
Ratu Selenmayang terbang ke atas bersamaan dengan Katak Samurai Dewa Hosikinshi yang juga melompat ke arahnya. Thobi dan Shin Yan yang berada di atas punggungnya menjadi sasaran utama dari Ratu Selenmayang.
Menggunakan kekuatan pusaran angin yang ia pusatkan di tangannya, Thobi mencoba menyerangnya saat ia berada tepat di dekatnya. Namun, ketika Katak Samurai dan Ratu Selenmayang sudah saling berdekatan, selendang merahnya bahkan mampu melindungi tubuh dari penggunanya sehingga ketika Thobi ingin menyerangnya, selendangnya menebal seperti layaknya sebuah perisai bagi tubuhnya. Dan pada akhirnya Thobi memutuskan untuk memerintahkan Katak Samurai yang menyerang duluan menggunakan pedang samurainya.
Selendang merah Ratu Selenmayang menangis sabetan pedang dari Katak Samurai yang menuju kepadanya. Pedang Katak Samurai terbelit oleh selendangnya, sehingga sulit baginya untuk menggerakkan pedangnya. Melihat peristiwa tersebut, Shin Yan mencoba membantu melepaskan pedang samurainya dari lilitan selendang merah dengan mencoba menarik selendangnya menggunakan kedua tangannya. Namun, semua usahanya hanya akan membuat selendangnya makin erat menempel pada pedangnya.
"Bodoh! itu hanya akan memperburuk keadaan saja." Teriaknya sambil membanting pedang samurai dari katak samurai menggunakan selendang merahnya.
Katak Samurai pun langsung melompat mundur kebelakang sebentar untuk menghindari serangan susulan yang akan mengenainya. "Hampir saja! Aku masih mempunyai pedang cadangan dari dalam mulutku. Kalian tidak usah khawatirkan pedangku itu." Tutur Katak Samurai.
"Semuanya baik-baik saja kan? Gimana dengan tanganku Shin?" Tanya Katak Samurai.
__ADS_1
"Tidak usah khawatirkan tanganku, Kali ini kita harus mencari kelemahan dari selendang merahnya, seranganya cukup merepotkan." Jawab Shin Yan merunduk dan memegang punggungnya.
"Gunakan kekuatan tanda kutukan yang ada pada tubuhmu Shin, seperti halnya Lan Ji, kekuatanmu juga spesial! Aku yakin dengan aura yang aku rasakan didalam tubuhmu, cakra api mengalir seperti yang Dewa Hosikinshi memiliki. Bahkan kalau kamu mampu mengendalikannya, kau akan bisa melebihi kekuatan api Dewa Hosikinshi." Ucap Katak Samurai kepadanya.
Mendengar perkataan dari Katak Samurai, akhirnya Shin Yan pun mencoba beberapa kemampuan dimilikinya dengan memusatkan pikirannya ke satu titik yang ada di lubuk hatinya.
"Fokus! Fokus! Fokus!" batin Shin Yan kepada dirinya sendiri.
"Serahkan saja padaku Shin! Ayo Katak Samurai kita alihkan dulu perhatian, sampai Shin Yan benar-benar mendapatkan kekuatannya." Teriak Thobi.
"Bersiaplah!" Ucap Katak Samurai.
__ADS_1
Seketika itu juga Katak Samurai mengeluarkan dua pedang dari dalam mulutnya. Dua pedang samurai berwarna hijau seperti warna dari tubuh katak samurai sendiri. Dengan kedua tangannya, katak samurai berdiri agak membungkuk memegang kedua pedang samurainya.
"Tetap jaga keseimbangan kalian berdua, kali ini aku akan benar-benar serius, lawan kita bukan sembarang orang, dia ibarat senjata Dewa Hashijin yang dikirim untuk membunuh kita semua." Tutur Katak Samurai sambil melompat ke arah Ratu Selenmayang.
Ratu Selenmayang terkesan melihat ketangkasan dan kehebatan dari Katak Samurai yang ia lawan. "Ternyata kau memang benar-benar katak samurai sejati!" Ucapnya sambil terbang ke arah katak samurai yang sedang melompat ke arahnya.
Kali ini katak samurai mengalirkan kedua pedangnya dengan lendir beracun dari mulutnya. "Berapa lama lagi kau akan selesai Shin?" Tanya Katak Samurai kepadanya.
"Fokus saja pada lawan yang ada dihadapanmu! Sedikit lagi! tahan sebentar saja." Jawab Shin Yan sambil memejamkan matanya.
Mendengar jawaban dari Shin Yan, katak samurai pun langsung menyerang ke arah serangan Ratu Selenmayang dengan pedang lendir beracunnya.
__ADS_1
Dua kali tebasan dari katak samurai berhasil ditahan dengan selendang merah yang telah di aliri cakra kegelapan. "Kali akan berbeda dari sebelumnya." Ujar Ratu Selenmayang sembari menahan tekanan dari dua pedang milik katak samurai.