
Makhluk misterius itu tidak terlihat oleh mata seperti halnya makhluk halus, akan tetapi Shin Yan bisa merasakan hawa keberadaannya namun tidak bisa melihatnya dengan mata.
Thobi yang waktu itu menghalau serangan bambu runcing kecil yang menyerangnya dengan elemen angin miliknya, tentu saja terlalu mudah baginya untuk menyerangnya, akan tetapi dia kesulitan untuk menyerang balik, karena dia tidak bisa melihat makhluk tersebut.
"Makhluk apa sebenarnya dia, dia tidak terlihat, akan tetapi aura kegelapanya kerasa sekali." Ucap Thobi kepada Shin Yan yang berjalan ke arahnya. “Semuanya tetap waspada akan serangannya jangan sampai kalian lengah sedikitpun.” Ucap Thobi kepada para prajurit kerajaan yang hampir terkena serangan dari bambu runcing kecil yang menyerang dari arah atas mereka semua.
Tiba-tiba munculah dihadapan mereka semua sesosok makhluk besar berwajah singa namun mempunyai kaki dan tangan layaknya manusia, wujudnya seperti siluman, auranya jahat sekali dan mempunyai dua tanduk di atas kepalanya. Tubuhnya diselimuti asap hitam yang mengelilinginya.
“Beraninya kalian memasuki hutan ini ! Siapapun yang berani masuk ke hutan ini tanpa izin dariku tidak akan bisa keluar hidup-hidup ataupun selamat dari hutan ini, kalian semua akan mati disini.” Ucap Siluman itu yang berada dihadapan mereka semua yang muncul tiba-tiba dengan wujud siluman.
“Aku sebagai raja dari kerajaan desa Shuna sekaligus pemimpin dari mereka semua, aku meminta izin darimu wahai siluman singa penunggu hutan ini, aku mohon dengan hormat” Ucap Thobi sambil meletakan pedangnya ke tanah. Shin Yan dan Lan Ji beserta semua pasukan pun mengkuti apa yang dilakukan oleh Thobi.
__ADS_1
Aka tetapi permohonanya ditolak mentah-mentah oleh siluman tersebut, tanpa basa-basi siluman singa tersebut mengeluarkan kuku-kuku tajam dari tanganya, kuku-kuku dari siluman singa itu lepas dari jari tanganya dan menyerang beberapa pasukan Thobi dan mengenainya dengan cepat.
“Menghindar ! Kuku tajam itu telah ditanam racun olehnya.” Teriak Thobi yang waktu itu langsung bangkit dan mengambil pedangnya untuk menagkis seranganya. “Kita sudah baik-baik dengan memohon kepadamu, kalau ini maumu, kita semua akan menerima tantanganmu dengan membunuhmu disini.” Ujar Lan Ji dengan membawa perisai air ditanganya untuk menangkis seranganya. Tidak tinggal diam Shin Yan pun langsung memberi aba-aba untuk para perajuritnya menyerang mereka semua.
Akan tetapi tiba-tiba badai angin besar pun datang dengan asap hitam yang menyelimutinya menunju tempat dimana siluman singa berada, ternyata badai angin yang datang tersebut datang bukan tanpa sebab. Itu semua adalah ulah dari siluman singa tersebut. kekuatan badai angin tersebut membuat beberapa dari pohon-pohon dihutan roboh dan hampir menimpa Thobi dan semua pasukanya.
“Hutan ini adalah wilayah tempur siluman tersebut, kita tidak boleh kecolongan sedikitpun pergerakan darinya, hampir saja kita semua mati karena badai angin itu, pohon-pohon disini terlalu besar dan tinggi untuk menimpa kita semua.” Ujar Thobi dengan kekuatan angin miliknya berhasil melindunginya beserta pasukan yang lain dari tumbangnya beberapa pohon-pohon besar.
