
Raja Grandiya Kali ini bersama naga hitamnya bersatu dan maju ke tempat Ratu Selenmayang. Dengan menaiki kuda hitamnya kali ini Raja Grandiya membawa tongkat hitam ditangan kanannya. "Apa kali ini kau membutuhkan bantuanku Ratu Selenmayang?" tanya Raja Grandiya setelah sampai di tempatnya sambil ketawa jahat.
"Maaf kalau membuatmu menunggu lama, aku hanya ingin menstabilkan tongkat hitamku dengan cakra kegelapan yang ada ditubuh naga hitamku." Tambahnya sambil menjulurkan tongkat hitam ke atas. Tongkatnya mampu memanjang dan mengecil sesuai arahan dari penggunanya.
"Tidak sama sekali buatku! Dimana kau mendapatkan tongkat hitam legenda martis itu? Aku tahu! tidak sembarangan orang bisa mendapatkan tongkat hitam yang ada ditanganmu itu. Melihatmu memang tongkat legenda itu aku jadi teringat tentang kisah dari kesatria tongkat hitam yang sudah lama aku kagumi." Ujar Ratu Selenmayang melihat Raja Grandiya beserta naga hitamnya yang sudah sampai di sampingnya.
"Tidak sembarang orang bisa mendapatkan tongkat hitam legenda lama ini? Benar saja! Martis si pendekar hebat pemilik dari tongkat hitam yang mewariskannya secara langsung kepadaku. Aku adalah pewaris pertama setelah dirinya meninggal dan dibantai oleh sekutunya sendiri. Tongkat hitam ini adalah wasiat pemberian beliau untukku sebelum dirinya meninggal dunia. Setelah pemberian aliran cakra kegelapan, tongkat ini akan aku jadikan wadah buat kempat elemen yang akan membangkitkan kita berdua kembali ke alam bumi ini dan mengusai kerajaan kita yang lama." Jelas Raja Grandiya kepada Ratu Selenmayang yang ada disampingnya.
**
Jembatan gantung merah, atau biasa dijuluki dengan jembatan kematian ini adalah tempat dimana seorang kesatria legenda martis pemilik dari tongkat hitam yang saat ini ada pada Raja Grandiya. Pertarungan sengit antara dirinya dengan sekutunya sendiri terjadi sebelum pertarungan antara Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang dimulai.
Saat itu kajadian dimulai saat kesatria Martis melakukan perjalanannya melawati jembatan gantung merah, saat itu dirinya ditemani oleh asisten pribadinya yang juga adalah kesatria seperti dirinya, dia adalah kesatria Tanus asisten sekaligus pelindung pribadi dari kesatria Martis.
Secara diam-diam salah satu sekutu dari kesatria Martis membuntutinya dari arah belakang dan mengikutinya. dirinya berniat untuk membunuhnya secara diam-diam dari arah belakang dengan pisau api yang ada ditangannya. Salah satu sekutunya bernama Argos Fey, dia sama sekali tidak suka dengan perlakuan kesatria Martis terhadap para pengikutnya, sehingga dia berniat untuk menyerang dan menghianatinya saat itu juga.
Kejadian berlangsung di tengah-tengah jembatan gantung merah, dimana ketika kesatria martis bersama asistennya kesatria tanus berjalan santai ke arah depan. "Sepertinya ada yang mengikuti kita dari belakang Martis, aku merasakan langkah kakinya dingin dan ber aura pembunuh." Ujar Tanus dengan menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar!" Ujar kesatria Martis sambil mengeluarkannya tongkat hitam andalannya.
Tongkatnya memanjang dan berliuk-liuk ke arah belakang dimana Argos Fey yang ingin berniat jahat kepadanya.
Argos Fey bersembunyi dibalik tiang-tiang jembatan yang besar, namun tongkat hitam kesatria martis berliuk-liuk ke arahya dan mengenai tiang tempat dia bersembunyi. "Keluarlah! jangan jadi pengecut dengan bersembunyi di balik tiang itu". Teriak Kesatria Martis sambil mengembalikan ukuran tongkat hitamnya seperti semula dan kembali kepadanya.
Benar saja, ketika mereka menyadari akan pergerakanya yang secara sembunyi itu. Argos Fey keluar dari balik tiang persembunyiannya. "Baiklah kalau itu mau kalian! Aku tidak akan segan-segan membunuh kalian secara langsung saja tanpa bersembunyi lagi." Kata Argos Fey sambil keluar dari bilik tiang persembunyiannya. Dengan memakai topeng Argos Fey tidak dikenali oleh kesatria Martis dan juga kesatria Tanus.
