
Gabungan segel antara mereka bertiga telah berhasil memunculkan ular putih konoichi dan menyegel tubuh dari raja siluman singa. mereka secara bersamaan menyentuh tubuh dari raja siluman singa yang tersegel oleh ular putih konoichi dan mengunci rapat segel yang ada pada tubuhnya.
Secara mengejutkan tubuh dari raja siluman singa yang sudah tersegel kemudian bersinar terang dihadapan mereka bertiga, sinar cahayanya membuat pandangan terhadap tubuh raja siluman singa terhalang, dan tanpa disadari tubuh dari raja siluman singa yang tersegel kemudian perlahan lenyap bersama cahaya yang menyinarinya.
Situasi dalam hutan belantara tiba-tiba berubah seketika. Cahaya dari tubuh raja siluman singa yang hilang ternyata merespon cahaya matahari dari luar untuk bisa masuk lagi ke hutan belantara.
Sebelumnya cahaya matahari memang tidak bisa masuk ke dalam hutan belantara dikarenakan cahaya dari matahari sendiri telah dimanipulasi oleh raja siluman singa. Setelah raja siluman singa berhasil disegel oleh mereka bertiga, seketika cahaya sinar matahari dari arah luar hutan perlahan masuk dan menyinari kembali seisi hutan belantara.
Suasana cerah terlihat kembali didalam hutan belantara, dimana para hewan-hewan yang tinggal dihutan belantara bermuculan kehadapan Shin Yan, Thobi dan Lan Ji waktu itu. Mereka memberi isyarat seperti berterimakasih kepada mereka bertiga atas terbunuhnya raja siluman singa yang sebelumnya membuat hutan seperti tidak ada nyawa buat kehadiran mereka.
Bunga-bunga pun bermekaran bersamaan dengan datangnya sinar matahari yang menyinari hutan. Burung-burung berterbangan disekitaran mereka bertiga seakan seakan-akan menyambut kemenagan mereka bertiga atas terbunuh dan tersegelnya raja siluman singa.
“Lihatlah hutan ini, semua para hewan yang yang tiggal disini seakan-akan memberikan kita hormat atas terbunuhnya raja siluman singa. Para burung-burung pun berterbangan diatas kita.” Tutur Shin Yan sambil mengelus burung gagak yang hinggap diatas pundaknya.
“Kayaknya sudah beratus-ratus tahun lamanya hutan ini tidak disinari matahari dari luar. Dan sekarang sudah tidak akan lagi rumor yang mengatakan bahwa hutan ini berbahaya. Raja siluman singa lenyap bersama dengan segel yang kita tanamkan kepadanya,” Ucap Thobi sambil mengambil tanah dan menggenggamnya.
“Misiku sudah selesai! Aku akan kembali ke wujud batu hijau dan kembali ke tanganmu.” Ujar katak samurai kepada Shin Yan yang ada didepannya. “Kamu sudah cukup banyak membantu kami, aku sendiri berterima kasih banyak kepadamu.” Jawab Shin Yan sambil melepas burung yang ada pundaknya.
__ADS_1
Katak samurai kembali kebentuk semula yaitu wujud batu hijau yang ada di jari tengah Shin Yan. Semua kekuatan tanda kutukan yang ada pada mereka bertiga pun kembali seperti semula.
“Aku juga berterima kasih banyak kepada raja siluman singa, setelah bertarung denganya, aku akhirnya mendapatkan kekuatan mata kiri baru yang sebelumnya belum pernah aku duga.” Ucap Lan Ji.
Para prajurit dan Shojin yang sebelumnya tidak sadarkan diri karena efek dari cahaya ilusi kegelapan tiba-tiba mereka semua kembali tersadar dari mimipi ilusi mereka. Mereka semua membuka mata dan kaget akan perubahan wujud dari hutan belantara. “Cahaya ini! Apakah mereka semua telah berhasil mengalahkan raja siluman singa itu.” Tutur Shojin yang terbangun bersama para prajurit yang lain.
Shojin dan semua para prajurit kerajaan berjalan menuju kerumunan hewan-hewan dan burung-burung yang berterbangan di sekitar Shin Yan, Thobi dan Lan Ji. “Semuanya ayo kita kesana, apa yang sebenarnya terjadi, apakah mereka semua telah berhasil mengalahkanya?” tanya Shojin kepada para prajurit sambil berjalan.
