
Memakai selendang berwarna merah yang ia ikatkan ditubuhnya, Ratu Selenmayang terbang mendahului para pasukanya dan langsung menuju ketempat Raja Grandiya yang juga berjalan bersama ratusan pasukanya.
Dengan kuda hitam yang dinaikinya Raja Grandiya melaju dengan kencang ke arah Ratu Selenmayang yang terbang dengan selendang merah andalanya.
“Apa yang sebenanya terjadi mereka berdua akan bertarung disini?” tanya Shin Yan yang ada di samping Lan Ji dan juga Thobi.
Mereka semua, Shin Yan, Thobi, Lan Ji, Shojin dan para pasukanya hanya bisa menyaksikan pertarungan dari bekalang. Kebangkitan dari Ratu Selenmayang dan Raja Grandiya oleh pengaruh roh kegelapan dari Dewa Hashijin.
“Apa kita hanya akan menonton saja, tanpa melakukan apa-apa Thobi?” tanya Lan Ji kepadanya. “Aku yakin ini adalah rencana dari Dewa Hashijin yang licik itu untuk menghalangi perjalan kita menuju Pulau Dewata.” Jawab Thobi.
Terlihat dari arah depan mereka, pertemuan antara Ratu Selenmayang dan Raja Grandiya beserta ribuan para pasukan. Ternyata mereka tidak malakukan peetarungan, akan tetapi mereka malah bergabung dan merencanakan seuatu. Sungguh peristiwa diluar kepala, ternyata mereka hanya ingin melakukan pertemuan biasa tanpa adanya pertarugan.
“Raja Grandiya! Betul kan? Aku Ratu Selenmayang beserta para pasukanku datang ingin menemuimu dan mau bekerja sama denganmu.” Ucap Ratu selenmayang sambil turun dari atas dan melipatkan lagi selendangnya.
“Akhirya kamu datang juga, sudah lama aku menantikan kehadiranmu disini.” Ucap Raja Grandiya sambil turun dari kuda hitam yang ia naiki.
Mereka berdua adalah arwa yang telah dimasuki oleh roh kegelapan dengan tujuan balas dendam kepada para pasukan Senju. Mereka adalah Thobi dan kawan-kawanya.
__ADS_1
“Ini adalah kesempatan terakhir kita, aku dan kamu telah dibangkitkan kembai oleh Dewa Hashijin dengan tujuan menghabisi mereka semua.” Ucap Raja Grandiya kepada Ratu Grandiya yang ada dihadapanya beserta ribuan pasukanya.
“Harapan kita untuk hidup abadi adalah nyawa mereka bertiga! Ketika kita mendapatkan kekuatan dari segel kutukan yang ada pada tubuh mereka, kita bisa hidup kembali dan mengusai kerajaan kita yang dulu. Aku yakin mereka belum tau akan rencana kita.” Ucap Ratu Selenmayang sambil ketawa jahat. “Aku melabuhi mereka dengan bicara ingin menghabisimu. Mereka pun tidak melakukan pergerakan apa-apa selain menghindar, aku masih punya rencana untuk menghabisi mereka semua.” Tambahnya.
“Baguslah! Ayo kita kesana dan bergabung bersamanya, dan berpura-pura bahwa kita akan bekerja sama denganya.” Ucap Raja Grandiya sambil berjabat tangan dengan Ratu Selenmayang.
Akan tetapi mereka bertiga tidak sebodoh yang ia kira, Lan Ji bisa melihat roh kegelapan yang ada pada tubuh keduanya, terlebih lagi Shin Yan juga bisa merasakan hawa keberadaan dari roh kegelapan. Dan juga sudah tidak diragukan lagi kemampuan memimpin dari Raja Thobi dengan para pasukan hebatnya.
Mereka bertiga memandang satu sama lain dan berkata. “Apa yang kita lihat ini benar?, ternyata mereka berdua tidak melakukan pertempuran dan berdamai begitu saja?" tanya Shin Yan. “Aku yakin pasti ada yang tidak beres disini, kedua kerajaan tersebut dulunya mempunyai hubungan yang tidak harmonis, aku yakin tidak semudah itu mereka berdamai begitu saja.” Jawab Thobi.
