
Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang berhasil menembus pertahan dari perisai pelindung air Lan Ji, dan menemui mereka semua. Ratu Selenmayang turun dari atas dan menuju ke samping raja Grandiya dengan selendang merahnya.
“Aku hanya menginginkan kebangitan abadi, tanda kutukan yang ada pada tubuh kalian adalah tujuan kami sebenarnya, darah segar yang ada pada tubuh para pasukanmu menggoda sekali.” Ucap Ratu Selenmayang kepada Thobi yang ada dihadapanya
Haus darah membuat Ratu Selenmayang bersemangat seperti kobaran api, Keduanya telah sampai terlebih dahulu dengan kecepatan gaib yang mereka punya.
“Bunuh kami terlebih dahulu kalau kalian ingin kekuatan kekal abadi, tidak semudah itu! Kami bertiga akan menghabisi kalian sebelum kalian benar-benar bangkit.” Ujar Thobi bersama Shin Yan dan Lan Ji disampingnya.
Mereka tidak ada pilihan lain lagi selain melawan arwah dari Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang yang telah dihasut oleh roh kegelapan dari Dewa Hashijin. arwah keduanya memiliki kekuatan dari kegelapan beserta ribuan pasukanya yang ada dibelakang mereka.
“Sebentar lagi ribuan pasukanku akan menghabisi kalian semua dengan kekuatanya, dengan jumlah pasukan yang kalian punya! Tidak akan bisa menang melawan kedua pasukan kerajaan Posai dan Rosai yang telah bergabung dan menyatukan kekuatanya. Menyerah saja atau kalian akan mati oleh pasukan hebat terdahulu.” Ucap Raja Grandiya yang berada di atas kuda hitam andalanya.
“Tidak hanya itu saja kalian juga tidak akan bisa kabur dari jembatan kematian ini, walaupun kalian bisa mengancurkan batu besar yang ada didepan kalian itu, lihat saja dibalik batu itu! Jembatan ini tidak akan ada ujungnya. Ujung dari jembatan ini atau bisa dibilang pintu keluar dari sini sudah aku tutup dengan segel kegelapan. Kalian yang sudah terlanjur masuk kesini, mau tidak mau harus melawan kami.” Ucap Ratu Selenmayang.
“Kalian tidak usah khawatir, pertama aku akan menguji kemampuan kalian terlebih dahulu dengan para pasukan dari dua kerajaan besar ini.” Ucap Raja Grandiya sambil memperlihatkan dari arah belakang. Ribuan pasukan itu telah sampai dibelakang Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang.
__ADS_1
Ribuan pasukan dengan senjata lengkap bersamanya datang dari arah belakang menuju kedepan Raja Grandiya dan Ratu selenmayang.
“Walaupun pasukan kalian ribuan, tidak akan membuat kami goyah begitu saja, perkenalkan ini adalah pasukan terkuat dari Kerajaan Desa Shuna dengan saya sendiri pemimpin mereka akan membantai semua pasukanmu!” ucap Thobi sambil mengeluarkan pedangnya.
“Kalian berdua tetap awasi kami dari belakang, biar aku urus ribuan pasukan mereka yang datang. Terlalu beresiko kalau kita semua ikut dalam pertempuran.” Ucap Thobi sambil menyuruh pasukanya untuk maju kedepan bersamanya.
“Apa kamu yakin Thobi? Ribuan pasukan hebat dari dua kerajaan terdahulu tidak bisa kita remehkan begitu saja.” Ucap Lan Ji kepada Thobi. “Serahkan semuanya padaku, tetap awasi pergerakan dari Ratu Selenmayang dan Raja Grandiya.
Lan Ji menggunakan mata Sheijunya untuk mengantisipasi kemungkinan kecil serangan gaib dari mereka berdua. Shin Yan menganalisa pergerakan dari para pasukan dua kerajaan Pasai dan Rosai dengan insting tajamnya. "Baiklah kalau itu mau kamu, kami berdua akan berjaga-jaga dibelakangmu." Ucap Lan Ji yang ada di samping Shin Yan.