Shojin dan para prajurit melihat mereka bertiga masih selamat dan menghampirinya. “Kalian tidak apa-apa? Bagaimana dengan siluman itu?” tanya Shojin kepada mereka bertiga yang ada didepanya.
“Shojin! Kau disini, syukurlah ternyata cahaya ilusi kegelapan yang menghasut kalian musnah, kami semua sudah menyegel raja siluman singa itu. Dia lenyap bersama dengan munculnya sinar matahari yang menyinari hutan ini.” Ujar Lan Ji kepada Shojin yang datang bersama para perajurit.
“Baguslah! Karena kita sudah berhasil menyegel dan membunuh siluman singa itu, kita harus bisa keluar dari hutan ini dan menuju ke pulau dewata” ucap Thobi bersama para prajurit kerajaan yang sudah pulih kembali.
“Perjalanan kita masih jauh, kita harus segera keluar dan meninggalkan hutan ini dan bertemu dengan satu rekan kita yang lain.” Tutur Shin Yan.
Mereka semua berencana meninggalkan hutan belantara, dan melanjutkan perjalanan mereka menuju pulau dewata untuk bertemu dengan satu rekan mereka yang lain.
__ADS_1
Burung-burung yang berterbangan di sekitar mereka memberi isyarat bahwa mereka akan memberi tahu jalan keluar dari hutan belantara. Mereka semua pun ikut dalam arahan para burung yang mengelilinya.
Terlihat dalam perjalan mereka, sebuah gerbang yang begitu besar terbuka lebar bersama dengan sampainya mereka didepanya. “Ini adalah gerbang pintu keluar dari hutan belantara ini. Gerbang ini sebelumnya telah dijaga ketat oleh para pasukan raja siluman singa. sekarang kita harus keluar dari hutan ini.” Tutur Thobi .
Mereka semua berterimakasih kepada para burung yang telah memberitahu gerbang pintu keluar dari hutan belantara tersebut. Disana mereka diantar oleh para hewan-hewan yang lain yang secara diam-diam mengikuti dari arah belakang mereka semua berjalan.
Mereka semua pun melambaikan tangan kepada para hewan-hewan yang ada disana, dan berjalan keluar dari hutan belantara.
Hutan belantara itu kembali seperti semula, seperti ratusan tahun yang lalu sebelum datangnya siluman singa. Para hewan-hewan disana tidak akan melupakan Thobi, Shin Yan dan Lan Ji, mereka akan selau menghormatinya sebagai pahlawan penyelamat hutan mereka.
Dari arah mereka semua berjalan terlihat sebuah jembatan gantung merah yang harus mereka lewati. “itu adalah jembatan merah yang sudah lama berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, aku sempat baca buku mengenai sejarah jembatan merah itu. Bahwa jembatan itu adalah penghubung antara Desa Pasai dengan dengan Desa Rosai.” Ucap Thobi yang sedang berjalan disamping para prajurit kerajaan.
"Jembatan itu juga adalah bekas pertempuran hebat antara dua pemimpin dari Desa Pasai dan Rosai. Warna merah dari jembatan tersebut adalah darah dari tiap manusia yang mati. Darahnya membekas sampai saat ini. Itulah yang menjadikan jembatan gantung merah ini dijuluki oleh para penduduk sekitar dengan julukan jembatan kematian. Jelas Thobi.
"Tidak usah ragu! itu hanyalah julukan saja kita harus melewatinya seperti kita melewati hutan belantara tadi." Ucap Lan Ji sambil menghela nafas.
"Bukan itu maksudku Lan Ji, jembatan itu akan membawa siapapun yang berani masuk dan melewatinya akan terbawa kepada suasana dimana pertempuran yang dulu terjadi, Menurut buku yang aku baca seperti itu." Ucap Thobi sambil memperlihatkan buku tersebut dari tas yang dibawanya.
__ADS_1
"Itu hanyalah legenda biasa Thobi, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa ketika kita masuk kesana." jawab Shin Yan dari arah belakang mereka.
Mereka semua pun memberanikan diri untuk masuk dan melewati jembatan gantung merah dengan julukan jembatan kematian itu.