Seketika itu juga pasukan siluman singa yang lain dari dalam hutan itu pun datang dan membantunya. “Ada apa tuanku kenapa kau memanggilku kemari.” Ucap salah satu siluman singa yang datang menemui raja mereka. “Aku menggilmu beserta pasukan yang lain untuk membunuh mereka semua, mereka telah lancang mengusik kita bangsa siluman.” Ucap raja siluman singa tersebut kepada para pasukanya.
Disamping itu juga para pasukan dari siluman singa pun ikut menyerang balik para perajurit kerajaan desa Shuna. Pertempuran antar prajurit pun terjadi dengan hebat dalam hutan yang gelap tanpa adanya sinar matahari tersebut, yang mana lebih menguntungkan para bangsa siluman.
__ADS_1
Shin Yan pun ikut dalam pertempuran antar prajurit tersebut dengan mengeluarkan kekeuatan elemen apinya. “Aku tidak bisa tinggal diam saja disini, kekuatan apiku dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Semuanya aku datang ! “ ucap Shin Yan sambil berlari maju ke depan ke arah para pertempuran. Shin Yan pun mengeluarkan kekuatan tanda kutukan yang ada di tangan kananya, kemudian mengeluarkan api berbentuk tali yang mengikat salah satu siluman singa dan membakarnya.
Akan tetapi para siluman yang lain pun menggunakan kekuatan gaibnya untuk meghindar dari serangan api milik Shin Yan, para siluman pun tiba-tiba memancarkan asap hitam di sekitar tubuh mereka dan menghilang tidak terlihat. “Mereka semua menghilang, apa aku telah berhasil mengalahkan mereka.” Bathin Shin Yan berkata.
Tiba-tiba serangan badai jarum bambu runcing menyerang para prajurit dari arah atas mereka. Para prajurit tidak sempat menghidar dari serangan, serangannya secara cepat datang dari arah atas mereka dan mengenai tangan dan kaki para prajurit. Mereka semua pun terjatuh dan teriak kesakitan karena efek dari serangan tersebut.
Thobi dan Lan Ji saat itu juga langsung medekat ke arah Shin Yan berada dan bergabung. “Musuh kita adalah para siluman, wajar saja kalau banyak dari penduduk di daerah sini yang mencoba masuk hutan ini dan tidak kembali dengan selamat, para siluman ini pasti yang membuat para penduduk takut untuk masuk ke hutan ini.” Ujar Lan Ji. “Mereka bisa memanipulasi bentuk tubuhnya dengan tidak terlihat, namun aku bisa merasakan hawa keberadaanya, mereka masih di sekitar sini dan mengamati kita untuk menyerang saat kita semua lengah.” Ujar Shin Yan.
“Tidak ada pilihan lain aku akan menggunakan kekuatan badai air dan petir miliku untuk menghancurkan hutan ini.” Ucap Lan Ji. “Jangan Lan Ji itu hanya akan memancing kemarahan mereka, kita harus mencari cara lain untuk menghentikan ini semua, tanpa harus menghancurkan hutan ini.” Jawab Thobi.
Para siluman singa yang tak terlihat itu kemudian menyerang mereka dengan mengeluarkan ular yang tak terlihat sehingga mengikat tubuh Thobi, Shin Yan dan Lan Ji saat itu juga. “
__ADS_1
“Ada apa ini ? Kenapa tubuhku terasa tidak bisa bergerak.” Ujar Thobi. “Seperti ada yang melilit tubuh kita, apa yang harus kita lakukan Shin, hanya kamu yang bisa merasakan hawa keberadaan mereka dengan kekatanmu.” Ujar Lan Ji kepada Shin Yan yang juga terlilit oleh ular misterius yang tak terlihat.
Saat itu juga Shin Yan yang tidak bisa bergerak karena lilitan dari ular tersebut, mencoba untuk memusatkan cakranya ke tangan kanannya dan mencoba mebakar ular yang tak terlihat yang melilit tubuhnya. Alhasil tiba-tiba ular tersebut terbakar dan menampakkan wujudnya. "Ular-ular ini tidak akan mempan padaku." ucap Shin Yan.