
Thobi ingin mencoba menyerang Ratu Selenmayang dengan kekuatan elemen anginnya. Pusaran angin ia pusatkan ke tangan kanannya yang ia kendalikan dari atas punggung Katak Samurai. "Sebisa mungkin, kau harus mengenai bagian kepalanya, karena dibagian sana adalah titik dari kelemahannya. Kedua tanduk itu harus bisa kita patahkan." Ujar Katak Samurai yang melompat ke arahnya saat ia terbang.
Ratu Selenmayang terbang dengan kekuatan penuh, dan cakra yang baru dari dalam tubuhnya. Ia bahkan terbang tanpa menggunakan selendang merahnya lagi. Selengdangnya kali ini ia gunakan sebagai senjata untuk bertarung. Dari Selendang merahnya ia mengeluarkan serangga kecil yang terbang bersamanya. Bukan hanya serangga biasa. Namun, ia mampu membuat siapapun yang menyentuh akan meledak.
Disaat keduanya saling berdekatan dan saling menyerang satu sama lain, Thobi melemparkan kekeuatan elemen angin yang ia kendalikan dari tangan kanannya kepada Ratu Selenmayang yang ada didepannya. Begitu juga dengan Ratu Selenmayang, Serangga peledak ia keluarkan dari sela-sela selendang merah yang ia lebarkan kepadanya.
Melihat kekuatan dari elemen angin Thobi yang sangat dahsyat, membuat semua serangga yang berterbangan menuju ke arahnya semuanya meledak tak beraturan didepan mereka masing-masing. Sampai-sampai ledakannya membuat jembatan kematian bergetar dan bergoyang hebat karena ledakan yang terjadi.
"Sekarang giliranmu Shin! Manfaatkan situasi yang ada dengan menyerangnya disaat efek ledakannya masih belum hilang." Ujar Thobi kepadanya sambil memegang pundaknya.
__ADS_1
"Serahkan saja padaku." Jawab Shin Yan.
Mendengar perkataan dari Thobi, Shin Yan pun memanfaatkan keadaan yang ada dengan terbang ke arahnya menggunakan kekuatan tanda kutukan yang sudah ia kendalikan di tubuhnya. Cahaya merah api terpancar dari tubuh Shin Yan saat terbang ke arah Ratu Selenmayang, sehingga membuatnya menyadari akan kehadirannya dengan cahaya terang yang terpancar.
"Serangan meteor bola api!"
Serangan demi serangan secara beruntun Shin Yan lontarkan dari kedua tangannya ke arahnya. Serangan meteor bola api dengan hebatnya menyerang Ratu Selenmayang yang ada dihadapannya. Namun, Ratu Selenmayang menyadari akan seranganya tersebut dengan menghindarinya dan menahan sedikit demi sedikit serangan yang mengenainya menggunakan selendang merahnya. Selendang merahnya melindunginya dari serangan meteor api Shin Yan. Namun, tidak bisa menahannya dengan lama, yang mengakibatkan sejumlah robekan dari dari sela-sela selendangnya.
Kali ini dengan bantuan serangan dari elemen angin milik Thobi, kecepatan dari serangan meteor api beruntung milik Shin Yan menjadi 2 kali lebih cepat mengarah ke Ratu Selenmayang.
__ADS_1
Hembusan angin yang sangat kencang secara terus menerus mengenai Ratu Selenmayang yang sedang bertahan dari serangan meteor api Shin Yan.
"Bagus Thobi! Dengan ini, selendang merahnya tidak akan mampu menandingi kecepatan dari serangan meteor api miliku." Batin Shin Yan sambil memutarkan kepalanya kebelakang.
Serangannya bahkan mampu merobek selendang pertahanan Ratu Selenmayang, dan membuatnya terpental terkena beberapa serangan meteor api. Serangan tersebut mengenai tubuhnya disaat selendangnya robek dan terbakar. Terpental jauh kebelakang bersama dengan hembusan kencang elemen angin milik Thobi.
"Kali ini giliranmu Katak Samurai, serang dia dengan semburan gas beracun milikmu!" Teriak Shin Yan sambil menengok ke arahnya.
Tanpa basa-basi, mendengar perintah dari Shin Yan, Katak Samurai langsung melompat dengan tinggi dan melaju ke arah terpentalnya Ratu Selenmayang. Pipi Katak Samurai mengembang sambil menahan gas beracun yang ada di mulutnya. Setelah berada di situasi yang sangat pas, Katak Samurai langsung menyemburkan gas beracunnya kepada Ratu Selenmayang.
__ADS_1
Kejadian yang tak terduga terjadi. Tubuh Ratu Selenmayang mengeluarkan asap hitam berbarengan dengan semburan gas beracun milik Katak Samurai.