
Raja Grandiya mengalirkan sebagian cakra kegelapannya lagi kepada para pasukannya. Ribuan pasukanya mendapat kekuatan cakra kegelepan yang lebih kuat dari biasanya. Sebelumnya serangan angin hitam naga dari pasukannya berhasil dilawan oleh pusaran gabungan kekuatan dari Shin Yan dan Thobi. Elemen pusaran angin yang kuat dikombinasikan dengan api amaterasu Shin Yan berhasil melawan serangan angin hitam naga dari pasukan lawan. Sebagian pasukan dari Ratu Selenmyang dan Raja Grandiya terbakar oleh api amaterasu, begitupun juga dengan pasukan Thobi. Akan tetapi Shin Yan dengan sigapnya berhasil menyelamatkan Thobi dan juga para pasukanya dengan perisai pelindung api.
Shin Yan dengan tekad apinya maju kedepan barisan pertahan para pasukan kedua keraajaan Pasai dan Rosai. Sementara Thobi dan para pasukanya melawan sebagian pasukan yang menyerangnya dari belakang dirinya.
“Aliran cakra kegelapan ini akan menyulitkan mereka berdua lagi, dengan tambahan cakra kegelapan dariku para pasukan kita akan lebih kuat daripada sebelumnya. Aku yakin setelah ini mereka akan kalah dan menyerah.” Ucap Raja Grandiya sambil mengalirkan cakranya dari arah belakang kepada sebagian para pasukan kerajaan yang tersisa.
Raja Grandiya mengalirkan cakra kegelapan tanpa sepengetahuan dari Shin Yan dan Thobi yang sedang fokus pada pertempuran mereka masing-masing. Kini ribuan pasukannya yang tersisa mendapat kekuatan tambahan lagi dari Raja Grandiya yang ada dibelakangnya.
Anehnya para pasukannya yang sudah mati berhasil dibangkitkan lagi oleh Raja Grandiya dengan cakra kegelapan darinya. Aliran cakranya menembus sela sela dari tubuh pasukan yang sudah mati dan bangkit kembali dengan kemampuan yang maningkat drastis. Secara mengejutkan mereka yang sudah mati langsung berlari kedepan dan menyerang Shin Yan yang seorang diri bertarung dalam garis pertahanannya.
“Tidak mungkin! Mereka terus berdatangan tanpa ada henti-hentinya. Mereka ini pasukan yang terhebat yang pernah aku lawan. Kemampuan bertarungnya juga meningkat drastis daripada biasanya. Aku yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan Raja Grandiya dan Ratu Selenmyang yang ada dibelakang sana.” Bathin Shin Yan sambil terus menyerang para pasukan yang berdatangan dengan kekuatan elemen api yang ia lontarkan kepada setiap pasukan lawan yang menyerang.
“Shin tetap waspada! Aku akan menuju kesana setelah membereskan para pasukan yang menyerangku disini.” Teriak Thobi dari arah belakang Shin Yan sambil mengajar para pasukan yang menyerangnya bersama para pasukannya.
__ADS_1
“Auranya berbeda dengan sebelumnya, sepertiya mereka semua telah mendapatkan cakra kegelapan, pantas saja kalau kemampuan mereka di atas para perajurit biasa. Aku harus tetap berhati-hati! Mereka terus saja berdatangan tanpa hentinya. Dan bagaimanapun juga aku berada di dalam pertahan mereka, aku harus melawan dengan kekuatan penuh.” Bathin Shin Yan sambil menghabisi satu persatu para pasukan yang menyerangnya dengan semburan api dari mulutnya.
Para pasukan kerajaan Pasai dan Rosai berdatangan dari arah depan Shin Yan dan menyerangnya dengan lemparan busur panah naga hitam. Seranganya berdatangan secara beruntun tepat ke arah dimana Shin Yan berdiri.
Namun, Shin Yan dengan kemampuan instinya yang tajam menyadari akan serangan busur panah naga hitam dari arah depanya. Shin Yan mencoba menghindar dari serangan tersebut dengan perisai api andalanya, akan tetapi panah naga hitam terlalu kuat dan menembus perisai api pertahanan dari Shin Yan. Panah naga hitam sempat mengenai lengan kirinya sebelum ia mencoba menghindarinya. Shin Yan menangkis beberapa serangan busur naga hitam dengan menggunakan pedang yang ia aliri cakra elemen api didalamnya. dan pedangnya pun sempat terpental karena terkena efek dari busur panah naga hitam yang mengenainya.
