
Melihat pertempuran antar para pasukan yang begitu sengit. Shin Yan yang ada dibelakang tim Senju mencoba untuk gabung dengan pasukan Thobi untuk membantu mereka. Pasukan kerajaan Pasai dan Rosai yang begitu banyak sehingga membuat Thobi dan para pasukanya kewalahan untuk melawanya. Walaupun sudah dibantai beberapa kali oleh Thobi dan para pasukanya, pasukan itu tetap tidak ada habisnya dan terus menyerang Thobi dan para pasukanya.
Shin Yan seketika itu langsung berlari menyusul Thobi dan para pasukanya yang sedang dikeroyok oleh ribuan pasukan dari lawan. Menggunakan pedang apinya, Shin Yan langsung menebas satu demi satu para prajurit yang menghalanginya. Sampai pada akhirnya dia sampai ke tempat Thobi berada dan bertarung bersama-sama melawan ribuan pasukan.
“Shin Yan apa yang kau lakukan disini, biarkan aku saja yang menyelesaikan semua ini.” Ucap Thobi yang saat itu melihat Shin Yan datang menyusul dirinya yang sedang dikeroyok oleh ribuan pasukan.
“Aku tidak bisa membiarkanmu bertarung sendirian saja, pasukan dua kerajaan gabungan itu tidak ada habisnya, dengan adanya aku disini akan lebih mudah untuk melawan mereka. Sementara Lan Ji disana akan mengawasi kita dan mengidentifikasi pergerakan dari roh kegelapan yang ada pada tubuh Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang.” Jawab Shin Yan sambil menusukan pedang apinya kepada salah satu pasukan yang menyerangnya.
“Pasukan kita yang tersisa hanya tinggal beberapa saja, kita harus mengeluarkan kekuatan terbaik kita untuk menghabisi ribuan pasukan dua kerajaan itu.” Ucap Thobi yang ada disamping Shin Yan.
“Seperti sebelumnya, gabungin aja kekuatan elemen anginmu dengan elemen api amaterasu miliku. Akan kita hancurkan barisan pertahanya dengan elemen gabungan kita.” Ucap Shin Yan sambil menghilangkan pedang api yang ada ditanganya.
Disatu sisi Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang hanya melihat pertempuran antar pasukanya dari belakang pasukanya tanpa melakukan apa-apa. Mereka berdua diam-diam mengalirkan cakranya kepada ribuan para pasukanya.
Terlihat bahwa kemampuan ribuan para pasukanya jauh lebih kuat dikarenakan aliran cakra kegelapan dari belakang mereka semua.
__ADS_1
“Sudah kuduga kemampuan kalian hanya cukup sampai disitu saja, kalian tidak akan bisa menghabisi ribuan pasukanku. Pasukan ini tidak akan ada habisnya, menyerah saja kalau kalian tidak mau dikepung oleh para pasukan terhebat dua kerajaan terdahulu.” Ucap Raja Grandiya sambil melihat pertempuran mereka dari arah belakang para pasukanya dengan menaiki kuda hitam bersamanya.
“Bala bantuan datang! Hanya satu orang saja, tidak akan cukup wahai manusia, kali ini pasukanku akan lebih hebat daripada yang tadi. Serangan kalian akan sia-sia saja! Lebih baik kalian menyerah dan berikan tubuh kalian pada kami.” Ucap Ratu Selenmayang dari arah belakang para pasukanya sambil mengalirkan sebagian cakra kegelapan kepada para pasukanya.
“Ayo kita perlihatkan kepada mereka berdua kemampuan kita yang sebenarnya.” Ucap Shin Yan sambil mengeluarkan pusaran bola api hitam amaterasunya dari tangan kananya.
“Jangan remehkan aku!” ucap Thobi sambil mengelarkan pusaran angin seperti tornado yang membuat para pasukan yang datang menyerangnya ikut terbang dan terpental terbawa anginya.