"Aku yakin kekuatan dari Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang tidak bisa diremehkan begitu saja, perisai pelindung terkuat darimu saja bisa dihancurkan dengan mudahnya hanya dengan selendang itu." Ucap Shojin kepada Lan Ji.
Raja Thobi dan Ratu Selenmayang hanya diam saja dan menguji kemampuan dari Thobi dan para pasukanya. Mereka harus melawan pasukan yang Tangguh dari dua kerajaan terdahulu.
Semua para pasukan menyerang secara bersamaan yang dipimpin oleh Thobi sendiri didepan mereka. Kabut putih menyilumti ribuan para pasukan terdahulu yang juga maju ke arah Thobi dan pasukanya.
__ADS_1
Thobi menggunakan pedang yang ada di tangan kananya, pedangya ia aliri kekuatan elemen angin sehingga memunculkan pusaran hebat yang menghancurkan barisan pertahan pertama dari kedua pasukan kerajaan Desa Pasai dan Rosai yang ada didepanya.
“Boleh juga ternyata kekuatan pemuda itu!” ucap Ratu Selenmayang dari arah belakang para pasukanya.
Tidak tinggal diam para pasukan kerajaan Desa Pasai dan Rosai menggunakan serangan gabungan antara mereka dan membuat sebuah benteng besar dari posisi tengah-tengah, sementara yang lain menyerang pasukan dari Thobi.
Pasukan Thobi bisa mengatasi serangan demi serangan yang datang kepadanya, akan tetapi mereka semua kalah jumlah sehingga para pasukanya pun mati satu demi satu didalam benteng pertahanan pasukan kerajaan Pasai dan Rosai.
“Tidak akan kubiarkan pasukanku gugur sampai disini, aku harus melakukan sesuatu untuk menghancurkan bentengnya dan mengahabisi mereka semua.” Bathin Thobi sambil membunuh satu demi satu pasukan dari kerajaan Pasai dan Rosai dengan pedang pusaran anginya.
benteng kuat yang ada dipertengahan dari pasukan kerajaan desa Pasai dan Rosai menghalangi serangan demi serangan dari para pasukan Thobi. dia memutuskan untuk maju ke arah benteng tersebut dengan menggunakan kekuatan pusaran angin terkuatnya. Thobi membantai habis-habisan para pasukan yang menghalanginya. Dengan konsentrasi penuh kekuatan elemen anginya ia pusatkan ke satu titik di ujung pedangnya dan menebas benteng yang menghalangi jalan para pasukanya. bentengnya hancur lebur dan semua prajurit yang ada di benteng tersebut terpental semua kebelakang.
semua pasukan yang ada dibalik benteng pertahanan tersebut langsung menyerang balik ke arah Thobi dan para pasukannya. Thobi melawan ribuan pasukan yang menyerangnya dengan bantuan para pasukan kerajaan miliknya. para perajurit banyak yang mati ditangan Thobi, akan tetapi serangan demi serangan tidak ada habisnya datang kepadanya. Dan pada akhirnya Thobi mencapai batasnya dan hampir terkena sabitan pedang dari para pasukan yang menyerangnya.
"Pasukan ini tidak ada habisnya, jika aku terus melakukan pertempuran ini, yang ada itu hanya akan menguras cakraku saja, aku harus mencari cara lain agar semua pasukan ini bisa aku kalahkan. Para pasukanku juga sudah banyak yang tumbang disana." Ucap Thobi sambil mengusap keringat yang ada di dahinya.
__ADS_1
Lan Ji melihat bagaimana kondisi dari Thobi saat itu dan langsung membantunya. "Shin Yan biar aku yang membantu Thobi mengalahkan ribuan pasukan dari kerajaan Pasai dan Rosai itu, dia tidak mungkin bisa mengalahkanya seorang diri saja, aku harus membantunya. bagaimanapun juga pasukan kita kalah jumlah kalau dibandingkan dengan pasukan dua kerajaan tersebut. dengan kemunculanku disana pasti akan sangat membantu Thobi." Ujar Lan Ji sambil memegang pundak Shin Yan.