“Serangan apa lagi ini, busur naga hitam itu kuat sekali. Bahkan perisai terkuat api miliku berhasil ditembus olehnya, hampir saja busur panah itu mengenai tepat dijantungku. Beruntung aku tadi sempat menghindar dengan pedang apiku ini.” Bathin Shin Yan dengan ekspresi kaget sambil membawa pedang api ditangan kananya.
“Sedikit lagi padahal! Serangan itu akan mengenai bagian organ vitalnya. Instingya cukup bagus juga, aku kagum melihat dia menghindar dari serangan busur naga hitam itu. Kekuatan elemen api abadinya itu nantinya akan jadi miliku. Tunggu saja! Sebentar lagi pasti para pasukanku akan menghabisimu.” Ucap Raja Grandiya sambil tertawa jahat di atas kuda hitamnya.
“Tunggu sebentar lihat luka yang ada ditangan kirinya itu! Sepertinya dia meregenerasi lukanya. Pasti dia menutupinya dengan kain putih itu supaya tidak terlihat oleh kita.” Ucap Ratu Selenmayang kepada Raja Grandiya yang ada disampingya.
“Kamu tidak apa-apa Shin?, aku minta maaf karena telat untuk menolongmu. Pasukan yang di sana cukup merepotkan sekali, begitu tangguh pertahanan dari pasukannya. Berbeda saat pertama kali aku melawanya.” Ucap Thobi yang pada saat itu menghampiri Shin Yan beserta para pasukannya.
__ADS_1
“Mereka menyerangku menggunakan busur panah naga hitam. Serangannya sangat kuat sekali, bahkan perisai api miliku saja berhasil ditembusnya dan hampir mengenaiku. Beruntung aku masih bisa menggunakan kemampuan regenerasi dari kain putih ini. Shojin memberikanya kepadaku sewaktu kita berjalan kemari.” Ucap Shin Yan sambil memegang tangan kirinya dan memberikan sisa kain yang ada di sakunya kepadanya.
Para pasukan lawan yang tersisa ada dihadapan mereka berdua. “Sedikit lagi! Ayo kita habisi mereka Thobi!” ucap Shin Yan sambil menebaskan pedang apinya kepada para pasukan yang menyerangya saat itu juga. tidak tinggal diam Thobi pun menyuruh pasukan yang tersisa untuk menyerang dan membantunya.
Didepan mereka semua terlihat bahwa para pasukan lawan membentuk formasi dan akan mengeluarkan serangan busur panah naga hitamnya lagi. Kali ini mereka menggabungkan formasi dan berniat menyerang Thobi dan Shin Yan secara bersamaan.
“Pegang tanganku Thobi akan aku aliri kekuatan elemen anginmu lagi! Kali ini mereka benar-benar akan mengeluarkan busur panah naga hitam yang menyerangku sebelumnya. Aku akan mengeluarkan kekuatan api amterasuku lagi, kali ini dengan elemen angin milikmu, akan ku coba berkonsentrasi dan membuat sebuah busur panah gabungan dua elemen yang akan melawan sarangan lawan.” Ujar Shin Yan yang ada disamping Thobi.
Mendengar perkataan dari Shin Yan, Thobi pun menggengam tangan kanan Shin Yan dan berkonsentrai untuk membuat kekuatan gabungan antara api dan angin. Sebuah busur panah tercipta dari hasil gabungan kekuatan mereka berdua.
Anak panah api amaterasu yang di aliri elemen angin dan api muncul ditengah-tengah Shin Yan dan Thobi. Melihat itu, para pasuka lawan yang sudah membentuk formasi gabungan langsung melemparkan anak panah naga hitamnya yang super dahsyat kepada Thobi dan Shin Yan yang berada di depanya.
Langsung saja, Shin Yan dan Thobi juga tidak mau kalah dengan melemparkan anak panah api amaterasu gabunganya tepat ke arah lemparan anak panah naga hitam lawan yang melaju ke arahnya.
__ADS_1