
Setelah pertarungan melawan Katak samurai, Shin Yan berhasil menyegel katak tersebut ke dalam batu hijau yang tertanam ke dalam jari tengah tangan kanan Shin Yan. Dan setelah pertarungan itu juga mereka melanjutkan perjalanan ke desa Rajan tempat dimana raja Lan Ji berada dan berkuasa, dalam perjalananya mereka melewati gurun pasir dan gunung-gunung besar.
Desa Rajan pun tidak jauh dari tempat setelah pertarungan mereka dengan katak samurai.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya sampai ke perbatasan desa Rajan, mereka pun memasuki wilayah tersebut. Saat itu juga tiba-tiba mereka merasakan aura cakra jahat tepat di arah perbatasan desa Rajan.
Perjalan mereka sempat terhenti karena banyak sekali mayat perajurit kerajaan yang tergeletak di jalanan perbatasan tersebut, di perbatasan tersebut juga banyak kuda dan burung-burung yang mati. meraka sempat turun dan memeriksa apakah masih ada seseorang atau dari hewan-hewan tersebut yang masih hidup dan akan menolong mereka, akan tetapi tidak ada yang satu pun orang selamat dan semuanya telah mati.
"Tempat ini kayak bekas pertempuran antar kerajaan" ucap Shin Yan kepada Thobi sambil menatap matanya. "Dari baunya aku bisa merasakan bahwa pertempuran ini sudah terjadi tiga hari yang lalu" jawab Thobi. "Jangan-jangan ini bekas pertempuran dari kerajaan itu." ujar Thobi. "Kerajaan mana yang kau maksud Thobi?" Jawab Shin Yan.
"Di dalam desa Rajan tersebut terdapat suatu kerajaan didalamnya, aku yakin kerajaan tersebut ada sangkut pautnya dengan pertempuran ini." Ucap Thobi kepada Shin Yan.
"Akan tetapi untuk apa mereka melakukan pertempuran ini, setauku sangat jarang sekali sekarang ini pertempuran antar kerajaan terjadi. " Ujar Thobi.
"Dimana ada pertempuran antar kerajaan pastinya akan ada salah satu diantara kerajaan yang kalah." Ucap Shin Yan.
"Sedikit lagi kita akan sampai ke depan pintu masuk desa Rajan, kita harus segera bergegas kesana dan menanyakannya secara langsung, ada apa dengan pertempuran ini." Ucap Thobi kepada Shin Yan.
Mereka bertiga menaiki kereta kudanya dan berjalan menuju pintu masuk desa Rajan yang tak jauh dari perbatasan. Dari arah mereka menuju pintu masuk terlihat sesuatu yang mirip dengan benteng yang melindungi desa. beteng tersebut terbuat dari air yang begitu derasnya mengalir ke atas langit membentengi desa Rajan.
"Ini adalah penghalang, kita tidak bisa masuk begitu saja kesana." Ucap Shin Yan.
Mereka bertiga pun turun dari kereta, dan seperti yang dibilang raja Jagar sebelumnya bahwa ketika mereka telah sampai di desa Rajan kereta kuda yang bersama mereka akan kembali lagi ke kejarajaan Elshon.
Dengan kembalinya kereta kuda kerajaan Elshon, mereka mencoba masuk ke desa Rajan dan mencoba untuk mencari cara untuk menghancurkan penghalangnya. “Biar aku cek terlebih dahulu pengalang apa ini.” Ucap Shin Yan sambil berjalan mendekati penghalangnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mengamati penghalang tersebut.
“Ternyata ini hanya penghalang air, aku akan mencoba menghancurkanya dengan kekuatan elemen apiku.” Ucap Shin Yan.
Akan tetapi tiba-tiba seketika sekujur tubuh Shin Yan kaku dan tidak bisa lagi bergerak ketika mau menggunakan kekuatan elemen apinya.
“Kamu tidak apa-apa Shin?” Ucap Thobi kepada Shin Yan. “Apakah ini efek dari segel kutukan ini, sudah terlalu banyak aku menggunakan cakraku.” bathin Shin Yan.
“Lebih baik kamu mundur dan istirahat dulu Shin, pulihkan cakramu dulu, kamu sudah terlalu bayak menggunakan cakramu ketika melawan katak samurai tadi” ucap Thobi kepada Shin Yan. “Biarkan aku memulihkan tubuhmu terlebih dahulu Shin” jawab Shojin dari belakang.
Shojin mencoba memulihkan kekuatan Shin Yan dengan ramuan-ramuan yang dibawa olehnya. “Kita tidak akan bisa masuk kalau aku tidak menghancurkanya terlebih dulu, aku akan mencoba memulihakan cakraku dulu.” ucap Shin Yan.
