
Perjalanan mereka akan berlanjut hari itu juga bersama pasukan kerajaan desa Shuna dan raja yang baru mereka si Thobi. "Kita akan melanjutkan perjalanan kita menuju pulau dewata sesuai arahan oleh Dewa Hosikinshi." Ucap Thobi dengan mahkota di atas kepalanya yang baru saja dilantik sebagai raja yang baru. "Dengan dilantiknya Thobi sebagai raja dan pemimpin pasukan, kita akan melakukan perjalan dengan menaiki tiga kereta kuda yang ada di kerajaan." Ujar Lan Ji.
"Aku akan menaiki kereta kuda bersama Shojin, aku akan bersamanya dan beberapa pasukan akan mengawal kereta kuda kita masing-masing." Ujar Shin Yan.
"Thobi akan memimpin pasukan kita dengan berada di depan kereta kuda kita bedua, masing-masing akan dibekali dengan pedang dan juba armor dari kerajaan ini." Ucap Lan Ji.
Lan Ji tau akan tempat beberapa senjata dan juba armor di kerajaan itu, dan memang sebelumnya dia juga seorang budak di kerajaan tersebut, sehingga dia dan kedua rekanya yang lain Shin Yan dan Thobi disuruh olehnya untuk memakai juba armor dan pedang dari kerajaan tersebut.
"Pakai ini kalian akan lebih kuat dengan memakai juba dan pedang ini." ucap Lan Ji dengan membawakan beberapa pilihan juba dan beberapa pedang untuk di pakai.
"Aku akan menggunakan juba dengan warna merah ini" Ujar Shin Yan sambil mengambil juba tersebut. "Warna hitam akan lebih cocok untukku sebagai pemimpin kalian." ujar Thobi. "Aku akan memakai juba armor dengan warna biru yang sesuai dengan kekuatan elemenku yaitu air". Jawab Lan Ji.
__ADS_1
Setelah mereka semua selesai melakukan persiapan demi persiapan, mereka semua pun menuju ke arah pintu keluar kerajaan dan akan melakukan perjalanan mereka menuju pulau dewata.
Mereka semua bersama beberapa pasukan mereka berjalan menuju pintu keluar desa Shuna. “Cakramu belum pulih sepenuhnya Lan Ji, kamu akan berada dipaling belakang bersama beberapa pasukan bersamamu”. Ujar Thobi.
Perjalan mereka pun dimulai dengan melewati perbatasan desa dan beberapa gunung-gunung disekitar perjalanan.
Tiba-tiba tepat didepan mereka semua, terlihat hutan dengan banyak pepohan yang begitu lebat dari arah mereka berjalan. “Kita akan berjalan menuju hutan belantara itu dan melewatinya.” Ucap Thobi yang berada di depan mereka. “Tunggu Thobi, hutan itu terkenal dengan adanya makhluk gaib didalamnya, dengar-dengar ada beberapa penduduk di sini dengan beraninya memasuki hutan tersebut, dan menghilang tidak kembali entah kemana. Banyak penduduk di sekitar sini berbicara seperti itu.” Jawab Lan Ji yang berada di belakang mereka dengan nada tinggi.
“Satu-satunya jalan menuju pulau dewata adalah dengan memasuki hutan ini dan melewatinya, tidak ada jalan lain lagi untuk kita bisa menuju ke pulau yang dimaksud oleh Dewa Hosikinshi” Ujar Shin Yan.
“Benar yang dikatakan oleh Shin Yan, lebih baik kita masuk dan melewatinya. Apapun rintanganya kita harus bisa melawanya.” Ujar Thobi yang ada didepan mereka.