"Apa maumu! Katakan saja! Aku akan membunuhmu disini sekarang juga." Ucap kesatria Tanus sambil mengeluarkan pedangnya.
Tanpa basa-basi, dengan tekad darah dinginnya, Argos Fey langsung maju ke arah kesatria Tanus dan langsung menusukkan pisau api kepadanya.
"Kecepatan dari pisau apiku lebih cepat dari pergerakanmu, sayang sekali dirimu tidak seberuntung seperti bosmu!" Ujar Argos Fey setelah berhasil menancapkan pisau apinya kepadanya.
Kesatria Tanus asisten pribadi kesatria martis tewas dengan sekali tusukan pisau api yang secara cepat
"Sudah lama aku menunggu duel bersamamu kesatria martis pemilik dari tongkat hitam legendaris." Ucap Argos Fey sambil mencabut pisau api yang menancap di tubuh kesatria Tanus.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya? Sepertinya aku tidak asing dengan pisau apimu. Aku tidak akan memaafkan siapapun orang yang telah membunuh kesatria Tanus!" Ucap kesatria Martis sambil memanjangkan tongkat hitamnya kepada Argos Fey yang ada didepannya.
Sontak, serangan tongkat hitam yang memanjang mengenai tangan dari Argos Fey yang sempat mencabut pisau yang ada tubuh kesatria Tanus.
"Siapa sebenarnya yang ada dibalik topeng itu, sepertinya aku mengenal auranya. Rasanya masih samar-samar dan aku pun belum bisa memastikannya. Dia bahkan mampu membunuh kesatria Tanus dengan sekali serangan saja." Batin kesatria Martis sambil mengalirkan kekuatan tenaga dalam yang ada pada tubuhnya yang ia alirkan ke tongkat hitamnya.
Argos Fey mengeluarkan cincin yang ada pada pergelangan tangannya. Ia jadikan cincin itu sebagai alat untuk menyerang tongkat hitam dari kesatria Martis.
Kesatria Martis berlari maju ke arah Argos Fey yang ada dihadapannya. begitu pula denganya, Argos Fey juga berlari kedepan dengan menggunakan cincin yang ia punya.
Cincin Argos Fey berubah menjadi besar dan di setiap lingkarannya terdapat api yang menyelimutinya. Kesatria Martis menyerangnya dengan tongkat hitam saktinya. menggunakan cincin api besar yang ia kendalikan, Argos Fey menangkis serangan dari tongkat hitam yang mengarah kepadanya dengan mudah. Merkea berdua terpental kebelakang karena efek dari benturan serangan antar mereka.
"Akan aku buktikan sendiri, siapa dibalik topeng itu." Batin kesatria Martis sambil menjulurkan tongkat hitam kepadanya. Tongkat hitamnya meliuk-liuk ke arah Argos Fey dan mengikat dirinya. Disaat yang bersamaan kesatria Martis melompat ke arah tongkat hitam yang mengikatnya dan membuka topeng yang dipakainya.
"Sudah kuduga kau adalah orang yang pernah bersekutu denganku. Apa yang kau lakukan dengan mengikutiku secara sembunyi-sembunyi dan membunuh kesatria Tanus yang bahkan telah membantumu dalam misi perampokan besar di kerajaan Rosai." Ucap kesatria Martis kepadanya setelah membuka topengnya.
Setelah berhasil membuka topengnya, kesatria Martis terpental kebelakang terkena sentuhan dari cincin api yang masih bisa dikendalikan Argos Fey. Bahkan tongkat hitam yang mengikat tubunya bisa ia lepaskan dengan mengeluarkan api di sekitaran tubuhnya.
__ADS_1
"Kesatria Martis! Dengar ini! Aku sudah muak dengan semua perlakuanmu kepada semua pengikutku. Sekarang adalah waktunya untuk kamu mati dan menyerahkan tongkat hitam itu kepadaku. Usiamu sudah tidak muda lagi seperti dulu, akan lebih baik kalu tongkat hitam itu beralih kepadaku." Ketawa Argos Fey.
"Daripada Aku harus memberikannya kepadamu, lebih baik aku mewariskannya kepada orang lain yang jauh lebih baik darimu. Penghianatan ini tidak akan bisa aku maafkan begitu saja, kau juga dengan tega telah membunuh kesatria Tanus asisten pribadiku sendiri. Siapapun yang berani memulai harus berani mengakhirinya." Ujar kesatria Martis sembari menatap wajahnya