Melihat keadan dari Shin Yan yang memburuk akibat efek dari pertempuranya melawan katak samurai. Sambil menunggu kepulihan dari Shin Yan, Thobi mencoba memcari cara untuk menghancurkan penghalanya.
Thobi kemudian mengeluarkan kekuatanya, cakranya mengalir ke seluruh tubuhnya dan mencoba memusatkan aliran cakranya ke pedangnya. pedang Thobi bersinar dan mempunyai kekuatan sabitan angin yang sangat kuat. Thobi pun akhirnya mencoba menghancurkan penghalang tersebut dengan pedangnya.
"shushhhh.. dummmm.."
Sabitan angin dari pedang Thobi merobek penghalang tersebut dengan hebatnya. Akan tetapi itu tidak merubah apapun, dan benteng tersebut kembali seperti semula.
"Ternyata penghalang ini tidak mudah ditembus dan hancurkan." bathin Thobi.
"Benteng ini terbuat dari air yang sangat deras. Satu-satunya cara menghancurkan benteng ini adalah dengan elemen api milikmu Shin. Karena kelemahan dari Air itu sendiri adalah Api. Maka setelah cakramu pilih nanti aku ingin mencoba gabungan elemen lagi disini." ujar Thobi sambil menyarungkan pedangnya ke belakang.
"Berapa lama lagi Shon kekuatanku ini akan pulih" ucap Shin Yan kepada Shonji. "Minum dulu ramuanku ini, kemungkinan sekitar lima belas menit cakramu akan pulih kembali." Ucap Shonji sambil membawa gelas berisi ramuannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian tiba-tiba penghalang tersebut menghilang, seketika mereka bertiga kaget melihatnya. "Apa yang terjadi kenapa benteng penghalangya tiba-tiba lenyap begitu saja." Ucap Thobi.
Dari arah pintu masuk desa Rajan keluarlah Lan Ji beserta semua pasukannya dari arah pintu masuk desa Rajan. Lan Ji dan semua pasukan pun mendekat ke arah Thobi, Sin Yan dan Shojin berada.
"Ada yang datang kesini, berhati-hati." Ucap Shin Yan. "Dia kesini membawa beberapa pasukan bersamanya, kita harus waspada." Jawab Thobi.
Lan Ji bersama pasukannya pun sampai ke depan pintu masuk desa dan berkata kepada mereka. "Siapa kalian? beraninya kalian mencoba masuk desa Rajan ini tanpa izin sebelumnya dariku, benteng ini sengaja aku pasang agar siapapun yang datang kesini tidak akan bisa masuk tanpa izin dariku terlebih dahulu." Ucapnya dengan nada suara tinggi.
"Aku Lan Ji Raja penguasa di desa ini." dengan pedang dan perisai di bajunya Lan Ji turun dari kereta kuda dan menghampiri mereka bertiga.
"Santai dulu, kami tidak ada niat jahat kepadamu dan kerajaanmu." ucap Thobi.
Seketika itu Lan Ji menyuruh pasukanya untuk menyerang Shin Yan dan Thobi. pertempuran pun terjadi diantara mereka.
Kondisi waktu itu sangat menguntungkan para pasukan Lan Ji, dimana pada waktu itu hanya Thobi sendiri yang menyerang maju, dikarenakan kondisi dari Shin Yan yang belum pulih sepenuhnya.
"biar aku yang tangani mereka, cepat pulihkan cakramu dulu" ucap Thobi kepada Shin Yan dan Shojin.
Pertarungan pun dimulai dengan serangan pertama dari pasukkan Lan Ji, dengan menggunakan pedangnya Thobi melawan satu demi satu para prajurit. dengan tebasan pedang angin miliknya, Thobi berhasil menaklukkan para perajurit Lan Ji dengan mudahnya.
"Tidak ku sangka kamu hebat juga dalam menghadapi para pasukanku." Ucap Lan Ji.
Seketika itu juga Lan Ji turun tangan dan melawan Thobi. Satu lawan satu pertarungan pun dimulai. Thobi mengeluarkan elemen pusaran angin andalannya dan melemparkannya ke arah Lan Ji berada, akan tetapi serangan tersebut berhasil ditangkis oleh Lan Ji menggunkan perisai di tangannya dengan tambahan sentuhan elemen air didalamnya, membuatnya tidak mudah ditembus oleh serangan Thobi.
"kekuatanmu itu ? Siapa kamu sebenarnya?" Ucap Thobi kepada Lan Ji.
__ADS_1