Para pasukan yang sudah ter aliri cakra dari kegelapan Ratu Selenmayang membuat sebuah pusaran angin ber asap hitam dari belakang pertahanan. Pusaran angina hitamnya membentuk seekor Naga Hitam yang mengagetkan Shin Yan dan juga Thobi disana.
Mereka berdua menggabungkan kekuatan elemenya masing-masing menjadi satu bentuk dari pusaran angin yang diciptakan oleh Thobi. Api amaterasu Shin Yan bercampur dengan pusaran tornado angin milik Thobi. dan saat itu juga pusaran anginya berkobar-kobar hebat dan langsung menyerang angin Naga Hitam milik para pasukan dua kerajaan gabungan.
"Rasakan ini!" ucap Thobi dan Shin Yan secara bersamaan sambil melemparkan kekuatan gabungan antar keduanya. pusaran angin api amaterasunya langsung bertabrakan dengan pusaran angin naga hitam milik pasukan lawan.
Benturan hebat antara kekuatan angin menyebabkan kerusakan yang amat parah pada bagian tiang-tiang jembatan. Efek dari ledua serangan tersebut pula membuat sebagian para pasukan antar kedua terpental dan adapula yang terbakar terkena api amaterasu dari Shin Yan.
__ADS_1
"Berlindung ke sini semuanya." Teriak Shin Yan sambil menggunakan perisai apinya untuk berlindung dari efek benturan hebat dari kedua pusaran angin.
Thobi dan sebagian para pasukannya berlindung ke perisai api buatan dari Shin Yan. perisai apinya berhasil menyelamatkanya dari efek benturan kekuatan pusaran anginya. Sayang sekali sebagian pasukannya terkena api amaterasu dari Shin Yan dan terbakar bersama sebagian pasukan dari lawan.
"Beruntung dengan cepatnya kamu berhasil membuat perisai pelindung ini Shin, kalau tidak nasib akan berkata lain. kekuatan pusaran angin naga hitamnya benar-benar kuat, hampir saja kita terkena efek tersebut." Ujar Thobi yang sedang berlindung pada perisai pelindung api milik Shin Yan.
"Akan ku urus sisanya, kalian bertahan disini saja aku akan maju dan menghabisi para pasukan yang datang." Ucap Shin Yan kepada Thobi sambil menghilangkan perisai apinya.
Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang kagum melihat kedua kekuatan hebat yang hampir saja membuat tiang-tiang dari jembatan runtuh. "Tidak kusangka! Boleh juga kekuatan mereka. Bisakah mereka semua melewati para pasukanku yang tersisa, aku sudah tidak sabar melihat ekspresi mereka ketika kalah oleh pasukanku." Ucap Ratu Selenmayang yang ada disamping Raja Grandiya.
"Tidak Ratu! Mereka masih memiliki kekuatan yang ada di tanda kutukan mereka, aku yakin itu! Bisa dilihat dari raut wajahnya mereka sepertinya tidak akan menyerah begitu saja." Jawab Raja Grandiya sambil turun dari kuda hitamnya dan mengambil salah satu pedang yang tergeletak di atas tanah. "Pedang ini saja tidak akan membuat bisa mengalahkan mereka, mereka berdua itu sebenarnya kuat Ratu, kita juga harus berhati-hati ketika berhadapan dengannya." Tambahnya dengan menaiki kudanya lagi.
"Lihat disana! Mereka pasti merencanakan sesuatu. Salah satu dari mereka ada yang dibelakang dan bahkan tidak membantu rekanya yang sedang kesulitan. Dia tampak diam saja dibelakang sana bersama satu teman medisnya, apa yang sebenarnya dia lakuakan." Ucap Ratu Selenmayang melihat Lan Ji yang hanya mengamati saja dari belakang dan tidak membantu Shin Yan dan juga Thobi yang sedang bertarung.
"Biarkan saja! Yang terpenting sekarang adalah mencari celah diantara mereka berdua. ketika mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan untuk melawan para pasukan kita, saat itulah mereka akan mencapai batasnya dan kita akan menghabisinya dengan sangat mudah." Ucap Raja Grandiya sambil ketawa jahat.
__ADS_1