Sesampainya mereka didepan hutan tersebut, mereka semua mendengar banyak sekali kicauan burung-burung. “Tidak ada yang aneh dengan hutan ini, hanya saja memang kondisi hutan yang begitu lebat sehingga cahaya matahari pun tidak bisa menyinari tempat ini. Tidak usah khawatir akan aku gunakan api abadi amaterasuku milikku untuk menerangi setiap perjalanan kita.” Ucap Shin Yan. Seketika itu juga Shin Yan mencoba berkonsentrasi dan membuat segel jurus di tangan kananya dan mengeluarkan kekautan api miliknya untuk menerangi hutan tersebut.
Mereka semua pun berjalan masuk ke hutan belantara tersebut, tidak ada tanda-tanda aneh sedikitpun ketika mereka semua memasukinya, kondisi hutan terasa seperti hutan biasa, banyak kicauan burung dan suara air terjun yang mengalir deras disekitar mereka. Akan tetapi ditengah perjalan mereka situasi pun berubah seketika, tiba-tiba terdengar suara mirip aungan singa yang sangat keras sekali dari arah mereka berjalan, sehingga mereka semua pun berhenti seketika itu.
__ADS_1
“Suara apa itu barusan, mirip seperti aungan singa, akan tetapi suara itu begitu keras sekali tidak seperti singa sebagaimana mestinya.” Ucap Shojin yang berada di samping Shin Yan dalam kereta kuda yang sama.
“Tetap waspada semuanya !! Prajurit coba kalian cek suara apa itu yang barusan terdengar.” Perintah Thobi kepada beberapa perajurit yang ada di sebelahnya. Mendengar perintah dari Raja Thobi para prajurit pun menuju ke arah suara aungan tersebut berasal.
Sebelum para prajurit mencoba memeriksa, tiba-tiba suara tersebut terdengar kembali, aunganya kali ini lebih keras dari sebelumnya, membuat para prajurit ketakutan ketika mendengarnya. Dan saat itu juga para prajurit mencoba memberanikan diri berjalan menuju suara tersebut berasal.
Tidak ada yang aneh ketika mereka sampai ke tempat asal suara tersebut, kondisinya juga begitu sepi dan hanya terlihat rumput dan kayu-kayu berserakan disana. Para prajurit pun mencoba berpencar dan memeriksanya lebih mendalam lagi.
Akan tetapi setelah beberapa saat mereka pun berkumpul kembali dan berbicara satu sama lain bahwa tidak ada apa-apa di sekitar sini. Para prajurit pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat raja Thobi dan yang lainya berada yang tak jauh dari tempat mereka memeriksa suara aungan tersebut.
Tiba-tiba suara auangan terdengar dari arah belakang para prajurit yang berjalan menuju Thobi dan yang lainya, dan seketika itu juga semua prajurit menengok kebelang dan tiba- tiba bambu runcing berbentuk kecil menyerang mereka semua bersamaan dengan datangnya auangan tersebut. Semua prajurit pun tertusuk olehnya dan terpental.
“Apa yang terjadi ! Darimana datangnya serangan itu ?” ucap Thobi yang berada di atas kereta kuda bersama yang lainya. “makhluk apa itu sebenarnya, dia tidak terlihat namun aku bisa merasakan aura keberadaanya,makhluk itu berada disana tepat dimana para prajurit kita tumbang.” Ucap Lan Ji.
“Dia tidak terlihat, waspada semuanya !!” Teriak Shin Yan. “Tetaplah di kereta ini Shojin, aku, Thobi dan Lan Ji akan mengatasinya.” Ucapnya kepada Shojin yang berada di sebelahnya.
__ADS_1
Mereka bertiga pun turun dari kereta kuda mereka masing-masing dan bersatu untuk melawan makhluk misterius yang tak kasat mata dengan suara aungan yang dimiliknya.
Tiba- tiba serangan bambu runcing menyerang mereka dari arah atas, akan tetapi dengan sigapnya dan kekuatan elemen angin milik Thobi berhasil menghalau serangan demi serangan tersebut, para prajurit pun menangkis bambu runcing tersebut dengan pedang mereka masing-masing.