“Kita harus melanjutkan perjalan kita, jangan hiraukan mereka, ayo kita jalan!” perintah Thobi kepada para pasukanya untuk melanjutkan perjalanya.
Ternyata itu adalah batu ciptaan dari Ratu Selenmayang dengan kekuatan gaibnya. “Kita tidak akan mudah memperdayai mereka, aku yakin mereka pasti berfikiran lain, aku sengaja menutup akses jalan dengan batu besar itu, supaya mereka tidak akan bisa lari dari jembatan kematian ini.” Ucap Ratu Selenmayang sambil menurunkan tanganya.
“Kalau gitu cepat ayo kita serang saja secara langsung, tidak usah basa-basi, ini adalah wilayah kita, kita kan diuntungkan dengan jembatan kematian ini, pasukan kita pun lebih banyak daripada pasukan mereka semua. Semuanya maju!!” Perintah Raja Grandiya sambil menaiki kuda hitam andalanya.
Raja Grandiya dengan kuda hitam yang ia naiki melaju mendahului Ratu Selenmayang yang ada didepanya. Tidak kalah cepatnya dengan selendang merah ditubuhnya Ratu Selenmayang terbang ke atas langit dan menyusul Raja Grandiya.
__ADS_1
“Ini sebuah jebak, kita telah terperangkap olehnya, dia berdua menuju kemari, apa yang harus kita lakukan!” ucap Shin Yan yang berdiri disamping Lan Ji dan Thobi.
“Tidak ada pilihan lain aku akan menggunakan perisai airku untuk menghalangi mereka.” Ucap Lan Ji.
Dengan kekuatan elemen airnya Lan Ji membuat perisai penghalang air andalanya untuk menutupi jalan dan berlindung dari serangan Ratu Selenmayang dan Raja Grandiya.
“Sialan! Mereka bertahan mengunakan perisai pelindung!” Ucap Raja Grandiya yang ada di atas kudanya. “Tenang akan aku hancurkan perisai itu dengan sabetan dari selendangku ini!” jawab Ratu Selenmayang dari arah atas.
Perisai penghalang air muncul dihadapan Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang dari bawah dan menjalar tinggi ke atas langit. Ratu Selenmayang dengan kekuatan selendang merahnya berhasil menghancurkan penghalang tersebut dengan sekali sabetan saja. Selendangnya itu melebar dan mengelurakan percikan api, sehingga penghalang air terkuat buatan dari Lan Ji hancur seketika!
Melihat hancurnya penghalang perisai air dihadapanya, Raja Grandiya langsung melaju kedepan dengan kudanya menuju tempat Thobi dan yang lain berada.
“Sungguh selendang merah yang luar biasa Ratu! Aku salut padamu!” ucap Raja Grandiya dari atas kudanya. “Aku merasakan kekuatan yang luar biasa dalam tubuhnku. Ini semua adalah karena pemberian kekuatan roh kegelapan dari Dewa Hashijin kepada kita. Kekuatanku menjadi lebih kuat dari pada biasanya, sudah lama rasanya aku tidak menggunakan selendangku ini.” Jawab Ratu Selenmayang sambil terbang menyusul kecepatan dari kuda hitam milik Raja Grandiya.
“Tidak mungkin! Perisai air terkuatku berhasil dihancurkan begitu saja olehnya, ternyata dia lebih kuat daripada Raja Siluman Singa yang pernah kita lawan sebelumnya. Selendang itu ternyata bukan selendang biasa, kita harus hati-hati denganya” Ucap Lan Ji yang dikejutkan oleh kehabatan Ratu Selenmayang menghancurkan perisai pelindungnya hanya dengan sabetan selendang saja.
Raja Grandiya dengan kuda hitamnya melompat ke arah Thobi berada, akan tetapi berhasil ditahan oleh para pasukan kerajaan dengan perisai mereka masing-masing. “Hebat juga pasukanmu ini, zaman memang sudah berubah semenjak kematianku dulu.” Ucap Raja Grandiya sambil mengelus kudanya.
__ADS_1
“Apa yang kalian inginkan dari kami,kami hanya ingin lewat dari jembatan gantung merah ini, kami tidak ada urusan dengan kalian berdua.” Ucap Thobi yang berada di depan para pasukanya bersama Thobi dan juga Shin Yan disampingnya.